CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Sabtu, 9 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Ancaman Boikot Piala Dunia 2026: FIFA Berpotensi Menghadapi Kebangkrutan Finansial Dan Gugatan Hukum Terbesar Dalam Sejarah Sepak Bola Dunia

pri
28 Januari 2026
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mendapat penghargaan trofi perdamaian dari FIFA atau FIFA Peace Prize di tengah-tengah acara undian Piala Dunia 2026. Final Draw atau undian Piala Dunia 2026 digelar di John F. Kennedy Center for the Performing Arts, Washington, D.C. pada Jumat (5/12/2025) pukul 12.00 Eastern Time atau tengah malam WIB.(FIFA)

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mendapat penghargaan trofi perdamaian dari FIFA atau FIFA Peace Prize di tengah-tengah acara undian Piala Dunia 2026. Final Draw atau undian Piala Dunia 2026 digelar di John F. Kennedy Center for the Performing Arts, Washington, D.C. pada Jumat (5/12/2025) pukul 12.00 Eastern Time atau tengah malam WIB.(FIFA)

Share on FacebookShare on Twitter

WWW.PASJABAR.COM — Gelaran Piala Dunia 2026 yang direncanakan berlangsung mulai Juni hingga Juli mendatang kini tengah menghadapi ancaman boikot sangat serius.

Desakan muncul agar FIFA segera membatalkan status tuan rumah Amerika Serikat akibat pengaruh politik Donald Trump terhadap turnamen internasional tersebut.

Jerman sebagai kekuatan besar sepak bola Eropa kini dilaporkan semakin mendukung langkah boikot sebagai respons atas ketegangan diplomatik Washington.

Pernyataan kontroversial mengenai Greenland serta ancaman tarif perdagangan terhadap Uni Eropa menjadi penyebab utama ketegangan diplomatik yang terjadi saat.

Selain Jerman negara dengan tradisi sepak bola kuat seperti Inggris serta Spanyol dan Skotlandia juga mulai menyuarakan ancaman boikot.

Analisis Pakar Mengenai Potensi Kebangkrutan Badan Pengatur FIFA

Pakar keuangan sepak bola Rob Wilson memperingatkan bahwa membatalkan atau memindahkan Piala Dunia berpotensi membuat FIFA berakhir mengalami kebangkrutan.

Baca juga:   Timnas Indonesia Panggil 32 Pemain

Masalah utama bukanlah soal biaya penyelenggaraan saja melainkan kerumitan kontrak serta logistik dan pengaturan keamanan yang sudah sangat matang.

Infrastruktur siaran serta berbagai aspek legal yang muncul menjadi hambatan besar bagi FIFA jika ingin memindahkan lokasi tuan rumah.

Anggaran untuk menyelenggarakan seluruh rangkaian Piala Dunia diperkirakan bisa mencapai angka fantastis yaitu empat miliar dolar Amerika Serikat tersebut.

Setiap kota penyelenggara bahkan telah menghabiskan dana hingga dua ratus lima puluh juta dolar untuk renovasi berbagai aspek pendukung.

Risiko Finansial Dan Kerugian Dari Berbagai Sektor Strategis

Dana tersebut digunakan untuk pembangunan taman penggemar serta proyek transportasi dan peningkatan jumlah kamar hotel di setiap kota tuan.

Baca juga:   Hasil Quick Count: Farhan – Erwin Unggul di Pilwalkot Bandung 2024

Relokasi tuan rumah secara paksa dinilai tidak masuk akal karena logistik turnamen ini sudah benar-benar tidak dapat diubah lagi.

Biaya untuk memindahkan Piala Dunia ke negara tuan rumah baru diperkirakan akan melebihi angka tujuh miliar dolar Amerika Serikat.

Angka tersebut belum termasuk biaya tambahan untuk kompensasi rencana perjalanan baru serta risiko gangguan besar pada seluruh jadwal pertandingan.

FIFA dan pemangku kepentingan akan kehilangan potensi pendapatan dari sektor sponsor serta akomodasi dan pariwisata jika boikot terjadi.

Baca juga:   40 Orang Terpapar COVID-19 Pemprov Jabar Tolak Disebut Klaster Perkantoran

Opsi Penundaan Dan Ancaman Gugatan Kelompok Terbesar Sejarah

Rob Wilson menyebutkan bahwa opsi penundaan jadwal penyelenggaraan jauh lebih mungkin dilakukan jika berkaca pada pengalaman era pandemi lalu.

Pemindahan tuan rumah secara mendadak akan memungkinkan para penonton mengajukan klaim ganti rugi yang sangat besar kepada pihak FIFA.

Seluruh rangkaian kejadian tersebut berpotensi menjadi gugatan kelompok terbesar dalam sejarah hukum dunia bagi badan pengatur sepak bola internasional.

Penghapusan pendapatan dari aktivitas tambahan seperti restoran dan pariwisata akan memberikan dampak finansial yang sangat menghancurkan bagi para pemangku.

Wilson menyimpulkan bahwa meskipun pembatalan dengan penundaan disarankan namun kemungkinan besar FIFA tidak akan memilih opsi yang sangat berat.

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: Analisis Rob Wilson FIFAberita bolaBiaya Penyelenggaraan Piala Dunia 2026boikotBoikot Piala Dunia 2026 Jerman Inggrisdonald trumpDonald Trump Tuan Rumah World CupEkonomi OlahragafifainggrisjermanPiala Dunia 2026Potensi Kebangkrutan FIFA Piala Dunia 2026Rob Wilson


Related Posts

Luis Enrique PSG
HEADLINE

PSG vs Bayern: Luis Enrique Meledak! “Tak Ada yang Akan Berhenti Bertarung!”

6 Mei 2026
ole romeny oxford united
HEADLINE

Oxford United Terdegradasi, Nasib Ole Romeny Jadi Sorotan

3 Mei 2026
Kota Takai mencegah aksi Marselino Ferdinan dalam duel timnas Jepang vs Indonesia di Osaka (10/6/2025). (PAUL MILLER/AFP)
HEADLINE

Tampil Starter! Marselino Ferdinan Beri Kontribusi Instan Saat AS Trencin B Gilas Raca Bratislava 8-2

2 Mei 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.