CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASNUSANTARA

Gemetarnya Tangan Penyuntik Jokowi

Yatti Chahyati
14 Januari 2021
Ini yang Diucapkan Jokowi Usai Disuntik Vaksin
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, WWW.PASJABAR.COM — Perhatian publik mendadak tersedot pada sosok Abdul Muthalib di tengah vaksinasi COVID-19 perdana di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (13/1/2021).

Abdul sendiri bertugas menjadi vaksinator alias orang yang menyuntikkan vaksin kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Saat akan melakukan proses vaksinasi di lengan kiri Jokowi, kedua tangan Abdul terlihat bergetar.

Hal itu terlihat ketika Abdul akan mengusap lengan Jokowi dengan kain kasa yang sudah dibubuhi alkohol. Tangan Abdul juga terlihat gemetar ketika memegang alat suntik.

Baca juga:   Syarat Penerimaan Polri 2022-2023

Namun, proses penyuntikkan akhirnya berjalan lancar. Terakhir, Abdul kembali mengusap bekas suntikan dengan kain kassa yang sudah dibubuhi alkohol dan menutupnya dengan semacam plester.

Abdul pun bersyukur proses vaksinasi terhadap Jokowi berjalan lancar. Apalagi, Jokowi mengatakan tak terasa sama sekali ketika jarum suntik masuk ke lengan kirinya.

“Setelah disuntik, Bapak tidak merasa sakit sedikitpun, tidak merasakan apa-apa. Saya berhasil menyuntik Pak Presiden dengan tanpa rasa sakit katanya,” ujar Abdul.

Baca juga:   Tiga Kandidat Vaksin Monkeypox Siap Didatangkan Bio Farma

Lalu, kenapa tangan Abdul terlihat gemetar? Abdul mengaku ada rasa grogi ketika akan menyuntikkan vaksin. Sebab, ia jadi vaksinator pertama yang menyuntikkan vaksin dalam program vaksinasi. Apalagi, yang disuntik juga seorang presiden.

“Menyuntik orang pertama di Indonesia tentunya ada rasa (grogi), tapi masalah itu tidak jadi halangan buat saya untuk menyuntikkannya,” ucapnya.

Baca juga:   Vaksinasi Capai 70 Persen, Jokowi: Bukan Hal Mudah

Namun, ia mengaku rasa grogi itu hanya muncul sesaat sebelum menyuntik. Ketika proses penyuntikan berlangsung, ia tidak merasa grogi.

“Tadi gemetaran waktu lagi menyuntikkannya, waktu mau menyuntikkan saja. Tidak ada masalah (ketika menyuntik), bahkan tidak ada bekas pendarahan sama sekali,” tutur Abdul yang juga menjabat Kepala Tim Dokter Kepresidenan. (ors)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: dokterdokter presidenpresiden suntik vaksinvaksinasi covid-19


Related Posts

Dr Agung Firmansyah Sumantri
HEADLINE

LIC untuk Mempersiapkan Dokter Adaptif dan Berorientasi Masalah Kesehatan Daerah

18 November 2025
Vaksinasi Covid-19 Booster Kedua Beri Perlindungan dari Risiko Gejala Berat
HEADLINE

Dinkes Kota Bandung Segera Vaksin Nakes Cegah Peningkatan Covid-19

19 Desember 2023
Stok Vaksin di Bandung Tak Terlalu Banyak Namun Sesuai Kebutuhan
PASBANDUNG

Stok Vaksin Booster Kedua di Bandung Tak Terlalu Banyak Namun Sesuai Kebutuhan

25 Januari 2023

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.