CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASJABAR

KDM Berduka, Dokter Muda Wafat Terpapar Campak Saat Bertugas

Hanna Hanifah
30 Maret 2026
dokter campak

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (foto: ist)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan rasa duka mendalam atas wafatnya seorang dokter muda yang tertular penyakit campak saat bertugas di Cianjur.

“Saya sampaikan duka mendalam, itu pengabdian tertinggi dari seorang dokter, meninggal di tempat ketika sedang bertugas,” ujarnya di Gedung Sate, Senin (30/3/2026).

Atas kasus tersebut, ia meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya campak. Selain itu, pihak terkait diminta segera melakukan penanganan terhadap kejadian luar biasa (KLB) campak.

“Penyakitnya harus segera ditangani dan diawaspadai, apalagi bupatinya seorang dokter,” tambahnya.

Seorang dokter internship di salah satu rumah sakit di Cianjur, Jawa Barat, berinisial AMW (26) meninggal dunia dengan status suspek campak pada Kamis (26/3/2026).

Baca juga:   BNPB Menyerahkan Bantuan Dana Siap Pakai (DSP) Senilai Rp.250 Juta untuk Penanganan Bencana Pergerakan Tanah Kab. Bandung Barat

Kasus Campak dan Peringatan Nasional

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/1602/2026 kepada rumah sakit agar meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit campak, khususnya bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan.

Kemenkes mencatat hingga pekan ke-11 tahun 2026 terdapat 58 KLB campak di 39 kabupaten/kota. Pada awal tahun, kasus sempat mengalami lonjakan hingga 2.740 kasus, namun kemudian menunjukkan tren penurunan menjadi 177 kasus.

Sebagai respons, Kemenkes melakukan Outbreak Response Immunization (ORI) serta Catch-Up Campaign (CUC) Campak di 102 kabupaten/kota dengan sasaran anak usia 9 hingga 59 bulan. ORI merupakan imunisasi massal darurat untuk menghentikan penyebaran wabah, sementara CUC bertujuan melengkapi status imunisasi yang belum lengkap.

Langkah Pemda Jabar dan Upaya Imunisasi

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat R. Vini Adiani Dewi mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan seluruh kepala dinas kesehatan kabupaten/kota di Jawa Barat, terutama di wilayah dengan kasus campak yang tinggi.

Baca juga:   Ini Dia SIM Penabrak Petugas Polisi yang Viral

“Kemarin sudah rapat dengan semua Kepala Dinas Kesehatan, saya menyampaikan bahwa harus cepat dilakukan pemetaan, jadi ketika kasusnya meningkat, harus langsung dilakukan CUC bagi orang-orang yang belum diimunisasi campak. Tapi kalau kasusnya banyak itu dilakukan namanya ORI,” jelasnya ditemui di Gedung Sate.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut saat ini tengah berlangsung di seluruh kecamatan di Kabupaten Garut dan Tasikmalaya karena adanya peningkatan kasus campak. Sementara wilayah lainnya menerapkan CUC dan ORI berdasarkan temuan kasus di masing-masing kecamatan, termasuk di Cianjur. Program serupa juga akan menyasar 10 kabupaten/kota lainnya di Jawa Barat.

Baca juga:   483 Orang Utusan Ikuti MQK Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2021

Kegiatan imunisasi campak massal secara nasional terakhir dilakukan pada 2022. Selanjutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus melaksanakan vaksinasi rutin setiap tahun dengan menyasar balita hingga anak di bawah usia 14 tahun.

“Yang belum akan kita kejar imunisasinya karena sekitar 102.000 anak, data hinggga 2025, yang belum diimunisasi secara lengkap. Untuk orang dewasa diharapkan secara mandiri,” tambahnya.

Vini berharap masyarakat tidak menolak imunisasi dan vaksinasi campak agar kejadian luar biasa campak tidak kembali terjadi. Ia menilai tingginya kasus di wilayah Garut dan Tasikmalaya dipengaruhi oleh rendahnya tingkat vaksinasi di daerah tersebut. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: dokter campakdokter muda cianjurpenyakit campak


Related Posts

No Content Available

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.