CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASJABAR

Tak Ada Pemasukan Taman Satwa Cikembulan Garut Krisis Pakan

admin
27 April 2020
Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Setelah ditutup sejak awal maret 2020, Taman Satwa Cikembulan Kadungora Garut kini masuk masa SOS atau darurat pakan.

Manager Operasional Lembaga Konservasi Taman Satwa Cikembulan Kadungora Garut, Rudy Arifin mengungkapkan bahwa ditutupnya  taman satwa menyebabkan tidak ada pemasukan, sehingga selama ini hanya mengandalkan tabungan yang ada dan itu pun tidak banyak.

“Jika pandemi covid 19 ini terus berlangsung dalam waktu yang panjang,  maka dapat dipastikan akan banyak satwa di Lembaga Konservasi  yang terbengkalai pakannnya.  Kecuali bila ada perhatian dan bantuan dari  pemerintah atau pihak-pihak lainnya,” ujar Rudi dalam siaran persnya kepada pasjabar Minggu (26/4/2020).

Rudy menambahkan bahwa Lembaga konservasi memang sudah tidak menerima pengunjung lagi sejak bulan Maret, padahal di lembaga konservasi yang memiliki tanah luas 5 hektar ini memiliki satwa yang berjumlah 435 ekor. Di mana satwa-satwa tersebut termasuk dalam jenis-jenis mamalia, aves dan reptil.

Baca juga:   Relawan Uji Klinis Vaksin COVID-19 Sudah 800 Orang

Di lingkungan lembaga konservasi sendiri saat ini memiliki Macan Tutul  sebanyak 5 ekor, Harimau Sumatera 1 ekor, Orang Utan 6 ekor, Beruang Madu 1 ekor  juga Singa Afrika 8 ekor serta jenis-jenis yang lainnya.

“Untuk makan macan tutul saja manajemen harus ngorek kocek dalam dalam sebesar 20 juta perbulan karena harus membeli pakan berupa daging untuk makan mereka. Dalam kondisi tutup seperti sekarang artinya tabungan yang ada selama ini harus dikuras,” tandasnya.

Baca juga:   Ini Kondisi Jalur Jabar Selatan PascaMudik Lebaran 2022

lembaga konservasi selama ini pun telah mencoba bertahan sebisa mungkin, namun bila pandemi covid 19 ini berlangsung dalam waktu yang lama, maka pihaknya sudah tidak sanggup bertahan, karena untuk pengeluaran perbulannya saja mencapai 220 juta.

“Sejauh ini bahkan pihak manajemen sudah melakukan perumahan karyawan untuk mengurangi beban gaji yang selama ini dibayarkan per bulannya. Dalam kondisi normal, kami memiliki karyawan sebanyak 30 orang. Namun saat ini kami hanya mempekerjakan karyawan sekitar 15 orang saja,” tambahnya.

Karyawan tersebut harus tetap masuk, lanjut Rudy karena harus menjaga keberlangsungan kesejahteraan satwa yang tetap harus dirawat dan diberi pakan.

Baca juga:   Polres Cimahi Bongkar Industri Tembakau Sintetis Omzet Ratusan Juta

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah, karena satwa dilindungi yang ada di kami adalah milik Pemerintah. Selama situasi normal, kami tidak pernah mengeluh mengenai biaya operasional untuk satwa, namun kasus Covid 19 ini benar-benar membuat kami berpikir dan bekerja keras untuk bertahan. Prediksi kami hanya bisa tetap bertahan hingga bulan juni 2020,” papar Rudy.

Di beritakan sebelumnya,  Ketua umum PKBSI,  Rahmat Shah  mengungkapkan sebanyak 92,11% anggotanya bisa bertahan sebulan saja dan Taman Satwa Cikeumbulan adalah salah satunya.

“Kami berharap bahwa wabah covid 19 ini akan cepat berakhir sehingga lembaga konservasi bisa beraktivitas lagi seperti biasa,” harapnya. (*/Tan)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: COVID-19garutkebun binatangtaman satwaTaman Satwa Cikembulan Garut


Related Posts

Komunitas Reborn Indonesia menggelar aksi sosial di SDN 3 Sindangsuka, Garut, sebagai respons tragedi pendidikan di NTT. (Uby/pasjabar)
HEADLINE

Reborn Indonesia di Garut: Menghalau Duka Pendidikan NTT dengan Aksi Nyata di SDN 3 Sindangsuka

1 Maret 2026
Dari Taman Kota ke Kebun Binatang, Diskusi Temu Sejarah Ungkap Fakta Arsip Kolonial
PASBANDUNG

Dari Taman Kota ke Kebun Binatang, Diskusi Temu Sejarah Ungkap Fakta Arsip Kolonial

26 Februari 2026
Polres Cimahi tangkap pelaku pembunuhan pelajar SMP di Parongpong. Motif sakit hati diputus pertemanan jadi alasan. (Uby/pasjabar)
HEADLINE

Tragedi Berdarah Parongpong: Pelajar SMP Berusia 14 Tahun Dibunuh Teman Sendiri Karena Sakit Hati Masalah Pemutusan Hubungan Pertemanan

15 Februari 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.