CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Selasa, 12 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASBANDUNG

Ini Zona Merah Preman di Kota Bandung

Yatti Chahyati
14 April 2021
Ini Zona Merah Preman di Kota Bandung

ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung mengaku pernah mendapat perlawanan dari Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) saat melakukan penjangkauan.

“Di Kota Bandung, ada beberapa titik yang kami kategorikan titik merah, kuning hijau. Untuk titik merah, adalah titik yang banyak PPKS dan sulit untuk dikendalikan,” ujar Kepala Bidang Rehabilitsi sosial Dinsos Kota Bandung, Dadang Aziz SaLim, Selasa (13/4).

Aziz mengatakan, beberapa yang masuk ke dalam titik merah adalah Pasirkoja, Alun-alun, Pasteur dan perempatan A. Yani-JL Laswi.

“Bahkan, kami pernah mendapat perlawanan dari preman di Jl Pasirkoja, yang tidak mau diamankan. Sampai ada penusukan kepada petugas kami,” terangnya.

Adanya kejadian ini, lanjut Aziz, lantaran mereka sudah sangat nyaman mencari nafkan dengan cara meminta-minta di jalanan. Karenanya, Aziz meminta kepada masyarakat untuk tidak memberikan uang secara langsung kepada PPKS di jalanan.

Baca juga:   Sekolah PAUD di Bandung Ambruk Diterjang Banjir

“Kalau mau memberikan bantuan, lebih baik kepada Yayasan resmi yang bisa menyaurkan kepada orang yang tepat. Karena jika diberi langsung di jalanan, akan sulit menertibkan mereka,” tegasnya.

Di masa pandemic ini, jumlah PPKS di Kota Bandung bertambah, selain karena masalah ekonomi, juga karena mental mereka yang sudah terbiasa mendapatkan uang dengan mudah. Bahkan, lanjut Aziz, sekarang ada trend baru PPKS berasal dari karyawan yang di-PHK, akibat pandemi.

“Mereka yang baru di-PHK mencoba untuk mencari nafkah di jalanan, mereka ikut teman-teman yang lain. Nyatanya mungkin bagi mereka sangat mudah mendapatkan uang dijalanan sehingga mereka tidak mau mencari mata pencaharian yang lain,” papar Azis.

Baca juga:   Ringankan Beban Warga, Disdagin Kota Bandung Gelar Bazar Ramadhan

Peningkatan jumlah PPKS di jalana ini, tidak berbanding lurus dengan jumlah yang bisa ditampung di Puksesos (Pusat Kesejahteraan Sosial). Menurutu Aziz pihaknya melakukan pembatasan terhadap PPKS yang bisa ditampung di Puskesos.

“Hal ini, untuk mencegah adanya penumpukan dan kami khawatir jika ada PPKS yang positif covid19. Sehingga sebelum dinyatakan boleh menginap di Puskesos, harus assesment terlebih dahulu. Kalau dinyatakan negative, maka boleh ditampung, kalau ternyata terbukti negative, maka akan dirujuk ke rumah sakit,” terang aziz.

Meski demikian, Aziz mengatakan hingga sekarang belum ada PPKS yang terbukti positif covid-19.

Sebelum masa pandemic, jumlah PPKS yang ditampung di Puskesos sebanyak 228 orang, namun sekarang berkurang hingga 25%.

Baca juga:   Nu Art Sculpture Park Bandung Suguhkan Keindahan Budaya Bali untuk Liburan

Sedangkan, untuk PPKS yang berasal dari luar kota akan langsung dikembalikan, ke wilayah masing-masing. Karena pada kenyataannya, jumlah PPKS yang berekliaran di Kota Bandung, tidak semua warga Kota Bandung.

“PPKS yang berasal dari Kota Bandung, paling 50%, sisanya berasal dari beberapa wilayah lain di Jabar,” terangnya.

Senada dengan Aziz, kepala Bidang (Kabid) Penegakan Produk Hukum Daerah (PPHD) Satpol PP Kota Bandung, Idris Uswendi, mengatakan, menjelang Ramadhan jumlah PPKS di Kota Bandung meningkat. “Biasanya peningkatan jumlah PPKS ini terjadi di hari ke 10 Ramadhan hingga akgir Ramadhan,” terangnya.

Idris sendiri mengaku kerap membanntu  Dinso dalam kegiatan penjangkauan PPKS, untuk memperkuat tim URC. (Put)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: daerah premankota bandungpreman bandung


Related Posts

ngabandungan bandung
PASBANDUNG

Ngabandungan Bandung, Seni Visual dan Edukasi Mitigasi Bencana

28 April 2026
Bandung Milestone Hadirkan Arsip Sejarah Kota dengan Sentuhan Teknologi AI
HEADLINE

Bandung Milestone Hadirkan Arsip Sejarah Kota dengan Sentuhan Teknologi AI

25 April 2026
jalan macet di Bandung
Uncategorized

Bandung Kian Sesak! Ini 6 Kawasan dengan Kemacetan Terparah

5 April 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.