BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM— “Minat baca masyarakat merupakan fondasi penting dalam membangun budaya literasi yang kuat,” begitu ungkap Deni Rachman, pemilik Toko Buku Bandung, yang sudah bergelut lebih dari 23 tahun sebagai pegiat literasi.
Dari Lawang Buku yang ia rintis hingga Toko Buku Bandung yang terletak di Jalan Garut Nomor 2, semangatnya untuk meningkatkan minat baca masyarakat terus membara.
“Menurut saya dengan memiliki akses yang mudah dan nyaman terhadap buku dapat menjadi langkah awal untuk menumbuhkan minat baca yang sehat,” tuturnya.
Berdirinya Toko Buku Bandung pada tahun 2023 hasil kolaborasi dengan Pustaka Jaya adalah upaya Deni untuk memperluas dampak positif literasi di komunitasnya.
“Toko Buku Bandung tidak hanya sekadar menjual buku, tetapi juga menyediakan tempat bagi para pecinta literasi untuk bertemu, berdiskusi, dan belajar bersama,” jelas Deni.
Salah satu kegiatan rutin yang diadakan di Toko Buku Bandung adalah Klub Buku Laswi, sebuah forum diskusi buku yang memberi kesempatan pada pesertanya untuk menggali lebih dalam isi buku-buku sastra, politik hingga sejarah.
“Dengan berdiskusi, kita dapat saling menginspirasi dan memperkaya pemahaman tentang dunia literasi,” tambah Deni.
Namun, Deni juga mengakui bahwa tantangan dalam membangun literasi tidaklah mudah.
“Dalam era digital ini, minat baca masyarakat seringkali tergerus oleh media sosial dan hiburan instan,” katanya. “Namun, hal ini tidak mengurangi tekad kami untuk terus memperjuangkan pentingnya literasi dalam pembangunan masyarakat yang cerdas dan berbudaya,” pungkasnya. (tiwi)




