BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Ribuan umat Muslim Muhammadiyah di Bandung melaksanakan Salat Idulfitri lebih awal pada Jumat (20/3/2026) pagi di Lapangan Lodaya.
Pelaksanaan ini mengikuti penetapan 1 Syawal oleh Muhammadiyah terutama di Bandung ini yang jatuh pada 20 Maret 2026, lebih awal dibandingkan keputusan pemerintah.
Sejak pagi hari, ribuan jemaah tampak berdatangan ke lokasi untuk melaksanakan salat Id. Diperkirakan sekitar tiga hingga lima ribu warga mengikuti pelaksanaan ibadah tersebut dengan tertib dan khusyuk. Mereka datang bersama keluarga, membawa perlengkapan salat, dan memadati area lapangan.
Penetapan 1 Syawal oleh Muhammadiyah didasarkan pada metode hisab, yang dalam hal ini merujuk pada telah terlihatnya hilal di wilayah lain, seperti Turki. Hal tersebut menjadi dasar bahwa Idulfitri dapat dirayakan pada Jumat, 20 Maret 2026.
Perbedaan Penetapan Diminta Disikapi dengan Toleransi
Panitia Salat Id, Sani Sanjaya, mengimbau masyarakat untuk menyikapi perbedaan penetapan hari raya dengan sikap saling menghormati.
“Perbedaan ini jangan dijadikan hal yang tidak baik, tapi harus menjadi hal yang baik dengan saling bertoleransi atas perbedaan yang ada,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa perbedaan penentuan awal Syawal merupakan hal yang kerap terjadi dan sudah menjadi bagian dari dinamika dalam kehidupan beragama di Indonesia. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tetap menjaga kerukunan dan persatuan.
Sebelumnya, umat Muhammadiyah juga telah memulai ibadah puasa Ramadan lebih awal, yakni pada 18 Februari 2026. Dengan demikian, perayaan Idulfitri yang jatuh pada 20 Maret menjadi penutup rangkaian ibadah Ramadan bagi warga Muhammadiyah.
Pelaksanaan Salat Id ini berlangsung lancar dan tertib, serta tetap mengedepankan suasana kekeluargaan di tengah perbedaan penetapan hari raya. (uby)







