CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASJABAR

Perangi Pengangguran, DPRD Kota Bekasi ingin Industri Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

Yatti Chahyati
2 Maret 2026
Kebijakan DPRD Kota Bekasi

Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi, Arif Rahman Hakim. (Foto : ist)

Share on FacebookShare on Twitter

# Kebijakan DPRD Kota Bekasi

BEKASI, WWW.PASJABAR.COM — Sebagai salah satu kota penyangga terbesar di sekitar Jakarta, Bekasi dikenal sebagai pusat industri, perdagangan, dan jasa.

Kehadiran banyak pabrik dan perusahaan besar semestinya menjadi magnet penyerapan tenaga kerja.

Namun, realitasnya angka pengangguran tetap berada di level yang relatif tinggi.

Kondisi pengangguran ini sebenarnya mengalami sedikit penurunan dibanding periode sebelumnya, namun belum signifikan.

Saat ini memang tercatat Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Bekasi yang mencapai sekitar 7,8 – 7,9 persen menunjukkan tantangan yang masih besar di sektor ketenagakerjaan, meskipun kota ini berkembang pesat sebagai daerah industri dan perdagangan.

Penyerapan Tenaga Kerja

Ke depan, DPRD Kota Bekasi memastikan akan terus mengawal kebijakan penyerapan tenaga kerja lokal agar implementasinya berjalan sesuai aturan sekaligus menjaga iklim investasi tetap kondusif di Kota Bekasi.

Baca juga:   Kepala Kejati Jawa Barat Silaturahmi ke PB Paguyuban Pasundan

Menyikapi fenomena ini DPRD Kota Bekasi mendorong perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Kota Bekasi untuk memprioritaskan warga lokal dalam proses perekrutan tenaga kerja.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi, Arif Rahman Hakim, menanggapi keluhan masyarakat terkait minimnya akses lapangan pekerjaan di tengah pesatnya pertumbuhan kawasan industri.

Menurut Arif, persoalan ketersediaan lapangan kerja masih menjadi aspirasi yang paling sering disampaikan warga, khususnya di wilayah yang berdampingan langsung dengan kawasan industri.

“Isu ketersediaan lowongan pekerjaan di pusat-pusat industri yang berdampingan dengan pemukiman kembali mendominasi aspirasi warga,” ungkap Arif.

Baca juga:   Ridwan Kamil Imbau Perusahaan Tak Boleh Cicil THR

Persoalan Klasik

Ia mengatakan, kebutuhan masyarakat terhadap pekerjaan merupakan persoalan klasik yang hampir selalu muncul dalam setiap kegiatan serap aspirasi.

“Mencari kerja menjadi pertanyaan yang paling banyak disampaikan masyarakat. Ini menjadi atensi yang paling rutin terjadi,”  Arif menambahkan.

Meski demikian, Arif mencatat adanya perkembangan positif dalam penyerapan tenaga kerja lokal di wilayah Bekasi Utara.

Sejumlah perusahaan baru dinilai mulai menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar dengan membuka peluang kerja bagi warga setempat.

Ia mencontohkan gudang FamilyMart yang baru beroperasi dan telah menyerap tenaga kerja dari lingkungan sekitar. Selain itu, PT PAS serta beberapa perusahaan lainnya juga disebut telah merekrut banyak tenaga kerja lokal.

Baca juga:   21 Kendaraan Tabrakan Beruntun di Tol Cipularang, 6 Tewas

“Salah satunya gudang FamilyMart yang baru dua minggu diresmikan sudah banyak menampung warga sekitar. Begitu juga dengan PT PAS dan perusahaan lainnya yang telah merekrut tenaga kerja lokal,” ungkapnya.

Keterbukaan Informasi

Arif menekankan pentingnya keterbukaan informasi lowongan kerja dari pihak perusahaan sebagai langkah konkret untuk menekan angka pengangguran.

Menurutnya, hubungan harmonis antara kawasan industri dan permukiman hanya dapat terwujud apabila masyarakat merasakan langsung dampak ekonomi dari aktivitas industri di lingkungannya.

“Kami memberikan apresiasi kepada perusahaan yang sudah menampung dan memprioritaskan warga sekitar untuk bekerja. Ke depan, DPRD akan terus mengawal agar penyerapan tenaga kerja lokal benar-benar dirasakan masyarakat,”  Arif menutup pembicaraan. (*/adv)

# Kebijakan DPRD Kota Bekasi

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Yatti Chahyati
Tags: ekonomi daerahindustri dan investasijawa baratkebijakan publikketenagakerjaanpasar kerjaPembangunan DaerahPemerintahan Daerahpengangguran perkotaanserap aspirasi masyarakat


Related Posts

Sebuah pohon Kiara Payung tumbang di Jalan Encep Kartawiria, Cimahi, menimpa gerobak pedagang dan melukai 11 orang, termasuk siswa sekolah dasar. (Uby/pasjabar)
HEADLINE

Pohon Kiara Payung Tumbang di Jalan Encep Kartawiria Cimahi, 11 Orang Jadi Korban

4 Mei 2026
Viral video seorang anak disabilitas di Bandung Barat memiliki kebiasaan memakan rumput sejak usia 4 tahun. Bupati Jeje Ritchie Ismail turun tangan berikan bantuan. (Uby/pasjabar)
HEADLINE

Viral Bocah di Bandung Barat Gemar Makan Rumput, Bupati Jeje Ritchie Ismail Instruksikan Penanganan Intensif

30 April 2026
harga elpiji naik
PASJABAR

Harga Elpiji Naik, KDM Ungkap Kearifan Lokal Bisa Jadi Alternatif

21 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.