CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASNUSANTARA

Kemenparekraf-IDI Kolaborasi Kembangkan Wisata Kesehatan

Tiwi Kasavela
3 Juni 2021
Kemenparekraf-IDI Kolaborasi Kembangkan Wisata Kesehatan

Kemenparekraf-IDI Kolaborasi Kembangkan Wisata Kesehatan. (Ist)

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, WWW.PASJABAR.COM– Menparekraf Sandiaga Uno menerima audiensi PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Dalam pertemuan tersebut kedua belah pihak membahas rencana kolaborasi dalam mengembangkan wisata kesehatan (medical tourism) termasuk wisata kebugaran (wellnes tourism) di Indonesia.

Kolaborasi kedepan rencananya akan diperkuat dengan nota kesepahaman dalam mendorong destinasi wisata kesehatan Indonesia yang terdiri dari beberapa kluster. Yakni Wisata Medis Indonesia, Wisata Kebugaran, Estetika, Anti Penuaan dan Herbal Indonesia, Wisata Ilmiah Kedokteran Indonesia (MICE), serta Wisata Olahraga Kesehatan Indonesia.

“Saya mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi langkah kita dalam mengembangkan wisata kesehatan di Indonesia. Bukan hanya medical tourism, tapi juga health tourism yang mendorong kebugaran, anti penuaan, juga mendorong MICE ilmiah kedokteran untuk dilakukan di Indonesia,” kata Menparekraf Sandiaga Uno, Rabu (2/6/2021) di Gedung Sapta Pesona, Kantor Kemenparekraf/Baparekraf.

Baca juga:   Tes CPNS di Kota Bandung Pisahkan Laki – Laki dan Perempuan

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kemenparekraf/Baparekraf Rizki Handayani; Direktur Hubungan Antarlembaga Kemenparekraf/Baparekraf Iman Santosa; Ketua Umum PB IDI Daeng M. Faqih; dan sejumlah jajaran pengurus PB IDI.

Wisata medis saat ini menjadi salah satu yang dijadikan unggulan dalam menarik minat wisatawan di sejumlah negara. Data researchandmarket bulan Maret 2020 menyebutkan, potensi pasar pariwisata medis global hingga tahun 2026 diperkirakan mencapai 179,6 juta dolar AS atau sekitar Rp 2580,4 triliun.

Namun potensi ini belum dimaksimalkan dengan baik oleh Indonesia. Bahkan Indonesia belum masuk top destinations di ASIA dalam medical tourism berdasarkan data Global Healthcare Respurces & International Helathcare Resource Center.

“Kita harapkan ini jadi satu langkah pembenahan secara struktural karena pertahun ada hampir Rp100 triliun lebih yang dibelanjakan di luar negeri oleh terkait layanan kesehatan yang sebetulnya bisa dilakukan di Indonesia,” kata Menparekraf Sandiaga dalam rilis yang diterima PASJABAR, Kamis.

Baca juga:   Menkominfo Budi Arie: Tak Ada Kompromi untuk Konten Judi Online

“Kita harus bergandengan tangan untuk menangani isu-isu strategis. Dalam pengembangan wisata kesehatan di Indonesia,” kata Sandiaga.

Menparekraf juga menyambut baik dan akan mendorong untuk terbentuknya Konsil Wisata Kesehatan Indonesia (Indonesia Health Tourism Board) yang dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama kita akan tandatangani kesepakatannya.

Konsil Wisata Kesehatan Indonesia ini nantinya akan memiliki banyak fungsi dalam menjadikan Indonesia. Sebagai salah satu pusat daya tarik wisata kesehatan dunia.

Diantaranya melakukan pengembangan inovasi produk dan kolaborasi layanan unggulan wisata kesehatan Indonesia dan membangun komitmen agen perjalanan. Dan event organizer sebagai penyelenggara lima kluster konsep wisata kesehatan Indonesia.

Baca juga:   Pemerintah Siapkan Lahan untuk Huntara bagi Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Termasuk meningkatkan packaging branding, promoting, dan marketing layanan unggulan wisata kesehatan Indonesia.

“Dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama kita akan tandatangani kesepakatan agar dibentuk satu kelembagaan Indonesian Health Tourism Health Council,” kata Sandiaga dalam rilis yang diterima PASJABAR, Kamis.

Ketua Umum PB IDI, Daeng M. Faqih, menyambut baik dukungan pemerintah dalam hal ini Kemenparekraf/Baparekraf. Yang akan mendorong dunia kesehatan Indonesia untuk menjadi target wisata. Langkah-langkah kolaborasi ke depan akan berdampak baik terhadap perkembangan dunia kesehatan di Indonesia. Termasuk meningkatkan daya saing.

“Kami sangat bersyukur seluruh komponen di pemerintah mendorong dan membantu kami sebenarnya. Kami siap menjadi bagian dari pengembangan wisata kesehatan,” kata Daeng M. Faqih. (*/tiwi)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: Wisata Kesehatan


Related Posts

Wisata Kesehatan Miliki Peran Bangkitkan Sektor Parekraf
PASHIBURAN

Wisata Kesehatan Miliki Peran Bangkitkan Sektor Parekraf

7 September 2021

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.