CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASJABAR

Wartawan Televisi jadi Korban Penganiayaan saat Meliput Aksi Unjuk Rasa Menolak Revisi UU Pilkada

pri
22 Agustus 2024
Foto: Unjuk Rasa Menolak Revisi UU Pilkada

MASSA dari "Front Rakyat Menggugat Negara" berusaha menerobos pagar gedung DPRD Provinsi Jawa Barat saat aksi unjuk rasa terkait menolak revisi Undang-Undang pemilihan kepala daerah terkait syarat usia calon kepala daerah, Jln. Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (22/8/2024). (foto: Eci/pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Wartawan televisi yang sedang bertugas meliput unjuk rasa menolak Revisi UU Pilkada, di depan Kantor DPRD Jabar menjadi korban penganiayaan, Kamis (22/8/2024).

Ervan David (28), wartawan Inews TV dipukuli masa aksi saat berusaha menghindar dari kepungan gas air mata.

“Tiba-tiba dipukuli, dituduh intel. Padahal saya pakai seragam kantor dan sudah bilang dari media. Tapi mereka (massa) tidak peduli dan tetap mukulin saya,” ujar David, Kamis (22/8/2024).

Baca juga:   DPRD Jabar : Bank BJB Harus Dapat Membantu Perekonomian Desa

Akibat penganiayaan itu, David mengalami luka lebam di wajah. Untungnya saat kejadian ada rekan wartawan lain yang membantu, David menjelaskan.

“Untungnya ada yang kenal, dibantuin dipisah. Luka lebam aja ini di wajah,” katanya.

Polisi menembakkan gas air mata, untuk membubarkan mahasiswa yang melakukan unjuk rasa di depan Kantor DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (22/8/2024).

Baca juga:   Komisi IV DPRD Jabar : Embung Kiarapayung untuk Kepentingan Masyarakat

Polisi mulanya melakukan imbauan agar masa aksi membubarkan diri dengan tertib dan tidak bertindak anarkis. Namun, imbauan itu dihiraukan masa aksi yang terus mencoba masuk ke dalam Kantor DPRD Jabar.

Polisi kemudian menyemprotkan watter cannon ke arah masa aksi. Upaya itu masih belum membuat mereka bubar.

Akhirnya, sekitar pukul 18.30 WIB, polisi menembakkan gas air mata beberapa kali, hingga membuat massa aksi bubar. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: pri
Tags: DPRD Jabarkorban penganiayaanRevisi UU PilkadaWartawan televisi


Related Posts

Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono. (Uby/pasjabar)
HEADLINE

Ono Surono Panggil BKSDA dan Dinas Kehutanan Buntut Kematian Anak Harimau di Bandung Zoo

27 Maret 2026
sopir ambulans
HEADLINE

Cekcok di Jalan Sempit, Sopir Ambulans Jadi Korban Penganiayaan

9 Februari 2026
geng motor cimahi
HEADLINE

Warga Cimahi Jadi Korban Penganiayaan Diduga Geng Motor

19 Desember 2025

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.