CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASNUSANTARA

Komunitas Jadi Pentahelix Dalam Pengembangan Parekraf

Tiwi Kasavela
4 April 2021
Komunitas Jadi Pentahelix Dalam Pengembangan Parekraf

Komunitas Jadi Pentahelix Dalam Pengembangan Parekraf. (Ist)

Share on FacebookShare on Twitter

KULONPROGO, WWW.PASJABAR.COM– Komunitas menjadi salah satu unsur pentahelix dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk terus berkreasi, berinovasi, dan beradaptasi.

Terutama dalam menghadirkan destinasi-destinasi baru yang bisa menarik minat wisatawan sehingga berkembang daerah-daerah penyangga bagi Destinasi Super Prioritas Borobudur.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno di hari terakhir kunjungan kerja ke Jawa Tengah dan Yogyakarta melakukan dialog dengan sejumlah komunitas pariwisata dan ekonomi kreatif.

Dalam kegiatan bertajuk “Netas” (Nemuin Komunitas), Menparekraf Sandiaga berdialog dengan 23 perwakilan komunitas parekraf di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

“Borobudur akan tetap menjadi ikon, tapi kita harapkan ada beberapa tempat yang menjadi episentrum-episentrum dalam skala kecil dan sedang yang bisa menarik kunjungan wisatawan. Salah satunya di Kulonprogo ini yang memiliki banyak sekali potensi pariwisata berbasis alam dan budaya,” kata Menparekraf Sandiaga dalam kegiatan yang berlangsung di “Kopi Ingkar Janji”, Sabtu (3/4/2021) sore.

Baca juga:   Komisi X Sebut 90 Persen Usaha Wisata Kolaps

Kehadiran daerah penyangga ini dinilai sangat penting karena pemerintah sebelumnya telah menetapkan bahwa pengembangan DSP Borobudur akan tetap memperhatikan keutuhan dan kelestarian Candi Borobudur sebagai peninggalan bersejarah bangsa Indonesia.

Masalah utama yang terjadi pada Candi Borobudur saat ini adalah tekanan besar terhadap strukturnya. Hal ini disebabkan oleh peningkatan wisatawan candi, yang mencapai 8.000 orang perhari pada 2019. Sementara, hasil studi Balai Konservasi Borobudur menunjukkan bahwa idealnya Candi Borobudur hanya mampu menampung maksimal 128 pengunjung setiap harinya.

Baca juga:   Protokol CHSE Diterapkan Dengan Baik di Industri Event dan MICE

Hal ini diwujudkan dengan mengimplementasikan konsep pariwisata berkualitas, mulai dari aspek aksesibilitas dan konektivitas, amenitas, atraksi, dan ancillary. Termasuk menggali narasi yang dapat dikembangkan atas satu destinasi sehingga dapat memperkuat daya tarik.

“Di sinilah peran dari komunitas untuk berinovasi dan berkolaborasi dengan pemerintah. Secara totalitas kami akan memastikan bahwa DSP Borobudur siap menyambut pariwisata era baru pascapandemi,” kata Sandiaga dalam rilis yang diterima PASJABAR, Minggu.

“Kita bisa bangun narasi yang kuat. Selain keindahan alam, tapi juga keramahan masyarakat dan kearifan lokal tentunya,” kata Sandiaga.

Hal senada dikatakan Bupati Kulonprogo, Sutedjo. Kulonprogo sebagai daerah yang telah ditetapkan sebagai penyangga pengembangan KSPN Borobudur dikatakannya memiliki potensi yang kuat dalam pengembangan daya tarik pariwisata dan ekonomi kreatif.

Baca juga:   Menjemput Fajar dengan Kebaikan: Bandung Care Hadirkan Kehangatan Sahur di Masjid Pusdai

“Kulonprogo merupakan daerah dengan potensi yang lengkap. Memiliki pantai sepanjang 24 kilometer, pegunungan indah, juga perbukitan dengan lanskap persawahan di bawahnya. Kekayaan budaya juga tinggi, karenanya sangat layak Kulonprogo menjadi daerah penyangga Borobudur,” kata Sutedjo.

Saat ini pihaknya tengah meningkatkan infrastruktur yakni berupa jalan penghubung dari Yogyakarta International Airport ke arah KSPN Borobudur melalui punggung Bukit Menoreh.

“Kami ikut mendorong agar potensi-potensi ini dapat dikembangkan oleh komunitas, pokdarwis sehingga dapat memberikan kemaslahatan bagi masyarakat,” ujar Sutedjo.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama Badan Otorita Borobudur (BOB) Indah Juanita, Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo, Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo Joko Mursito, dan Ketua Satgas Jamban Jateng-DIY Pujo Priyono.(*/tiwi)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: KomunitasparekrafPengembanganpentahelix


Related Posts

Menjemput Fajar dengan Kebaikan: Bandung Care Hadirkan Kehangatan Sahur di Masjid Pusdai
PASBANDUNG

Menjemput Fajar dengan Kebaikan: Bandung Care Hadirkan Kehangatan Sahur di Masjid Pusdai

23 Februari 2026
Bandung Care Tebar Kebahagiaan Lewat Cahaya Berbuka 2026
PASBANDUNG

Bandung Care Tebar Kebahagiaan Lewat Cahaya Berbuka 2026

23 Februari 2026
Sejarah Madiun Ada di Sekitarmu, Temukan Lewat Temu Sejarah Explore #7
PASNUSANTARA

Sejarah Madiun Ada di Sekitarmu, Temukan Lewat Temu Sejarah Explore #7

4 Agustus 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.