CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Pakar Unpad : Penerima Vaksin Masih Rentan Terkena Covid-19

Yatti Chahyati
4 Maret 2021
Pakar Unpad : Penerima Vaksin Masih Rentan Terkena Covid-19

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Kusnandi Rusmil, dr., Sp.A(K), M.Kes. (ist Hms Unpad)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Penerima vaksin jangan dulu berpuas diri, pasalnya Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Kusnandi Rusmil, dr., Sp.A(K), M.Kes., menegaskan jika penerima vaksin masih rentan terkena Covid-19.

“Penerima vaksin tetap harus jaga jarak,” ujar Prof. Kusnandi saat diwawancarai sejumlah wartawan, Rabu (3/3/2021).

Prof. Kusnandi Rusmil yang juga ketua tim riset uji klinis fase III vaksin Covid-19 Sinovac ini menjelaskan, penerima vaksin masih rentan terkena Covid-19. Sebab, bisa jadi antibodi dalam tubuh belum terbentuk sempurna.

Baca juga:   Peliknya Masalah Persib Jelang Hadapi Madura United

Proses vaksinasi menggunakan vaksin Sinovac saat ini melakukan penyuntikan sebanyak dua kali. Paling cepat, kata Prof. Kusnandi Rusmil, antibodi tubuh akan mulai terbentuk sekira satu bulan setelah penyuntikan kedua. Antibodi secara maksimal akan terbentuk adalah tiga bulan pasca-penyuntikan kedua.

“Itu kalau orangnya normal. Kalau dia daya tahan tubuhnya rendah, dia makin berisiko lagi,” imbuhnya.

Baca juga:   Merpati Putih Unpad Raih Juara di Kejuaraan Pencak Silat Tanah Legenda Sang Juara 2022

Selama antibodi belum terbentuk sempurna, seseorang masih rentan terkena Covid-19 dan menularkannya kepada yang lain. Karena itu, penerima vaksin tetap harus menjaga jarak dan menggunakan masker setiap beraktivitas.

Prof. Kusnandi menegaskan, vaksinasi dilakukan bukan untuk menghilangkan penyakit, tetapi mengurangi angka kejadian tertular Covid-19. Karena itu, proses vaksinasi dilakukan berulang agar kekebalan tubuhnya tetap tinggi dan terjaga.

Baca juga:   Bey Machmudin Tinjau Korban Kecelakaan Maut Ciater

“Vaksinasi jangan ragu. Di seluruh dunia sudah menyatakan bahwa vaksinasi merupakan cara untuk mencegah penyakit, sehingga untuk mencegah terus harus diulang,” kata Prof. Kusnandi. (tie)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: dosen unpaduniversitas padjadjaranunpadVaksin COVID-19


Related Posts

Mahasiswa Tuli Unpad
HEADLINE

Nyaris Menyerah, Mahasiswa Tuli Ini Buktikan Bisa Wisuda dan Jadi Inspirasi di Unpad

6 Mei 2026
Hardiknas 2026
PASPENDIDIKAN

Hardiknas 2026, Mendiktisaintek Tegaskan Kampus Harus Hasilkan Solusi dan Inovasi

4 Mei 2026
MKN Unpas Kembali Juara Umum Lomba Akta Nasional 2026, Kalahkan Kampus-Kampus Negeri
HEADLINE

MKN Unpas Kembali Juara Umum Lomba Akta Nasional 2026, Kalahkan Kampus-Kampus Negeri

26 April 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.