CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Sabtu, 9 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASPENDIDIKAN

Dosen STEI ITB Kembangkan Switched Reluctance Motor, Ini Keunggulannya

Yatti Chahyati
1 Juli 2022
Dosen STEI ITB Kembangkan Switched Reluctance Motor, Ini Keunggulannya

Dosen STEI ITB, Dr. Jihad menerangkan keunggulan SRM dalam kegiatan Workshop Series LPPM ITB, Rabu (22/6/2022) lalu. (Foto: www.itb.ac.id)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Motor listrik merupakan sebuah alat yang mampu mengubah energi listrik menjadi energi kenetik. Hal itu dikatakan oleh Dosen peneliti STEI ITB, Dr. Jihad Furqani.

Dia menyebutkan motor listrik akrab ditemui pada benda-benda di sekitar kita, seperti blender, mixed food processor, microwave, hingga kendaraan listrik yang mulai naik pamor karena lebih ramah lingkungan. Sektor transportasi merupakan penyumbang terbesar pencemaran udara di dunia karena gas buang yang dihasilkan.

Dosen peneliti STEI ITB tersebut menjelaskan tiga jenis motor listrik, yakni motor listrik dengan magnet permanen, motor induksi, dan Switched Reluctance Motor (SRM).

“Magnet permanen tersusun dari material langka berupa neodymium atau dysprosium. Sebenarnya jumlahnya melimpah di perut bumi, akan tetapi 80 persen materialnya terkonsentrasi di daratan Cina. Oleh karena itu, bukan menjadi hal yang mengherankan jika Cina masih mendominasi teknologi kendaraan listrik di dunia,” jelasnya.

Baca juga:   ITB Akan Klarifikasi Besok Soal Dugaan Kampanye LGBT Saat OSKM Mahasiswa Baru

Proses penambangan dan pengolahan magnet permanen tersebut juga menelan biaya dan usaha yang sangat besar. Hal ini menyebabkan harganya sangat mahal dan melekat dengan kendaraan para taipan.

“Ini menimbulkan kegamangan di tengah-tengah masyarakat. Keinginan membeli kendaraan yang ramah lingkungan terbentur dengan keterbatasan biaya,” tutur Dr. Jihad.

Sementara untuk motor induksi merupakan salah satu jenis motor listrik tanpa magnet permanen yang sangat populer saat ini dan dapat ditemui pada pompa air. Kelemahannya adalah memiliki komponen yang sangat banyak sehingga tidak cocok diterapkan pada kendaraan listrik.

Sedangkan motor SRM masih kalah populer dengan motor listrik dengan magnet permanen maupun motor induksi. Jenis itu mulai dikembangkan sejak tahun 1960-an. Dr. Jihad menerangkan keunggulan SRM dalam kegiatan Workshop Series LPPM ITB, Rabu (22/6/2022) lalu.

Baca juga:   FMIPA ITB Beri Cara Belajar Astrografi Menggunakan Kamera Ponsel

“Dibandingkan dengan motor listrik jenis lainnya, SRM memiliki komponen paling minim dan tidak menggunakan magnet permanen sehingga unggul dalam segi biaya dan keandalan,” ujarnya. Karena kelebihannya ini, Dr. Jihad bersama peneliti dari ITB dan PINDAD tengah mengembangkan SRM sebagai penggerak kendaraan roda dua dan tiga.

“Saya bercita-cita beberapa tahun ke depan, Indonesia mampu menggarap sendiri produksi kendaraan listrik sehingga tidak hanya menjadi kemewahan bagi kalangan atas, tetapi juga mampu menjamah seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Layaknya dua sisi mata uang, SRM juga memiliki kekurangan. Berbanding terbalik dengan motor listrik menggunakan magnet, SRM menghasilkan tingkat kebisingan yang tinggi bagi kendaraan listrik. Sejauh ini, penggunaannya hanya berkutat pada kendaraan berat seperti traktor dan gokart.

“SRM tidak akan mampu menyaingi superioritas motor listrik dengan magnet permanen, akan tetapi ia mampu bersaing jika didesain sedemikian rupa sehingga memiliki efisiensi yang sama. Cara paling mudah adalah mengganti material inti besi yang digunakan.”

Baca juga:   Minimalisir Penyebaran COVID-19, Tel-U Buat Robot Disinfeksi, Sterilisasi

Material yang lebih baik akan memberikan losses yang lebih rendah sehingga menghasilkan efisiensi yang lebih baik. Kemudian dari segi kontrol, bisa memofidikasi arus sesaat yang diberikan agar kutub rotor tertarik sehingga bisa menghasilkan torsi dan daya yang diinginkan.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan Dr. Jihad, SRM tersebut dimodifikasi kendali arusnya sehingga mendapatkan torsi 10 Nm. Kebisingannya berkurang signifikan mencapai 20 dB pada frekuensi 2.700 Hz.

Metode tersebut bisa menjawab permasalahan kebisingan yang ditimbulkan SRM. SRM perlu ditekan tingkat kebisingannya agar tidak merusak pendengaran, tetapi kebisingan ini tidak boleh dihilangkan sepenuhnya karena akan mengurangi kewaspadaan pengendara lainnya.*

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: EnergiITBmotor listrikSRMSwitched Reluctance Motor


Related Posts

ITB Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Kampus Top Eropa di Belanda
HEADLINE

ITB Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Kampus Top Eropa di Belanda

25 April 2026
itb utbk
HEADLINE

Pelaksanaan UTBK 2026 di ITB Hari Pertama Berjalan Lancar

22 April 2026
ITB SSU
HEADLINE

ITB Perpanjang Pendaftaran SSU 2026, Beri Kesempatan Lebih Luas

20 April 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.