BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Dompet Kemanusiaan Pencegahan Covid 19 Paguyuban Pasundan menggulirkan bantuan untuk korban paparan pandemi covid 19 pada sabtu (4/4/2020) di kantor Pengurus Besar Paguyuban Pasundan, Jalan Sumantra No 41 Kota Bandung.
Ketua Dompet Kemanusiaan Paguyuban Pasundan sekaligus Dekan FISIP UNPAS, Dr. M. Budiana, S.IP., M.Si mengungkapkan bahwa hal ini dilakukan sebagai upaya untuk membantu kekurangan yang terjadi di saat Pandemi Covid 19 termasuk tenaga medis yang membutuhkan sarana pendukung seperti Alat Pelindung Diri (APD) dan lainnya, di samping yang tak kalah penting dan harus diperhatikan adalah terkait fenomena ekonomi yang sudah terganggu baik mikro maupun untuk kehidupan masyarakat sehari-hari.

“Untuk masyarakat di level bawah bahkan sudah tidak terbeli beras sebab di beberapa titik terjadi kelangkaan sehingga mengganti asupan makanannya dengan mie instan. Tentunya hal ini menjadi persoalan yang harus diperhatikan dalam konteks membantu kekurangan,” terangnya.
Budiana menambahkan bahwa sesuai arahan dari ketua Umum PB Paguyuban Pasundan bahwa dompet kemanusiaan ini akan lebih memperhatikan kekurangan asupan pangan khususnya bagi keluarga Paguyuban Pasundan, baik di lingkungan YPDM danYPT Pasundan. Di samping itu dalam menghadapi bulan ramadhan, Paguyuban Pasundan pun akan melakukan operasi pangan bagi keluarga paguyuban pasundan.

“Adapun dana yang terkumpul sekitar 167 juta yang merupakan donasi dari lembaga dibawah Pasundan, YPT, YPDM dan unit-unit perguruan tinggi dan sekolah, termasuk dari dewan pengaping, mitra maupun anggota Paguyuban Pasundan seperti dosen, guru, pimpinan, rektor, ketua pendidikan tinggi, dekan, kajur atau kaprodi. Di mana pada hari ini kami mengambil langkah yang bersifat gotong-royong sebagai karakter asli bangsa Indonesia, hal ini yang harus kita kedepankan,” tandasnya.
Adapun dana yang digulirkan yaitu untuk pembelian Paket sembako sebanyak 100 paket bagi Guru, tendik, pesuruh sekolah Pasundan, anggota Paguyuban Pasundan yang terdampak banjir di Kabupaten Bandung seperti di Kecamatan Bojongsoang, Baleendah dan Dayeuhkolot dimana banjir yang cukup parah menggenangi hampir seminggu kebelakang. Bantuan tersebut akan diberikan melalui ketua cabang kabupaten Bandung.
“Adapun paket sembako lainnya diberikan sebanyak 165 paket yang diperuntukan kepada tendik, pesuruh atau OB status bukan pegawai tetap untuk PT dan sekolah Pasundan Kota Bandung, Kota Cimahi, penetapan calon penerima diserahkan ke masing-masing Ketua Yayasan dititipkan kepada YPDM Pasundan,” ungkapnya.
Selanjutnya dikirim juga Hand Sanitizer dan Masker ke Paguyuban Pasundan Wilayah Provinsi Bali, Provinsi Kepri.

“Untuk belanja APD berikut Kacamata medis, masker dan lainnya akan diberikan RSUD Cililin, puskesmas ledeng, puskesmas sukajadi, RSUD Ciamis yang sebagian besar akan diserahkan kepada Satgas,” tandasnya.
Sementara itu, Sekertaris Jendral PB Paguyuban Pasundan Dr. H. Dedi Hadian M.M mengungkapkan bahwa virus covid 19 merupakan musibah bagi dunia, di mana Paguyuban Pasundan selalu organisasi kemasyarakatan memiliki kepedulian yang begitu besar, karena persoalan yang ini bukanlah persoalan yang sederhana dan belum dapat dipastikan secara jelas kapan akan benar-benar berakhir.
“Dompet kemanusiaan Paguyuban Pasundan akan terus dilaksanakan selain sebagai dukungan kepada pemerintah dalam penyelesaian covid 19, di samping itu diharapkan bahwa eksistensi dari Paguyuban Pasundan ini dapat katara ayana karasa manfaatna. Kami juga mengucapkan terimakasih untuk YPDM, YPT dan cabang yang telah membantu, semoga bisa menjadi ladang ibadah untuk kita,” tandasnya.

Adapun Ketua YPDM Pasundan, Dr. Subarsyah Sumadikara M.M juga menambahkan bahwa saat ini sudah ada keluhan dari masyarakat bawah mengenai kesulitan mencari makanan. Di mana ditakutkan kedepannya akan terjadi kerawanan sosial atau kejahatan. Oleh karena itu Dompet Kemanusiaan Paguyuban Pasundan merupakan hal yang penting sebagai upaya antisipasi.
“Saya juga berharap bahwa berbagai organisasi bisa bekerja sama dalam melakukan upaya dompet kemanusiaan. Di mana jika PMI memiliki tagline bahwa Setetes darah anda menyelamatkan manusia, maka Paguyuban Pasundan dapat memiliki tagline bahwa sumbangan sekecil apapun akan menyelamatkan saudara sepasundan,” tandasnya. (Tan)







