CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Sejarah Panjang Bilangan Nol

Yatti Chahyati
24 November 2021
Sejarah bilangan nol

Sejarah bilangan nol (foto : itb.ac.id)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Guru Besar FMIPA ITB Prof. Iwan Pranoto, M.Sc., Ph.D. mengemukakan, bilangan nol memiliki sejarah yang panjang. Hal itu, ia ungkapkan saat menjadi pembicara dalam ceramah umum BWCF 2021 Seri Arkeologi Sumatera (21/11/2021).

Dengan mengangkat topik “Nol dan Sistem Desimal di Asia Monsun: Menafsir Sebuah Jalur Pengetahuan”. Di kesempatan ini, Iwan menjabarkan persoalan angka 0 (nol), dalam Prasasti Kedukan Bukit dan asumsi sebuah jalur pengetahuan matematika.

Baca juga:   Head to Head Indonesia vs Brunei U-23: Garuda Muda Selalu Menang!

Mengutip rilis dari ITB, menurut Iwan terdapat dua pendapat asal usul bilangan 0 dan sistem desimal. Pertama, sebelum tahun 1930, orang berkeyakinan bilangan nol dan sistem desimal berasal dari Arab. Kedua, setelah tahun 1930, bilangan nol dan sistem desimal berasal dari India (India Intra Gangem). Namun kedua pendapat ini tidaklah tepat dengan bukti peninggalan yang ada.

Bilangan 0 dan sistem desimal tertua di Indian Intra Gangem, ditemukan pada abad ke-9. Hal ini sudah dapat membantah pernyataan kedua. Karena pada abad ini, pedangan Arab sudah memasuki India dan harus dicari di India Extra Gangem.

Baca juga:   Riset Robotika di Teknik Elektro Unpad: Kontribusi untuk Kemajuan Teknologi Indonesia

Akhirnya dilakukan penelitian pada India Extra Gangem, didapatkan hasil bilangan 0 dan sistem desimal tertua terdapat pada Prasasti Aryabhata Patna di Nalanda, yang ditemukan di abad ke-5. Pada abad ke-6, ditemukan pada Prasasti Kedukan Bukit (Sumatera) dan Prasasti Sambor (Kamboja).

Argumen ini cukup kuat, karena melihat hubungan kerajaan Nalanda dan Sriwijaya yang erat kala itu. Namun, bukan berarti menjadi bukti yang pasti dan masih perlu dilakukan kajian ulang terkait hal ini.

Baca juga:   Pelaksanaan UTBK Gelombang II Tahun 2023 di ITB Mulai Dilaksanakan Hari Ini

Kemudian abad ke-9, Matematikawan Al-Khwarizmi mulai menuliskan buku yang berjudul “Indian Computation”. Pada abad ke-13 Matematikawan Fibonacci, mulai menduniakan bilangan 0 dan sistem desimal.(ytn)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: Guru BesarITBSejarah


Related Posts

Tragedi Suradiningrat I: Kisah Bupati Ponorogo yang Menjadi “ATM” Politik Mataram
PASNUSANTARA

Tragedi Suradiningrat I: Kisah Bupati Ponorogo yang Menjadi “ATM” Politik Mataram

4 Mei 2026
ITB Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Kampus Top Eropa di Belanda
HEADLINE

ITB Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Kampus Top Eropa di Belanda

25 April 2026
itb utbk
HEADLINE

Pelaksanaan UTBK 2026 di ITB Hari Pertama Berjalan Lancar

22 April 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.