CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Senin, 11 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Kisah Miris Para Penari di Tengah Pandemi

admin
14 Mei 2020
Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Dampak pandemi virus corona atau COVID-19 dirasakan berbagai pihak. Salah satunya adalah dari sisi ekonomi. Banyak orang yang mulai kekurangan, bahkan kehilangan pendapatan.

Dari banyak pihak yang terdampak, salah satu yang jarang diulas adalah para penari. Mereka jelas merasakan dampak nyata dari pandemi virus corona, terutama dari sisi ekonomi. Kenapa?

Ketua Masyarakat Seni Rakyat Indonesia (Masri) Mas Nanu Muda mengatakan sejak pandemi virus corona, kegiatan para penari otomatis terhenti. Sebab, tak ada lagi undangan untuk tampil dalam berbagai kegiatan. Itu karena tak boleh ada kegiatan yang mengumpulkan massa.

Di sisi lain, para penari yang selama ini aktif memberi pelatihan di berbagai sanggar, kegiatannya juga harus mati suri. Mereka tak bisa melatih seperti biasa.

Baca juga:   12 Kabupaten/Kota di Jawa Barat Siaga Tanggap Darurat Kekeringan

“Dengan adanya pandemi virus corona ini hampir semua aktivitas yang berkaitan dengan tari berhenti,” kata Bah Nanu, sapaan akrabnya, kepada www.pasjabar.com .

Hal itu jelas berdampak pada pemasukan mereka. Tak ada lagi pemasukan bagi mereka dari dunia tari, baik mentas maupun pelatihan. Sehingga, rata-rata mereka kini dilanda kesulitan ekonomi.

“Sekarang mereka ada yang sampai menjual kendang, peralatan untuk mentas, jual barang-barang yang dimiliki, dan lain-lain. Banyak juga yang menggadaikan barang-barangnya,” ungkapnya.

Baca juga:   SMUP Unpad 2025 Resmi Dibuka, Tawarkan Beragam Jalur Seleksi

Bahkan, ada yang mendadak alih profesi menjadi tukang ojek. Yang lebih miris, ada yang memilih terjun menjadi Pak Ogah alias pengatur lalu lintas demi mendapatkan uang.

Itu semata-mata dilakukan agar mereka tetap bisa bertahan di sela himpitan ekonomi. Sebab, mereka tak bisa mengandalkan bantuan dari pemerintah. Apalagi, banyak yang tidak mendapatkan bantuan.

“Kita dituntut untuk biaya hidup sehari-hari. Malah ada yang punya anak dua-tiga, mau dari mana mereka makan,” ucap Bah Nanu.

Soal jumlah penari, menurutnya saat ini cukup banyak. Tapi, khusus yang terdata di Masri, untuk Bandung Raya saja ada lebih dari 5 ribu penari. Sedangkan se-Jawa Barat diperkirakan lebih dari 20 ribu penari.

Baca juga:   Rossi Umumkan Positif COVID-19 di Instagramnya

Bah Nanu mengatakan, biasanya saat Ramadan para penari memang rehat dari kegiatannya. Sebab, jarang ada undangan untuk tampil dalam sebuah kegiatan.

Tapi, kondisi kali ini berbeda. Sebab, biasanya para penari mengumpulkan uang beberapa bulan sebelum Ramadan agar bisa bertahan hidup selama Ramadan hingga selepas Idul Fitri.

Masalahnya, para penari sudah tak bisa beraktivitas sekitar dua bulan sebelum Ramadan. Sehingga, mereka tidak memiliki bekal selama Ramadan ini. Alhasil, menjual hingga menggadaikan barang menjadi solusi paling realistis yang bisa dilakukan. (ors)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: COVID-19kisah penaripenari


Related Posts

COVID-19
HEADLINE

Kasus COVID-19 Naik, Menkes Minta Masyarakat Waspada

11 Juni 2025
Kasus COVID
HEADLINE

RSHS Bandung Siaga Hadapi Potensi Lonjakan Kasus COVID-19

9 Juni 2025
Dispusipda Jabar Resmikan Galeri Covid-19
PASBANDUNG

Dispusipda Jabar Resmikan Galeri Covid-19

21 Desember 2023

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.