CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASNUSANTARA

Vaksin Sinovac Disebar Sebelum Kantongi EuA, Ini Kata BPOM

Yatti Chahyati
11 Januari 2021
EuA Vaksin Sinovac Keluar Sebelum 13 Januari, BPOM: Bukan karena Jokowi

Vaksin Sinovac . diperlihatkan di Biofarma.(pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Vaksin COVID-19 buatan Sinovac terus didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia. Padahal, Emergency Use Authorization (EuA) alias izin penggunaan darurat belum dikeluarkan BPOM hingga kini.

Langkah pemerintah itu tidak dipermasalah BPOM. Distribusi vaksin bahkan disebut harus dilakukan meski EuA belum terbit.

“Kaitan distribusi vaksin yang sudah diedarkan, saya kira itu perlu dilakukan pemerintah,” ujar Kepala BPOM Penny K. Lukito.

Baca juga:   Ledakan di Masjid SMAN 72 Kelapa Gading, Puluhan Orang Luka-Luka

Menurutnya, distribusi vaksin butuh waktu panjang. Selain itu, proses distribusi juga harus dipastikan sesuai dengan aturan.

Dengan didistribusikan sebelum vaksinasi dicanangkan, vaksin itu diharapkan bisa tiba di daerah tujuan dengan aman. Sehingga, ketika vaksinasi mulai digulirkan, vaksin sudah ada dan tinggal di digunakan di masing-masing daerah.

Dalam proses distribusi, BPOM menurutnya tak tinggal diam. Pihaknya melakukan pengawasan ketat untuk memastikan distribusi berjalan baik dan kualitas vaksin tetap terjaga.

Baca juga:   Duh, Pandemi Covid Tak Buat Peredaran Narkoba Turun

“Kami sudah memberi pendampingan, bimbingan teknis, kemudian pengaturan pelatihan dikaitkan dengan cara distribusi obat yang baik dan benar, dan sudah juga memberikan izin pada industri farmasinya, Bio Farma dalam hal ini, untuk mendistribusikannya,” jelasnya.

Meski begitu, Penny menegaskan vaksin itu tidak boleh digunakan sebelum EuA dikeluarkan BPOM. Jadi, yang boleh dilakukan hanya sebatas distribusi.

Baca juga:   Heli Pemadaman Kebakaran Gunung Ciremai Rusak

“Jadi, (vaksin ini) hanya bisa digunakan setelah EuA keluar. Jadi, komitmen itu sudah kita sepakati bersama (dengan pemerintah). Jadi, tidak ada masalah dikaitkan dengan distribusi vasin selama ini kaitannya untuk menjamin pelaksanaan distribusi vaksin yang baik, memenuhi berbagai aspek produk rantai dingin,” tandas Penny. (ors)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: BpomCOVID-19EuAVaksin COVID-19


Related Posts

BPOM
HEADLINE

Jaga Mutu Pangan MBG, BPOM Ingatkan Supplier Soal Integritas Tinggi

12 Desember 2025
COVID-19
HEADLINE

Kasus COVID-19 Naik, Menkes Minta Masyarakat Waspada

11 Juni 2025
Kasus COVID
HEADLINE

RSHS Bandung Siaga Hadapi Potensi Lonjakan Kasus COVID-19

9 Juni 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.