CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASPENDIDIKAN

Aweuhan Pasundan: Bagian II Sosial Budaya “Sunda Dituntut Konsisten”

Hanna Hanifah
18 Agustus 2024
pasundan

Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan Prof.Dr.H.M Didi Turmudzi, M.Si. (foto: pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ketua Umum Paguyuban Pasundan Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si.

Paguyuban Pasundan
Ketua Umum Paguyuban Pasundan Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si. (foto: pasjabar)

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – (BANDUNG, (PR).) Ormas-ormas yang mengusung isu kesundaan seharusnya mulai memikirkan langkah strategis dan target politik, untuk mampu melahirkan sebanyak mungkin kader terbaik Ki Sunda, yang mampu bermain di level nasional bahkan global.

Hal itu hanya dapat dilakukan seandainya ormas Sunda secara konsisten berkhidmat pada kegiatan-kegiatan nyata berbasis kultural dan pendidikan. Target politik yang diusung pun bukan dalam “p” kecil atau pragmatisme politik, tapi membangun basis kultural yang mampu terusmenerus melahirkan kader terbaik.

Demikian rangkuman pendapat pemerhati kesundaan, Setia Permana dan sesepuh Paguyuban Pasundan, Aboeng Koesman, Selasa (13/12). Keduanya dimintai pendapat tentang wacana kesundaan yang bergulir pasca-reshuffle.

Sementara itu, Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan (PP) Prof. Dr. Didi Turmudzi menepis persepsi bahwa pihaknya terjebak pragmatisme politik dan etnosentrisme, dalam wacana soal reshuffle kabinet oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Apa yang selama ini dilakukan PP tetap dalam kerangka membangun jati diri kesundaan.

Menurut Setia Permana, tidaklah haram bagi sebuah ormas berbicara soal politik. Tapi, hal itu mesti dilakukan dengan fondasi proses kultural. “Jadi, ketika hal itu bergulir, tetap memiliki daya tawar secara politik. Saat berbicara politik, itu terkait dengan kompetensi dan kontribusi,” ungkap Setia Permana.

Baca juga:   RE(BOND)IR Buatan Tim Arsitektur ITB Juara 1 MCSC 2020

Dalam konteks demikian, setiap elite Sunda yang diusung ke permukaan akan berkorelasi dan berkohesi dengan napas kesundaan. “Harus ada kontribusi nyata terhadap kesundaan atau dalam istilah saya, ada dalam file reputasi kesundaan. Hal itu muncul secara alamiah, tanpa harus digerakkan,” tegasnya.

Karena itulah, lanjutnya, ormas Sunda harus mulai berpikir tentang program pengaderan. Ormas-ormas Sunda secara nyata melakukan langkah untuk melahirkan kader-kader elite yang bisa bermain di tingkat nasional.

“Bukan pencantolan. Kelahiran kader-kader itu dilakukan lewat proses kultural, dedikasi, dan komitmen kesundaan sesungguhnya. Jangan terjebak pada diktum lama, ketika ada elite lantas mengekor’, mestinya melahirkan,” ucap Setia Permana.

Dengan begitu, tatkala ormas Sunda bicara politik, maka yang dibicarakan adalah politik dalam “P” besar. “Kita akhirnya bukan hanya bicara kepentingan Sunda, tapi Sunda dalam konteks keindonesiaan. Tidak sempit,” katanya.

Baca juga:   FMPP Akan Laporkan Sekolah yang Tahan Kartu UTS ke KPAI

Sementara itu, Aboeng Koesman yang juga mantan Wakil Gubernur Jabar menegaskan, secara prinsip PP sebagai ormas Sunda terbesar harus dapat memayungi segala macam kegiatan di Jabar. “Terutama dalam aspek pendidikan, bahasa, dan kebudayaan. Melalui tiga hal itulah, PP dapat secara konsisten membangun basis kepemimpinan yang mengakar,” ujarnya.

Aboeng tak mau berkomentar lebih lanjut karena ia mengaku tidak ikut dalam kegiatan yang digelar PP yang juga dihadiri mantan-mantan menteri asal Jabar yang dicopot pasca-reshuffle. “Saya sebetulnya dapat undangannya, namun karena kebetulan pada saat bersamaan ada di Jakarta, jadi tidak bisa ikut serta,” ujarnya.

Kontraproduktif

Di sisi lain, Didi Turmudzi menepis persepsi PP terjebak pada pragmatisme atau etnosentrisme. “Saya kira, jangan saling menyalahkan karena akan berdampak kontraproduktif bagi upaya membangunan kesundaan,” ungkapnya.

Apa yang selama ini dilakukan PP dengan mengakomodasi para tokoh asal Jabar (Sunda) yang pernah manggung dalam pentas nasional, semata untuk membangun kembali kecintaan terhadap daerahnya, “Sebab, bisa saja di saat mereka manggung ada rasa enggan atau takut.

Baca juga:   Disdik Jabar Usut Pungutan Edubox di SMAN 19 Bandung

Pada momen reshuffle kemarin, di saat mereka “terpuruk, kita memberi motivasi dan kembali ke ‘habitat’ kesundaannya,” jelas Didi. Didi juga menegaskan, nasionalisme tidak bisa dibangun tanpa mempertautkan kembali kebanggaan etnisitas. “Kita telah melakukan kegagalan pada era Orde Baru lalu, di mana semua harus seragam karena arogansi kekuasaan. Instrumen itu dilakukan untuk melupakan kesadaran kita terhadap khazanah lokal, yang ujung-ujungnya melahirkan provinsialisme dan separatisme,” paparnya.

Tentang harapan banyak kalangan Sunda agar PP konsisten berkhidmat pada bidang budaya dan pendidikan, menurut Didi Turmudzi, hal itulah yang terus dilakukan saat ini. “Kita memimpikan PP akan kembai melahirkan tokoh-tokoh sekaliber Thoyib Hadiwidjaja, Doddy Tisna Amidjaja, atau Solihin Gautama Purwanegara, juga Mashudi. Kelemahan kita sekarang memang dalam soal SDM,” paparnya.

Sejak awal, misi PP adalah memerangi kebodohan dan kemiskinan. “Kenapa PP mengambil visi dan misi demikian, karena dari kemiskinan itulah lahir kebodohan. Sinergi antara pembangunan bidang ekanomi dan pendidikan menjadi garapan PP dan ormas-ormas kesundaan lainnya,” ucap Didi. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Yatti Chahyati
Tags: Milangkala Paguyuban Pasundan Ke-111paguyuban pasundanpasundan


Related Posts

Pelantikan Paguyuban Pasundan Papua
HEADLINE

Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Wilayah Paguyuban Pasundan se Tanah Papua

25 April 2026
Penghargaan Paguyuban Pasundan
HEADLINE

Paguyuban Pasundan Raih Penghargaan dari HU Pikiran Rakyat di HUT ke-60

25 April 2026
pasundan law fair 2026
HEADLINE

Pasundan Law Fair 2026 Sukses Digelar, Ajang Nasional Adu Gagasan dan Kompetensi Mahasiswa Hukum

16 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.