CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASBANDUNG

Kanker Banyak Terjadi Kepada Perempuan, Kenali Gejalanya

Yatti Chahyati
18 Februari 2021
Kanker Banyak Terjadi Kepada Perempuan, Kenali Gejalanya

ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Berdasarkan data yang dimiliki WHO melalui  Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (The International Agency for Research on Cancer/IARC), jumlah penderita kanker baru di Indonesia mencapai hampir 4 ribu kasus selama 2020; dan 54% kasus terjadi pada perempuan.

“Kanker payudara masih mendominasi kasus kanker di Indonesia, terhitung 20% dari kasus yang menyerang wanita.  Karenanya, Wanita perlu dididik tentang tanda dan gejala kanker payudara,” kata konsultan senior yang memiliki minat khusus pada kanker payudara dan ginekologi di Parkway Cancer Centre, Dr. Wong Chiung Ing.

Kanker payudara, mulut rahim (serviks), dan rahim (ovarium) adalah jenis kanker tertinggi yang banyak menimpa perempuan, sementara pada pria kebanyakan terjadi kasus kanker paru-paru, hati, dan usus besar (kolorektal). Dengan tingkat kematian mencapai 59%, sangatlah penting untuk mengetahui seluk beluk tentang kanker, penyebab, tanda kemunculan dan gejala, serta bentuk pengobatannya.

Baca juga:   Hari Keempat Longsor Cisarua, Puluhan Korban Masih Dicari

Tidak ada penyebab pasti dari kanker. Terjadinya kanker dikaitkan dengan berbagai alasan mulai dari profil genetik individu hingga kebiasaan gaya hidup seperti merokok.

“Untuk itu, sangat penting untuk mengenali tanda dan gejala serta diagnosis yang tepat sejak dini. Karena dapat membuat perbedaan yang signifikan dalam penanganan kanker,” tambahnya.

Beberapa di antaranya termasuk benjolan di payudara, inversi puting susu, atau perubahan kulit yang tidak normal. Sebagian besar kanker payudara ditemukan saat masih terlokalisasi di payudara dan di kelenjar getah bening di ketiak pada sisi yang sama.

“Kanker payudara pada fase lebih dini dapat diobati secara efektif dan berpotensi dapat disembuhkan dengan operasi, kemoterapi, terapi hormonal, terapi bertarget, dan radioterapi,” tambah Dr. Wong.

Di sisi lain, kanker serviks disebabkan oleh Human Papillomavirus (HPV) dan terjadi di jaringan serviks (organ yang menghubungkan rahim dan vagina). Infeksi HPV yang didapat secara seksual sangat umum terjadi. Sementara 80% atau 90% infeksi bersifat sementara, sebagian kecil kasus dapat memicu pertumbuhan abnormal pada sel-sel lapisan dalam. Sel-sel ini kemudian dapat berkembang menjadi prakanker, perubahan prainvasif yang disebut Cervical Intraepithelial Neoplasia (CIN) yang pada akhirnya dapat menyebabkan kanker invasif. Tidak ada tanda atau gejala infeksi HPV, perubahan prakanker atau bahkan dalam beberapa kasus, dari beberapa kanker serviks stadium awal. Dalam banyak kasus, gejala dapat berkembang hanya ketika sel kanker mulai menyerang jaringan sekitarnya.

Baca juga:   Bandung Cancer Society Edukasi Pasien Soal Kanker

“Kabar baiknya adalah kanker serviks adalah salah satu kanker yang paling dapat dicegah dan diobati jika terdeteksi sejak dini. Skrining serviks secara teratur dapat mendeteksi sel prakanker atau kanker di serviks dan secara signifikan mengurangi risiko berkembangnya kanker serviks,” kata Dr. Wong.

Seperti kanker payudara, salah satu penyebab kanker ovarium yang diketahui adalah karena mutasi gen yang diturunkan. Kanker ovarium memiliki kejadian lebih tinggi pada wanita di atas usia 40 tahun. Wanita yang menjalani terapi hormonal setelah menopause, dan mereka yang melahirkan di atas usia 35 tahun juga berisiko lebih tinggi terkena kanker ovarium.

Baca juga:   Tim Observatorium Bosscha Akan Lakukan Pengamatan Gerhana Matahari Hibrida ke Pulau Kisar

Meskipun kanker yang menyerang wanita terlihat sangat menakutkan, kemajuan teknologi medis dan pemahaman yang lebih baik tentang kanker telah memungkinkan dokter untuk menawarkan strategi pengobatan pasien yang dapat menghasilkan hasil klinis dan kualitas hidup yang lebih baik. Semua itu bergantung pada gambaran klinis dari kanker mereka. Dokter mungkin merekomendasikan pendekatan pengobatan yang berbeda.

“Tidak seperti pendekatan tradisional di mana pembedahan sering diresepkan sebagai pengobatan utama, pasien kadang-kadang dapat memperoleh manfaat dari kemoterapi neo-adjuvant untuk mengecilkan tumor kanker sebelum pembedahan untuk hasil yang jauh lebih baik bagi pasien,” kata Dr. Wong. (put)

 

 

 

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: kankerkanker payudaraWHO


Related Posts

Kisruh BPJS PBI, Pasien Kanker Anak Terancam Tertunda Pengobatan
HEADLINE

Kisruh BPJS PBI, Pasien Kanker Anak Terancam Tertunda Pengobatan

10 Februari 2026
penularan virus nipah
HEADLINE

WHO Ungkap Tujuh Temuan Penularan Virus Nipah di Bengala Barat

4 Februari 2026
Kampanye Vaksinasi Anak Gaza
HEADLINE

WHO Mulai Kampanye Vaksinasi Anak di Jalur Gaza

6 November 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.