CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASBANDUNG

Bandung Maju Salah Satunya Karena RW

admin
14 Oktober 2019
Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna memastikan Forum Rukun Warga (RW) merupakan lingkup pemerintahan terkecil yang ada di kewilayahan. Perannya sangat sentral dalam kemajuan pembangunan Kota Bandung

Apalagi, hampir seluruh program pemerintah berhubungan langsung dengan masyarakat didesentralisasikan hingga ke tingkat RW melalui Program Inovasi Pembangunan dan Pemberdayaan Kewilayahan (PIPPK). Peran RW adalah katalisator pembangunan kota.

“Karena RW adalah yang paling dekat dengan masyarakat sehingga menjadi garda terdepan dalam setiap kemajuan wilayah,” tutur Ema

Baca juga:   Bey Machmudin Ingin Kota Bandung Ada Ruang Publik untuk Pelaku Kreatif

Salah satu hal yang paling signifikan adalah soal perolehan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang menjadi salah satu sumber pendapatan Kota Bandung. Menurut Ema, peran RW dalam memastikan seluruh penduduk mematuhi kewajibannya amatlah signifikan.

Belum lagi jika berkaitan dengan kepatuhan warga dalam mengelola kebersihan lingkungan dan sanitasi. Perlu diketahui, saat ini Pemerintah Kota Bandung tengah gencar melaksanakan program Open Defecation Free (ODF) agar tidak ada lagi pembuangan limbah domestik ke saluran yang tidak semestinya, terutama sungai.

Baca juga:   Erwin Ingin Pusat Belanja Jadi Daya Tarik Wisatawan dan Serap Tenaga Kerja

“Jadi seharusnya setiap RW sudah ada septic tank komunal. Jadi tidak ada lagi istilah warga tidak punya septic tank sehingga membuang limbah domestiknya ke sungai. Di sini peran RW sangat penting,” seru Ema.

Hal terakhir yang ditekankan Ema adalah pelaksanaan program Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan) yang bertujuan untuk mereduksi sampah terbuang. Ema mengingatkan agar jajaran kewilayahan juga berperan dalam mengedukasi program ini hingga ke tingkat rumah tangga.

Baca juga:   50 Warga Dayeuhkolot Mengungsi akibat Rumah Terendam Banjir

“Setiap hari ada 1200 ton sampah yang harus diangkut. Program Kang Pisman ini sudah bisa mengurangi sampah sampai 79 ton per hari. Kalau ini lebih masif, kita berharap ada lebih banyak sampah yang bisa hilang. Sehingga mengurangi beban anggran pemerintah untuk pengangkutan ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir Sampah),” ungkapnya. (Put)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: kota bandungpippkRWsekdaTPA


Related Posts

ngabandungan bandung
PASBANDUNG

Ngabandungan Bandung, Seni Visual dan Edukasi Mitigasi Bencana

28 April 2026
Bandung Milestone Hadirkan Arsip Sejarah Kota dengan Sentuhan Teknologi AI
HEADLINE

Bandung Milestone Hadirkan Arsip Sejarah Kota dengan Sentuhan Teknologi AI

25 April 2026
jalan macet di Bandung
Uncategorized

Bandung Kian Sesak! Ini 6 Kawasan dengan Kemacetan Terparah

5 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.