CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASBANDUNG

Memaknai Prosesi Memandikan Rupang di Vihara

Yatti Chahyati
28 Januari 2021
Memaknai Prosesi Memandikan Rupang di Vihara

Vihara Dharma Ramsi (ors/pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Sebelum perayaan Imlek alias tahun baru China, di vihara atau kelenteng biasanya ada prosesi memandikan rupang. Rupang ini juga kerap disebut patung yang merupakan manifestasi alias perwujudan dewa-dewi.

Di Vihara Dharma Ramsi, Kota Bandung, memandikan rupang ini jadi tradisi tahunan sebelum Imlek. Untuk tahun ini, prosesi memandikan patung bakal dilakukan mulai 2 Februari 2021.

Waktu itu dipilih karena ada perhitungan tertentu. Yang jelas, pada tanggal tersebut, para dewa-dewi yang ‘mengisi’ rupang sedang keluar.

Baca juga:   ITB Tanggapi Penangkapan Mahasiswi Terkait Meme Prabowo-Jokowi

“Tanggal 2 Februari itu dewa-dewa pergi keluar dari rupang,” kata Asoey, umat yang aktif berkegiatan di Vihara Dharma Ramsi, saat ditemui di lokasi, Kamis (28/1/2021).

Menurutnya, dewa-dewi biasanya ‘mengisi’ rupang. Namun, pada 2 Februari itu, berdasarkan kalender China, mereka akan kembali ke kahyangan. Beberapa hari kemudian, dewa-dewi itu akan kembali ke bumi dan ‘mengisi’ rupang.

Baca juga:   Toko Kue Keranjang Legendaris di Kota Bandung, Bisa Produksi 2 Ton Perhari Saat Imlek

Saat itulah rupang baru boleh dibersihkan karena sedang ‘kosong’. Proses pembersihan pun dilakukan sangat teliti oleh para umat.

“Kalau membersihkan rupang itu harus hati-hati betul, harus konsentrasi, jangan bergurau,” ujar Asoey.

Ia pun menekankan soal jangan bergurau. Menurutnya, karena rupang merupakan benda sakral, jangan sampai justru canda-tawa dan gurauan membuat konsentrasi yang memandikan rupang terganggu. Ujung-ujungnya, sikap seperti itu berpotensi membuat rupang jatuh atau rusak.

Baca juga:   Wali Kota Bandung Sebut Toleransi Kuatkan Bandung Agamis

Lalu, kenapa rupang harus dibersihkan sebelum Imlek? Itu sebagai simbol penyucian diri dalam menatap tahun yang baru.

Sehingga, setelah Imlek, warga keturunan Tionghoa diharapkan jadi pribadi yang ‘bersih’ dan lebih baik. Selain itu, membersihkan patung merupakan salah satu bentuk penghormatan terhadap dewa-dewi. (ors)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: imlekmemandikan rupangvihara


Related Posts

Vihara Dharma Ramsi Bandung
HEADLINE

Jelang Imlek, Vihara Dharma Ramsi Bandung Kebanjiran Pesanan Lilin

4 Februari 2026
Perayaan Imlek di Kota Bandung Berlangsung Khidmat
HEADLINE

Perayaan Imlek di Kota Bandung Berlangsung Khidmat

29 Januari 2025
Kebun Binatang Bandung Dipadati 1.500 Orang/hari
HEADLINE

Kebun Binatang Bandung Dipadati 1.500 Orang/hari

28 Januari 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.