CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Rima Duta Kampus Unpas Ingin Menjadi Perempuan Hebat yang Berguna

Yatti Chahyati
13 Agustus 2020
Rima Duta Kampus Unpas Ingin Menjadi Perempuan Hebat yang Berguna

dari Rima Selvia Utami. (ist)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Bisa menjadi perempuan hebat yang berguna, menebarkan hal hal positif, memotivasi dan memberi semangat untuk orang lain, bisa membahagiakan kedua orang tua serta menjadi manusia yang lebih baik lagi dari sebelumnya adalah harapan dari Rima Selvia Utami atau yang akrab disapa Rima.

Karena itu, gadis yang lahir di Bandung tanggal 4 September ini juga selalu melibatkan dirinya  dalam hal yang membangun, ia pun  tercatat menjadi finalis duta kampus Unpas tahun 2019 dan menjadi juara harapan 2 mojang jajaka Kabupaten Bandung tahun 2019.

“Saya memiliki motto yakni jangan takut gagal karena kegagalan mengajarkan betapa pentingnya arti sebuah kesabaran dan melatih diri untuk selalu mencoba, never give up,” tandasnya.

Penfavorit warna hitam dan penikmat makanan sunda ini juga bercerita bahwa ia hobi dengan  kuliner, jalan-jalan dan berfoto.

Untuk jalan-jalan terang Rima karena ia bisa menghilangkan rasa jenuh dan bosan. Ia juga termasuk orang yang senang berbicara dan akrab berteman dengan siapapun.

“Adapun untuk cita-cita saya ke depan adalah ingin menjadi wanita karir atau career woman,  karena sudah tidak zamannya lagi wanita terikat oleh tradisi zaman dulu. Dahulu, seorang wanita idealnya harus berada di rumah untuk mengurus berbagai keperluan rumah tangga. Berbagai aktivitas yang kerap dilakukan oleh wanita di rumah adalah memasak di dapur, mencuci piring dan pakaian serta mengurus anak. Seorang wanita umumnya hanya keluar rumah untuk belanja kebutuhan keluarga dan pergi mengantar anak ke sekolah setiap hari. Seiring berjalannya waktu, hal tersebut bukan lagi menjadi harapan wanita. Wanita zaman sekarang memiliki mimpi yang besar,” paparnya.

Baca juga:   Mauro, Ivar, Dion hingga Rafael Dipanggil Timnas U-23 ke SEA Games Thailand 2025

Untuk itu, lanjut Rima adalah sebuah mimpi besar baginya menjadi  wanita karir dengan profesi sebagai penegak hukum,  sebab ia juga mempunyai harapan agar dapat mengubah pola pikir masyarakat yang awam terhadap hukum.

“Saya juga berharap nantinya bisa peka terhadap masalah-masalah sosial dan hukum dalam masyarakat. Saya ingin membantu dan menegakan keadilan untuk kita sesama manusia. Di samping saya menjadi seorang wanita karier yang berprofesi sebagai penegak hukum saya juga akan tetap menjadi ibu rumah tangga karena memang ibu rumah tangga adalah pekerjaan yang mulia. Sebaik apapun jabatan dan posisi saya nanti di pekerjaan, saya tidak mau melalaikan kewajiban saya untuk menjadi sosok ibu rumah tangga. Untuk itu, ada baiknya nanti harapan saya menjadi seorang wanita yang bisa membagi waktu agar tercipta work – life balance. Semoga kelak saya dapat mewujudkan cita cita-saya,” urainya penuh semangat.

Soal kesibukan, mahasiswi Universitas Pasundan, jurusan Ilmu Hukum, semester VI ini  selain aktif mengikuti kuliah dan seminar di tengah Pandemi COVID 19 juga aktif mengikuti kegiatan CLE dengan membuat konten hukum memberikan penyuluhan hukum melalui buku saku yang telah dibuat, mengikuti kegiatan magang online di rumah, membuat jurnal fakultas hukum unpas dan bersosial media.

