CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASPENDIDIKAN

FTK UIN SGD Bandung Gelar Workshop Metode Bimbingan Tahfizh Al-Quran

admin
20 Mei 2019
Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung menggelar Workshop Metode Bimbingan Tahfizh Al-Qur’an sebagai upaya mencetak lulusan sarjana ulama zaman now, di Hotel Puri Khatulistiwa, Jl Raya Jatinangor Sumedang, beberapa waktu lalu.

Adapun acara ini dinarasumberi oleh KH Sa’dulloh SQ, M.MPd (Pimpinan Pondok pesantren Al-Hikamussalafiyyah Sumedang), Prof. Dr. Dinn Wahyudin, M.Ed (Guru Besar bidang Ilmu Pengembangan Kurikulum UPI), Dr. Acep Suryadi Fatoni, M.Si (Dosen Pendidikan Fisika dan Pendidikan Teknologi Dasar UPI).

Dekan FTK, Dr. Tedi Priatna, M.Ag didampingi Ketua Pelaksana, Hariman Surya Siregar, M.Ag,  menjelaskan bahwa kegiatan workshop yang diikuti 205 peserta terdiri dari dosen dan tenaga kependidikan FTK ini dilatarbelakangi oleh kenginan dari semua civitas akademik tentang penyempurnaan model dan panduan khusus tentang cara membimbing tahsin dan tahfid al-Quran, sehingga memudahkan dosen melaksankan bimbingan pada kegiatan tersebut.

Baca juga:   Sidang Doktor Ilmu Sosial Latifah Adnani Analisis Strategi Bisnis Syariah pada Unit Usaha Produktif di Pesantren Darul Fallah

“Acara ini juga untuk memberikan pemahaman yang komfrehensif bagi dosen di lingkungan FTK tentang cara atau model membimbing mahasiswa pada kegiatan bimbingan tilawah, bimbingan tahsin dan tahfidz,” terangnya.

Sedangkan untuk mahasiswa, kegiatan ini sebagai support dari instruksi Rektor UIN SGD Bandung, bahwa semua mahasiswa UIN SGD Bandung setelah menyelesaikan studinya harus baik, mahir bacaan Alqurannya, dan minimal harus hafal 1 Juz Alquran (juz 30).

Sementara itu,  KH Sa’dulloh SQ, M.MPd mengungkapkan bahwa Generasi Qurani dapat mewujudkan cita-cita mulia menjadi Hafidz Alquran, seperti dalam hadits riwayat Bukhori, “Sebaik-baik kamu sekalian adalah orang yang belajar Alquran dan mengajarkannya”.

“Prinsip menghafal Alquran adalah proses mengulang-ulang bacaan Alquran. Karena penghalang utama menghafal Alquran itu malas. Saat bulan ramadhan inilah momentum yang pas untuk mengulang-ulang bacaan. Dalam semalam saya bisa mengulang 1,5 juz, sehingga dalam 20 malam bisa hatam Alquran,” ujarnya.

Baca juga:   Paguyuban Pasundan dan Yayasan Rancage Berikan Penganugrahan Sastra Rancage

Sebelum menghafal Alquran seorang calon hafizh harus membenarkan pengucapan dan bacaan dalam Al-Qur’an, agar mudah untuk menghafalnya, maka calon hafizh harus khatam Alquran 30 juz secara bin-nazhar (melihat mushaf), dan menggunakan satu mushaf Alquran.

“Menggunakan satu mushaf menjadi penting untuk menghafal Alquran supaya  tetap terjaga hafalannya. Waktu yang tepat untuk membaca dan mengulang hafalan itu sepertiga malam sekitar jam 3 pagi di masjid,” paparnya.

Diakuinya, untuk menjaga hafalan Alquran bisa menggunakan metode Tahsin, yaitu metode untuk menyempurnakan semua hal yang berkaitan dengan kesempurnaan dalam pengucapan huruf-huruf Alquran. Mulai dari kesempurnaan sifat yang senantiasa harus melekat padanya, sampai pada pengucapan hukum bacaan satu huruf dengan lainnya seperti hukum nun mati dan tanwin, mim mati, hukum bacaan mad, dan sebagainya.

Baca juga:   Sidang Doktor Ilmu Manajemen Zulia Khairani Bahas Pengaruh Periklanan Cetak, Digital Marketing dan Kelompok Referensi

“Prinsip membaca Alquran itu haqqa tilawah yakni membaca dengan sebenar-benar bacaan. Sebaiknya mereka yang sudah hafal dengan menggunakan metode Tahsin tidak langsung membimbing kepada calon tahfizh, tapi harus memperdalam pemahaman tentang kandungan Alquran untuk dijadikan pedoman dan dijalankan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.Dalam konteks kampus diperlukan dukungan dan kebijakan pimpinan untuk mencetak generasi Qurani.

“Jangan sampai, banyak perlombaan tahfizh digelar, tapi yang mengujinya masih melihat Alquran karena memang tidak hafal Alquran 30 juz. Perilaku ini yang saya kritik,” terangnya.

Untuk mencetak generasi Qurani di lingkungan UIN SGD Bandung setiap tahunnya digelar Olimpiade Alquran antar fakultas dalam bidang tilawah (Musabaqah Tilawatil Quran/MTQ) dengan kategori mujawwad, dan tahfidz (Musabaqah Hifdzil Quran/MHQ). (*/Tan)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: FTK UIN SGDtahfizh al qurantarbiyah


Related Posts

No Content Available

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.