CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASPENDIDIKAN

Nurhayati, Perempuan Pertama Peraih Doktor Kehormatan ITB

admin
5 April 2019
Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, PASJABAR.COM — Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk pertama kali memberikan gelar Doctor Honoris Causa atau Doktor Kehormatan kepada perempuan. Gelar itu diberikan kepada Nurhayati Subakat.

Pemberian gelar dilakukan di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB, Kota Bandung, Jumat (5/4/2019). Nama Nurhayati pun kini sejajar dengan peraih gelar serupa seperti Presiden Soekarno, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, serta beberapa tokoh lain yang semuanya laki-laki.

“Proses penganugerahan Doctor Honoris Causa ini memakan waktu yang sangat panjang,” kata Rektor ITB Kadarsyah Suryadi.

Dari mulai pengusulan calon penerima gelar hingga penetapan, semuanya berlangsung secara ketat. Ada beberapa aspek penilaian yang dilakukan.

“Ada tiga aturan (penilaian). Yang pertama, karya inovasinya harus menonjol. Kedua, kearifan dan kebijakan dari calon dalam pemanfaatan karyanya itu. Ketiga, yang bersangkutan harus terus belajar mengembangkan ilmunya,” kata Ketua Tim Promosi Yeyet Cahyati Sumirtapura.

Baca juga:   Sebanyak 434 Mahasiswa Program PPG Unpas Lulus, Tingkat Kelulusan Tahun Ini Tinggi

Dari berbagai aspek penilaian tersebut, Nurhayati yang merupakan CEO PT Paragon Technology and Inovation itu dinilai layak mendapatkan gelar doktor kehormatan.

“Ibu Nurhayati ini pantas dan memenuhi persyaratan untuk mendapatkan gelar kehormatan ini,” ungap Yeyet.

Melalui pemberian gelar itu, ITB berharap kaum perempuan semangat melaukan berbagai hal. Bahkan, tidak menutup kemungkinan ITB akan memberikan gelar serupa untuk para perempuan lain yang dinilai berontribusi untuk masyarakat, bangsa, dan negara.

“Mudah-mudahan ke depan lebih banyak lagi kaum hawa yang menyusul karena terinspirasi oleh Ibu Nurhayati,” timpal Kadarsyah.

Sementara itu, Nurhayati mengungkap syukur atas gelar kehormatan yang diberikan kepadanya. Ia berharap pencapaiannya menjadi ispirasi bagi kaum hawa untuk berkarya dalam berbagai hal.

Baca juga:   LPPM ITB Kembangkan Tenda Fleksibel

“Selama ini kita (masyarakat) merasa perempuan enggak bisa (melakuka hal besar). Tapi ini jadi bukti perempuan itu punya potensi,” tutur Nurhayati.

Ia sendiri merendah. Gelar yang diterima dianggap bukan karena kesuksesannya sendiri. Tapi, kesuksesan itu adalah berkat andil besar karyawannya yang mencapai 11 ribu orang.

Menariknya, dari 11 ribuan karyawan itu, sekitar 1.000 orang merupakan sarjana. Dari 1.000 sarjana itu, 200 di antaranya merupakan lulusan ITB.

“Saya merasa ini seperti karya alumni ITB. Karena suami saya alumni ITB, saya dan dua anak saya juga alumni ITB. Ini jadi bukti kalau ITB bisa mendidik putra-putri terbaik bangsa,” ungkap Nurhayati.

PT Paragon Technology and Inovation sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang kosmetik. Salah satu brand paling besar dari perusahaan ini adalah Wardah.

Baca juga:   Rektor Unisba Raih Runner Up Academic Leader 2019

Perjalanan membesarkan perusahaan itu dimulai 34 tahun lalu. Saat itu, Nurhayati membagun bisnis home industry dengan produk shampo. Perjalanan bisnis Nurhayati pun terus berkembang hingga akhirnya bisa seperti sekarang.

Suka dan duka ia alami. Tempat produksinya bahkan pernah terbakar habis pada 1990. Tapi, keuletan dan kerja kerasnya berbuah manis. Usahanya pun semakin melesat.

Produk perusahaan Nurhayati bahkan sudah menembus pangsa pasar Malaysia dan Brunei Darussalam. Ke depan, langkah ekspor perusahaannya pun akan merambah Timur Tengah hingga Afrika.

Dalam perjalanan karirnya, Nurhayati sudah meraih berbagai penghargaan dari dalam dan luar negeri, Kiprahnya dinilai menjadi inspirasi bagi banyak orang. (ors)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: Doctor Honoris Causadoktor perempuan pertamaInstitut Teknologi BandungITB


Related Posts

ITB Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Kampus Top Eropa di Belanda
HEADLINE

ITB Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Kampus Top Eropa di Belanda

25 April 2026
itb utbk
HEADLINE

Pelaksanaan UTBK 2026 di ITB Hari Pertama Berjalan Lancar

22 April 2026
ITB SSU
HEADLINE

ITB Perpanjang Pendaftaran SSU 2026, Beri Kesempatan Lebih Luas

20 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.