CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Ini Alasan Bahasa Sunda di Bandung Sudah Memprihatinkan

Yatti Chahyati
22 Februari 2019
Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, PASJABAR.COM — Kota Bandung merupakan Ibu Kota Provinsi Jawa Barat yang penduduknya mayoritas bersuku Sunda. Namun penggunaan Bahasa Sunda di kalangan generasi muda Kota Bandung terbilang cukup memprihatinkan.

Kekhawatiran tersebut dirasakan oleh Pemerhati Bahasa Sunda, Faza Fauzan Azhima yang juga guru Bahasa Sunda di SMP PGII 1 Bandung. Menurutnya, tak banyak siswa yang secara utuh berkomunikasi dengan bahasa Sunda baik di sekolah maupun di rumah.

“Bisa dihitung jari, lah. Dari satu kelas yang jumlahnya 33-35 orang, siswa yang menggunakan bahasa Sunda di rumahnya kurang dari lima orang,” ujar Faza.

Menurutnya, hal itu terjadi salah satunya karena penggunaan bahasa tutur di rumah. Ia menemukan sebagian orang tua bertutur dengan bahasa Indonesia kepada anak, meskipun baik ayah maupun ibu merupakan orang Sunda asli. Itu menjadi faktor yang mendasar. ‎

Baca juga:   Normalisasi Sungai Terbukti Tekan Banjir Rancaekek

“Lingkungan paling awal mengenalkan bahasa Sunda itu justru dari rumah seharusnya,” ujarnya.

Faktor kedua adalah akulturasi budaya. Bandung merupakan kota heterogen yang menjadi “melting pot”  atau keragaman berbagai budaya di Indonesia. Sejak awal berdirinya, Kota Bandung memang dirancang menjadi kota pelesir sehingga banyak wisatawan yang datang, tinggal, lalu menetap.

Hal tersebut mendorong orang Kota Bandung untuk bisa menyesuaikan diri agar bisa berkomunikasi dengan orang dari luar Sunda. Kemudian menjadi membudaya. Bahkan kini muncul dialek, dan bahasa baru yang ditimbulkan oleh akulturasi itu.

“Bahasa itu kan salah satu unsur budaya yang paling terlihat, dan produk budaya yang dinamikanya paling tinggi. Setiap saat terus bertambah, ya kosakatanya, ya dialek. Itu juga dipengaruhi oleh struktur sosial, misalnya usia, lingkungan, jadi muncul bahasa baru,” katanya.

Baca juga:   Gol Kilat Patricio Matricardi Bawa Persib Bandung Ungguli PSIM Yogyakarta di Babak Pertama

Pengaruh media juga menjadi sangat signifikan. Beragam informasi yang bisa diakses dengan mudah melalui gawai juga secara langsung dapat mempengaruhi konstruksi sosial masyarakat.

“Di era disrupsi ini di mana ada revolusi industri 4.0, percepatan arus informasi semakin deras, tidak menutup kemungkinan bahasa akan mengalami perubahan yang lebih cepat, bahkan bisa menambah kosakata baru, itu jadi fenomena yang cukup unik,” imbuhnya.

Sebagai pemerhati budaya, pria lulusan Universitas Padjadjaran ini pun mengajak kepada warga Kota Bandung untuk tetap melestarikan bahasa Sunda sebagai kekayaan budaya tanah air. Kendati perubahan zaman dan percepatan informasi merupakan sesuatu yang tak bisa terhindarkan. Namun rasa cinta terhadap budaya lokal juga tak boleh terlupakan.

Baca juga:   Kota Bandung Siap Gelar Urban 20, Pemimpin Kota Dunia Akan Hadir

“Minimal dari keluarga ‘kudu dipancegan’ (harus diteguhkan). Minimal dari lingkungan terdekat, dari keluarga coba memperkenalkan lagi bahasa ibu masing-masing. Di sekolah, guru-guru bahasa daerah jangan sungkan pakai pengantar bahasa Sunda. Kalau terbiasa, anak jadi merekam. Bahasa mah karena terbiasa,” ucapnya.

Hal lain, ia juga mengakui, sosial media yang kini banyak digandrungi anak muda juga bisa menjadi alat untuk mempromosikan kembali bahasa Sunda. Ia yakin, cara itu juga bisa menjadi sangat efektif.

“Apalagi anak muda, tinggal dibikin konten yang menarik, itu bisa jadi solusi baik dari pemerintah, komunitas, atau individu yang masih peduli terhadap (kelestarian) bahasa Sunda,” katanya. (put)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: bahasa sundagenerasi milenialkota bandungpemkot bandungPemprov Jabar


Related Posts

PHBS
HEADLINE

Pemkot Bandung Fokuskan PHBS pada Sekolah dan Pola Makan

7 Mei 2026
Pemkot Bandung mempertimbangkan perpanjangan waktu seleksi pengelola Kebun Binatang Bandung karena minimnya peminat akibat persyaratan ketat. (Eci/pasjabar)
HEADLINE

Pendaftaran Segera Ditutup, Pemkot Bandung Pertimbangkan Perpanjangan Seleksi Pengelola Kebun Binatang

4 Mei 2026
darurat sampah
HEADLINE

Kuota Sarimukti Ditutup, Kota Bandung Masuk Masa Darurat Sampah

2 Mei 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.