CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASBANDUNG

Pemkot Evaluasi Uji Coba Flyover Jalan Jakarta

Yatti Chahyati
7 Desember 2020
Pemkot Evaluasi Uji Coba Flyover Jalan Jakarta

Uji coba jalan Fly over Jakarta. (ECI/PASJABAR)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Pemerintah Kota Bandung, Senin (7/12/2020) melakukan uji coba Flyover Jl Jakarta-Jl Supratman. Dari hasil evaluasi sementara, ujicoba satu arah yang semula akan diberlakukan satu hari, sekarang jadi dua hari, sampai Selasa (8/12/2020).

”Tadi kita sudah melaksanakan uji coba satu arah sesuai dengan yang sebelumnya direcanakan. Setelah itu, kami melakukan rapat evaluasi. Hasil sementara, kami memutuskan untuk memperpanjang masa uji coba satu arah. Yang sebelumnya hanya akan dilaksanakan satu hari, sekarang jadi dua hari,” ujar Kepala Bidang Menejemen Transportasi dan Parkir Dinas Peruhubungan (Dishub) Kota Bandung, Khairur Rijal, kepada wartawan, Senin (7/12/2020).

Rijal mengatakan, sebelumnya, direncanakan ujicoba hanya akan dilaksanakan sekitar tiga jam per sesi. untuk sesi pertama pagi hari dilakukan pada pukul 06.00-09.00. Sementara sesi kedua pada sore hari pukul 15.00- 19.00.

“Namun dari hasil rapat evaluasi, akan kami perpanjang semula dua hari berturut-turut,” terangnya.

Baca juga:   FOTO : Penertiban Parkir Liar di Bandung

Rijal menambhakan, skema dua arah yang sebelumnya akan dilaksanakan pada hari, Selasa (8/12/2020) juga tidak jadi dipergunakan. Bahkan Rijal menambahkan, kemungkinan tidak aka nada skema uji coba dua arah. Karena dikhawatirkan menimbulkan kecelakaan.

“Itu kan mereka melewati flyover itu dengan kecepatan tinggi. Selain itu ada tikungan yang sangat berbahaya jika diberlakukan dua arah,” tambahnya.

Disinggung mengenai u-turn yang sebelumnya ada di dekat SMPN 22 Banung, namun sempat ditutup, Rijal mengatakan memang ada protes dari warga. Pasalanya untuk warga yang akan u-turn harus lewat JL Cicadas, sehingga memuhkan waktu yang relative lama.

“Makanya, kita mempersilahkan penggunakan jalan unuk u turn di bawah flrover,” tuturnya.

Menanggapi dibangunnya flyover Jl Jakarta-Jl Supratman, pakar transportasi ITB Sony Sulaksono Wibowo mengatakan, dibangunnya flyover ini sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Pasalnya, kemacetan yang terjadi di sekitar situ, hanya karena dibutuhkannya menejemen lalu-lintsa. Sementara  satu Kawasan membutuhkan flyover jika keberadaan lampu lalulintas dan rambu-rambu tidak berpengaruh.

Baca juga:   Pemkot Bandung Terima Aset Seluas 1.018 Meter Persegi di Pasar Induk Caringin

”Sehingga, keberadaan flyover ini, sebenarnya tidak akan terlalu mengurai kemacetan,” terang Sony.

Sony menegaskan, yang seharusnya diperhatikan sekarang justru efeknya. Salah satunya adalah kemacetan di akses naik dan turun karena terjadi penyempitan arus. Selain itu, ada zona aman sekolah yang tetu saja akan bahaya jika berada di pintu kelua/masuk flyover.

“ Yang kita belum tahu sekarang, apakah Pemkot Bandung sudah punya solusi untuk itu semua atau belum,” terangnya.

Sementara itu, salah seorang warga Antapani yang setiap hari melakui jalan tersebut, Meiwan Kartiwa mengaku perjalanannya di hari Senin pagi relatif lebih lancar dibandingkan hari-hari sebelumnya.

“Kalau biasanya dari arah Antapani ke arah Jl Supratman di bagian kanan dan kiri macet . Hari ini, bagian kanan dan arah ke atas fly over relatif lancar. Sedangkan bagian kiri memang ada penyempitan dari 2 ke 1 (ruas mobil,red). Tapi tidak terlalu berarti, sehingga memang bisa dibilang lancar,” paparnya.

Baca juga:   Tiga Ruang Rusak Berat, SDN 029 Cilengkrang Akan Dibangun Ulang

Meiwan mengatakan, untuk sekarang sepertinya pembangunan ini ada gunanya. Karena bisa mengurai kemacetan. “Saya tidak tahu persis bisa mengurangi kemacetan seberapa persen. Tapi memang saya lihat di jalan tadi relatif lancar,” tuturnya.

Sementara pengalaman berbeda dirasakan karyawan swasta yang tinggal di Antapani, Rahma Arsyadin, yang mengaku lebih suka jalur lalulintas sebelumnya.

“Kalau yang sekarang, nampak lancar di bawah, tapi pas udah mau turun dari flyover, malah macet,” katanya.

Menurut Rahma, kemacetan itu lantaran adanya penyempitan jalur, dan penambahan jumlah kendaraan yang masuk dari bawah flyover. Belum lagi design jembatan yang pembatas sisinya dinilai agak pendek. Sehingga pengguna jalan merasa waswas. “Jadi kalua mau ngebut malah takut,” kelekarnya. (put)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: fly over jalan jakartajalan supratmanlalu-lintaspemkot bandung


Related Posts

PHBS
HEADLINE

Pemkot Bandung Fokuskan PHBS pada Sekolah dan Pola Makan

7 Mei 2026
Pemkot Bandung mempertimbangkan perpanjangan waktu seleksi pengelola Kebun Binatang Bandung karena minimnya peminat akibat persyaratan ketat. (Eci/pasjabar)
HEADLINE

Pendaftaran Segera Ditutup, Pemkot Bandung Pertimbangkan Perpanjangan Seleksi Pengelola Kebun Binatang

4 Mei 2026
darurat sampah
HEADLINE

Kuota Sarimukti Ditutup, Kota Bandung Masuk Masa Darurat Sampah

2 Mei 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.