CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASJABAR

Hentikan Upaya Menyudutkan Islam Sebagai Agama Intoleran

admin
24 Agustus 2019
Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Meski menjadi Indonesia salah satu negara paling toleran di dunia, nyatanya ada beberapa pihak yang mulai kembali menyudukan Islam sebagai agama intoleran di Indonesia.

Hal tersebut diungapkankan dalam FGD (Focus Group Discussion) Dekonstruksi Radikalisme Islam dan Reformulasi Penegakan Syari’at Islam dalam Konteks NKRI yang diselenggaran Najmutssaqib Bandung di Hegarmanah Room, Hotel Ardan Lantai 5, Jl. Sederhana, Sabtu (24/8/2019).

Diskusi tersebut dihadiri, Yayat Ruhiyat (Dewan Pembina Majelis Mujahidin Jawa Barat/Pimpinan Ponpes Al Muqorrobun), Mashun Sofyan (Ketua BE BKLDK Nasional/Yayasan Visi Generasi) , .M. Afif S (Ex DPD II HTI Jabar), Dadang Majid (FPI Kab. Bandung), Wawan (Jaringan Peduli Umat Jabar), Asep Muhargono (NII Crisis Center), Ahmad Ziarul Haq (KBNU Kota Bandung/Demisioner PMII Korwil Jabar), Junjun K (Madussalam/Jawara Sunda – JS 212) dengan moderator Bagus Setiawan.

“Orang Islam seperti kehilangan arah dan tidak mempunyai pegangan yang kuat dan cenderung terombang ambing tidak jelas, namun secara pribadi tidak merasa khawatir selama masih berpegangan kepada sunnatullah,” ujar Yayat Ruhiyat menanggapi Islam saat ini .

Baca juga:   Hubungan Internasional dalam Islam

Ia menyebutan jika yang perlu dilakukan saat ini yakni mengupgrade kembali pemikiran-pemikiran tentang Islam untuk mengembalikan kepada sunnatullah berdasarkan Al-Qur’an dan hadis.

“Reformulasi syariat islam, mengupgrade kembali syariat islam dengan formulasi yang lebih baik dari yang sudah ada. Islam jangan dituduh tidak tunduk kepada negara, karena pada hakikatnya dalam sejarah santri dan tokoh-tokoh islam menjadi pelopor lahirnya negara Indonesia. Stop juga kriminalisasi habib, karena para habib berperan dalam memfasilitasi berdirinya tegaknya NKRI,” tegasnya.

Hal senada dikatakan Dadang jika saat ini pemikiran Islam radikal harus di upgrade kembali, “Perlu meluruskan kembali tentang pandangan kepada Islam yang selalu di cap radikal, karena sejarah membuktikan bahwa tokoh-tokoh agama Islam lah yang berjuang dalam menegakkan kemerdekaan RI,” tegasnya.

Baca juga:   Jelang Perhelatan World Superbike, Vaksinasi di NTB Terus Diakselerasi

Sementara itu Wawan dari Jaringan Peduli Umat Jabar menyebutkan jika adanya ketidakadilan yang dilakukan oleh pemerintah yang akhirnya menjadikan Islam kalah oleh kaum minoritas.

“Sementara peran media yang sebagian besar dikuasai oleh nonmuslim selalu menggiring opini untuk menyudutkan Islam. Kita harus sepakat tegaknya persatuan NKRI dan sudah final, namun ada sebagian kelompok salahsatunya ormas Bansher yang selalu merasa paling NKRI. Dakwah jalanan yang dilakukan oleh temen-temen dalam menegakkan syariat islam salah satunya mulai dari ranah disekeliling kita yang tadi radikal menjadi lebih baik dan hijrah,” paparnya.

Ust. Jujun mengatakan jika  sebetulnya umat Islam itu sederhana, yaitu melakukan pengajian sedakoh melaksanakan ibadah, namun kadangkala umat islam ini selalu di politisasi oleh kepentingan tertentu.

Baca juga:   Problema Umat Islam

Dari hasil FGD tersebut disepakati bersama bahwa penegakan syari’at Islam dalam konteks NKRI yang berorientasi kepada individu melalui pelaksanaan syari’at, hakikat dan ma’rifat sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan;  Secara bersama-sama untuk melaksanakan dakwah tanpa unsur radikalisasi dan berkomitmen mengembalikan citra Islam sebagai agama yang benar dan menjadi rahmat bagi seluruh alam.  Komitmen bersma untuk mewujudkan gerakan dakwah tanpa radikalisasi Islam dan melaksanakan dakwah penegakan Islam secara damai, tegas, dan santun. Menjaga kondusifitas dan toleransi antar sesama umat beragama dalam kerangka sebagai anak bangsa untuk bersama-sama menegakan persatuan dan kesatuan NKRI. Memperbaharui pemikuran tentang Islam radikal dan hentikan upaya menyudutkan Islam sebagai agama yang intoleran.

“Meluruskan sejarah perjuangan para pejuang Islam dalam menegakkan beridirinya negara Indonesia. Dan Perlu dipahami kembali tentang Terminologi radikalisme yang benar,” tutur Bagus sebagai moderator. (*/tie)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: diskusifgdislamnegara islamSyari’at Islam


Related Posts

ruang lingkup hukum islam
CAHAYA PASUNDAN

Ruang Lingkup Hukum Islam

1 Mei 2026
islam
CAHAYA PASUNDAN

Hukum dalam Perspektif Islam

24 April 2026
pemikiran islam
CAHAYA PASUNDAN

Bidang Pemikiran dalam Islam

17 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.