CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASNUSANTARA

Alat Buatan UGM, GeNose C19 Akan Diletakan di Destinasi Wisata

Tiwi Kasavela
4 Februari 2021

(Ist/antaranews.com)

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, WWW.PASJABAR.COM– Gadjah Mada Electronic Nose COVID-19 (GeNose C19) kedepannya akan diletakkan di beberapa destinasi wisata yang ada di Indonesia.

GeNose C19 dikembangkan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) dan memiliki tingkat akurasi yang tinggi yakni sensitivitas 92 persen dan spesifitas 95 persen.

Berbeda dengan tes cepat lainnya, GeNose C19 berbasis embusan nafas yang menawarkan kenyamanan kepada para penggunanya karena tidak perlu merasa sakit seperti menjalani tes cepat berbasis antibodi dan antigen.

Baca juga:   Tiga Istri Pelaku Pembunuhan Berantai di Bekasi Turut jadi Korban

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan pihaknya sedang mengupayakan pengadaan unit GeNose C19untuk diletakkan di beberapa titik destinasi wisata.

“Saya sedang mengupayakan juga satu unit GeNose untuk kita bisa gunakan di Kemenparekraf dan juga di beberapa destinasi wisata prioritas,” ujar Sandiaga dikutip dari antaranews, Kamis (4/2/2021)

Sandiaga mengatakan GeNose C19 dapat membantu menekan laju penularan COVID-19, apalagi prosesnya sangat mudah, cepat dan murah.

Baca juga:   Pekan Ini Lonjakan Kasus Omicron di Jawa - Bali Lebihi Puncak Delta

“Karena salah satu cara meningkatkan testing sesuai dengan standar WHO adalah tingkat kemudahan dan juga dari segi biayanya,” kata Sandiaga.

Meski demikian, Sandiaga mengatakan penggunaan GeNose C19 bukan untuk menaikkan minat masyarakat terhadap pariwisata Indonesia.

“Saya berpendapat semakin banyak opsi tes ini bukan berbanding lurus dengan peningkatan wisata dan travel tapi semakin banyaknya opsi tes cepat dan pelacakan yang efektif dan kebijakan isolasi mandiri yang berbasis lokasi akan berbanding lurus dengan turunnya penularan virus COVID-19 ini,” ujar Sandiaga. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: COVID-19Gadjah Mada Electronic Nose COVID-19GeNose C19UGM


Related Posts

COVID-19
HEADLINE

Kasus COVID-19 Naik, Menkes Minta Masyarakat Waspada

11 Juni 2025
Kasus COVID
HEADLINE

RSHS Bandung Siaga Hadapi Potensi Lonjakan Kasus COVID-19

9 Juni 2025
Universitas Gadjah Mada (UGM)
HEADLINE

Universitas Gadjah Mada Raih Skor SINTA Tertinggi se-Indonesia

9 Januari 2024

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.