CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Selasa, 12 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASBUDAYA

Kearifan Lokal Jadi Daya Tarik Desa Wisata Detusoko Barat Ende

Tiwi Kasavela
15 Juni 2021
Kearifan Lokal Jadi Daya Tarik Desa Wisata Detusoko Barat Ende

Kearifan Lokal Jadi Daya Tarik Desa Wisata Detusoko Barat Ende. (Ist)

Share on FacebookShare on Twitter

ENDE, WWW.PASJABAR.COM– Kemenparekraf mendorong penguatan nilai-nilai kearifan lokal agar bisa diangkat dan dilestarikan di Desa Wisata Detusoko Barat, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, agar bisa menjadi daya tarik wisata unggulan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf, Frans Teguh saat kegiatan Bimbingan Teknis Pengelolaan Desa Wisata Jumat, (11/6/2021) menjelaskan, desa wisata harus memiliki karakteristik lokal dan harus bisa mengambil nilai-nilai kearifan lokal yang ada di desa. Local genuine harus diangkat menjadi keunikan dalam pengembangan wisata.

“Kita apresiasi apa yang sudah dilakukan di Detusoko dengan aneka inovasi dan terobosannya. Ini bisa menjadi potensi pariwisata dan ekonomi kreatif yang menyejahterakan masyarakat” ujar Frans Teguh.

Desa Wisata Detusoko memiliki keunikan dalam bentuk sawah yang luasnya tidak seragam dan sudah ada sejak dulu. Karena areal sawah yang ada merupakan warisan dari generasi ke generasi dan hampir dimiliki semua keluarga yang mendiami Desa Detusoko Barat.

Baca juga:   AJP, Buron Korupsi KUR Rp9,1 Miliar, Ditangkap Usai Kabur ke Kamboja

Kegiatan Bimtek yang berlangsung di Kantor Kepala Desa Detusoko Barat, Ende, NTT dan diikuti oleh 25 peserta yang merupakan warga dari Desa Wisata Detusoko Barat dan menghadirkan beberapa narasumber diantaranya, Sekretaris Daerah Kabupaten Ende, Agustinus Gadja Ngasu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Nusa Tenggara Timur, I Wayan Darmawa, Akademisi STP Nusa Dua Bali, I Gusti Agung Gede Witarsana, dan Kepala Desa Wisata Detusoko Barat, Ferdinandus Watu.

Butuh Kerja Gercep, Geber dan Gaspol

Sementara itu, Direktur Pengembangan Destinasi II Kemenparekraf/Baparekraf, Wawan Gunawan mengatakan untuk mempertahankan budaya dan kearifan lokal di Desa Detusoko Barat dan dalam pengembangannya dibutuhkan kerja yang Gercep (Gerak Cepat), Geber (Gerak Bersama), dan Gaspol (Garap Semua Potensi yang ada) dengan kerja sama pentahelix.

Baca juga:   Flash Mob Angklung Tampil Memukau di Amerika Serikat

“Pariwisata merupakan leading sector yang telah ditetapkan oleh Presiden dan Presiden berjanji untuk memprioritaskan desa wisata,” ujar Wawan dalam rilis yang diterima PASJABAR, Selasa (16/5/2021).

Masyarakat dengan dukungan Disparekraf Provinsi NTT, Dispar Kabupaten Ende, dan pengelola Balai Taman Nasional Kelimutu bersinergi untuk mempercepat pemulihan pariwisata di Ende setelah masa pandemi COVID-19 karena CHSE menjadi perhatian utama wisatawan dalam berwisata di era adaptasi kebiasaan baru.

Sebagai salah satu pintu utama menuju Taman Nasional Kelimutu, Desa Wisata Detusoko Barat memiliki sejumlah potensi pariwisata dari daya tarik wisata hingga kuliner.

Baca juga:   Hari Batik Nasional, Ratusan Siswa SD Karang Paulang Ikuti Beragam Kegiatan Membatik

Kepala Desa Detusoko Barat, Ferdinandus Watu, menyampaikan terima kasih atas terlaksananya kegiatan ini di desanya. Ia juga berharap dukungan lain dari pemerintah untuk dapat menunjang faktor pendukung pengembangan desa.

“Desa Detusoko masuk dalam lensa ekowisata dengan memanfaatkan aneka potensi desa, satu dusun satu atraksi wisata, satu sao ria satu produk,” katanya.

Akademisi dari STP Nusa Dua Bali, Agung memaparkan tentang Pelatihan Pengelolaan Homestay dan Hospitality Destination di Desa Wisata. Ia menjelaskan tentang strategi pengelolaan diantaranya standardisasi produk, kebersihan, online visibility dan virality, dan strategi terakhir adalah local wisdom.

“Kebersihan adalah hal yang utama dalam pengelolaan homestay dan hospitality, ini memaksa kita untuk mengikuti keinginan pasar dan wisatawan,” kata Agung dalam paparannya. (*/tiwi)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: Desa Wisata Detusoko Barat


Related Posts

No Content Available

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.