CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Sabtu, 9 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Deden : Tantangan Paguyuban Pasundan Sebagai Organisasi Etno Nasionalis

admin
15 Juli 2019
Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Paguyuban Pasundan adalah Organisasi Etno Nasionalis yang sampai hari ini masih eksis bertahan dengan segenap fungsinya dengan fokus ” Ngalawan Kebodohan dan memerangi (Kokoro) Kemiskinan.

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Pasundan (Unpas), Dr H Deden Ramdan MSi.CICP.DBA, yang juga merupakan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unpas mengatakan, dengan perubahan zaman sekarang Paguyuban Pasundan memang menghadapi berbagai tantangan. Pertama, tuntutan untuk senantiasa  meningkatkan kualitas manajerial dan sdm pengurus dari ‘puseur sampai ranting’ .

Baca juga:   Menaker : Kesempatan Kerja Perempuan Masih Lebih Rendah

“Kedua, kemampuan dalam mengelola “rajakaya’ asset seperti sekolah – sekolah dari tingkat dasar sampai pendidikan tinggi yang tentunya menuntut profesionalisme pengurusnya. Tantangan ketiga, yakni kemampuan untuk menjadi penentu kecendrungan dalam menyikapi berbagai issue politik lokal, nasional, regional maupun internasional,” paparnya kepada Pasjabar, Senin (15/7/2019).

Tantangan berikutnya dikatakan Dedn, yakni kemampuan Paguyuban Pasundan untuk untuk menjadi “Centre of excellence” dari  ‘core bussiness ‘ Paguyuban Pasundan yaitu pendidikan, sehingga menjadi organisasi yang diperhitungkan karena memiliki kekuatan pengaruh yang signifikan.

Baca juga:   AS Roma Tundukkan Lazio di Liga Italia

“Selain itu Paguyuban Pasundan pun menghadapi tantangan untuk menderivasi (menurunkan dan  menguraikan) nilai-nilai agama Islam dan budaya sunda yang insklusif, ramah dan toleran dalam berbagai aspek sehingga menghasilkan kader Paguyuban Pasundan yang nyantri, nyunda, nyakola dan nyantika yang handal,” terangnya.

Deden menilai tantangan – tantangan tersebut menjadi tuntutan juga untuk Paguyuban Pasundan agar menjadi organisasi modern yang tidak lekang oleh waktu dan tidak surut oleh zaman. (tie)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: deden ramdhanmilangkala paguyuban pasundanpaguyubanpaguyuban pasundanpasjabarpasundanuniversitas pasundanunpas


Related Posts

Guru Besar Unpas
HEADLINE

Pengukuhan 9 Guru Besar Unpas, Perkuat Posisi sebagai Kampus dengan Profesor Terbanyak di Jabar dan Banten

9 Mei 2026
Sidang Doktor Ade Yusuf
HEADLINE

Sidang Doktor Ade Yusuf Bahas Pengaruh Faktor Teknologi terhadap Penggunaan Bukalapak

8 Mei 2026
Sidang Doktor Raden Khemal
HEADLINE

Sidang Terbuka Doktor Unpas: Raden Khemal Youwangka Raih Gelar Doktor Ilmu Manajemen

8 Mei 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.