CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Senin, 11 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASBANDUNG

Kecelakaan di Bandung Masih Didominasi Motor

admin
22 Agustus 2019
Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Setelah bertahun-tahun mengadakan sosialisasi dan edukasi oleh Bomber Philantropies Initiativ For GlobAl Road Safety (BIGRS), ternyata jumlah kecelakaan lalulintas di Kota Bandung masih didominasi pengendara kendaraan roda dua.

“Berdasarkan catatan kami, 68% kecelakaan di Kota Bandung adalah sepeda motor,”  ujar Enforcement Assistant pada Bloomberg Philantropies Initiative for Global Road Safety (BIGRS) Kota Bandung, Johan Ramadhan, Kamis (22/8/2019).

Johan menambahkan, selama melakukan edukasi dan penelitian di Kota Bandung, BIGRS memulai dengan sosialisasi pentingnya menggunakan helm dengan klik helm. “Program ini dilakukan pada 2016,” tambah Johan.

Baca juga:   DPRD Kota Bandung Siap Fasilitasi Warga terkait Masalah Ini

Tahun selanjutnya, diteruskan dengan launching penggunaan sabuk pengaman. Setelah itu, pada 2018, disosialisasikan dengan spending.

“Di sini disosialisasikan berapa batas minimal dan batas maksimal mengendarai kendaraan,” tambahnya.

Menurut Johan, meskipun di Kota Bandung sering terjadi kemacetan, namun justru hal itu yang memicu pengendara tancap gas saat ada kesempatan.

“Hal-hal yang seperti itulah yang kemudian memicu terjadinya Kecelakaan lalulintas,” terang Johan.

Baca juga:   Unit SAR Unpad Raih Juara di Ajang Outdoor Skills Challenge

Pada 2019, berdasarkan hasil penelitian, ternyata yang dibutuhkan oleh Kota Bandung adalah pendalaman sosialisasi mengenai penggunaan helm dan klik helm.

“Pasalnya, hampir 90 % pengguna helm tidak mengencangkan tali yang ada di lagunya (klik helm,red). Sehingga, mereka hanya menggunakan helm saja, namun tidak kencang,” paparnya.

Hal ini yang mengakibatkan ketika terjadi benturan, kepala tetap terluka. Selain itu, melihat data yang dikumpulkan, pengguna kendaraan bermotor roda dua yang mengalami kecelakaan, kebanyakan berusia 15 tahun – 24 tahun.

Baca juga:   Jalur Wisata Ciwidey Macet, Polisi Berlakukan Sistem One Way

“Sehingga, banyak pengendara motor baru, yang belum mendapatkan edukasi,” tambahnya.

Karenanya, BIGRS berpendapat, bahwa sosialisasi klik helm ini perlu dilanjutkan dan dilakukan penekanan lebih lanjut. (Put)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: bandungkecelakaan di bandungkecelakaan motor di bandunglalulintas bandung


Related Posts

Sidang Doktor Ade Yusuf
HEADLINE

Sidang Doktor Ade Yusuf Bahas Pengaruh Faktor Teknologi terhadap Penggunaan Bukalapak

8 Mei 2026
Mahasiswa Tuli Unpad
HEADLINE

Nyaris Menyerah, Mahasiswa Tuli Ini Buktikan Bisa Wisuda dan Jadi Inspirasi di Unpad

6 Mei 2026
Sidang Doktor Wide Putra
HEADLINE

Wide Putra Ananda Raih Gelar Doktor dengan Cum Laude, Tawarkan Konstruksi Hukum Olahraga untuk Perlindungan Profesi Atlet

28 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.