Baca juga:   Teja Mahasiswa FKIP Unpas Terus Berusaha dan Bermanfaat

“Untuk mengisi waktu luang dan menghilangkan rasa jenuh saya juga mencoba hal hal baru seperti mendekorasi kamar agar nyaman saat diam dirumah, belajar memasak, membantu orang tua, berolahraga, merawat diri, merenung memikirkan masa depan dan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan,” ucapnya.

Pemilik tinggi badan 164 CM ini juga berkata walaupun akibat pandemi ini banyak tujuan, target dan beberapa kegiatan yang telah di rencanakan tidak bisa di lakukan. Namun terang Rima banyak sekali hikmah yang ia dapatkan saat masa pandemi ini, yaitu tetap bersyukur dalam keadaan apapun dan harus tetap menikmati itu semua dengan yakin dan percaya bahwa semuanya akan baik baik saja.

“Mengenai tokoh idola, yang pertama saya mengagumi sosok R.A Kartini, sebab ia adalah seorang pahlawan nasional yang dikenal gigih dan memperjuangkan emansipasi wanita. Dia seorang perempuan yang hebat dan patut menjadi panutan untuk kita kaum perempuan,” tandasnya.

Di samping itu Rima juga mengaku menyukai Najwa Shihab karena  merupakan sosok wanita yang inspiratif, cerdas, pemberani, tangguh dan mempunyai kegigihan dalam hal pekerjaan. Ia seorang perempuan yg berani menyuarakan keadilan dan kebenaran, sosok yang pantas menjadi panutan masa kini oleh kaum milenial, selain menjadi seorang wanita karier juga ia sekaligus bisa menjadi seorang ibu rumah tangga.  Najwa juga pernah berkata mengapa perempuan harus memilih, karena perempuan bisa memilih keduanya.

Baca juga:   Mahasiswa Pascasarjana Unpas Endah Marlovia, Lakukan Penelitian Strategic Benchmarking UMKM Hingga Korsel

Menurut Rima, sosok RA Kartini dan Najwa Shihab adalah panutan bagi kaum perempuan, sehingga ia mengidolakannya.

“Adapun hidup yang saya maknai adalah seperti roda. Roda itu berputar cepat atau lambat, kita bisa saja menjadi orang penting sekarang. Tapi di hari esok bisa jadi kita yang akan di abaikan orang, karena kita dianggap tidak penting. Tetaplah bersyukur karena dalam kehidupan pasti akan merasakan jatuh dan bangun. Harus tetap kuat, percaya diri dan mencintai diri sendiri, be yourself,”  tandasnya.

Sementara itu hal yang membuat Rima selalu bersemangat dalam menjalani hidup adalah pengalaman yang pahit, kegagalan, rasa sakit dan harapan harapan lain yang belum bisa tercapai. Hal tesebutlah yang membuat dirinya kuat bertahan hidup karena proses perjalanan hidup juga masih panjang membuat dirinya semangat dan tetap kuat  melewati berbagai permasalahan dalam hidup. Ia menyakini bahwa hidup tidak akan selalu mudah atau adil dan Itulah yang di namakan dengan kehidupan.

“Saya juga ingin berterimakasih kepada orang tua saya yang telah membesarkan dan mendidik saya sampai saat ini. Semoga harapan cita-cita saya kedepan bisa tercapai, saya juga berterimakasih kepada dosen telah membimbing dan memberikan ilmu yang sangat berguna. Terakhir terimakasih untuk keluarga, sahabat, dan juga teman-teman yang selalu mensupport saya. Semoga kebaikan kalian semua di balas oleh Allah SWT,”  tutup anak ke dua dari empat bersaudara. (Tan)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: duta kampusMahasiswa unpasuniversitas pasundan


Related Posts

IKA Unpas 2026
HEADLINE

Dr. Nenden Euis Sri Mulyati Terpilih Menjadi Ketua IKA Unpas 2026–2031

10 Mei 2026
Guru Besar Unpas
HEADLINE

Pengukuhan 9 Guru Besar Unpas, Perkuat Posisi sebagai Kampus dengan Profesor Terbanyak di Jabar dan Banten

9 Mei 2026
Sidang Doktor Ade Yusuf
HEADLINE

Sidang Doktor Ade Yusuf Bahas Pengaruh Faktor Teknologi terhadap Penggunaan Bukalapak

8 Mei 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.