CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASDUNIA

Perkembangan Vaksinasi di Italia Kini Makin Meluas

Tiwi Kasavela
21 September 2021
Jelang Perhelatan World Superbike, Vaksinasi di NTB Terus Diakselerasi

Ilustrasi (Kemenparekraf RI)

Share on FacebookShare on Twitter

ROMA, WWW.PASJABAR.COM–  Semenjak virus corona mewabah di Italia pada Februari 2020, tercatat sekitar 4,6 juta kasus terkonfirmasi, 130.000 lebih kematian dan 4,4 juta kasus sembuh.

Badan Pengawas Obat Italia (AIFA) dan Kementerian Kesehatan menekankan prioritas nasional harus tetap memastikan bahwa sebagian besar penduduk sudah mendapatkan vaksin.

Hingga Senin sekitar 76 persen dari target populasi (mereka yang berusia 12 tahun ke atas) telah menerima vaksin COVID-19 lengkap, sementara 82 persen sudah menerima dosis pertama, menurut data Kementerian Kesehatan.

Baca juga:   FIFA Matchday: Gli Azzuri Kalahkan Ekuador 2-0

Dilansir dari Xinhua dan Antara,  Italia mulai memberikan vaksin ketiga COVID-19 pada Senin (20/9/2021) setelah prosedurnya mengantongi lampu hijau dari AIFA.

Seperti yang telah diumumkan oleh Kementerian Kesehatan awal September ini terkait vaksin ketiga, baik vaksin Pfizer-BioNTech atau Moderna akan diberikan kepada masyarakat yang memiliki sistem imun lemah.

Ini tidak hanya mencakup orang-orang dengan gangguan imun, seperti pasien transplantasi, tetapi juga kaum lansia dan penghuni panti wreda.

Baca juga:   Demam Kuning Mengancam, Ghana Lakukan Penyelidikan

Berdasarkan pedoman AIFA, tenaga medis juga akan menerima vaksin ketiga.

Lantaran vaksinasi COVID-19 sangat dianjurkan namun tidak diwajibkan di Italia, maka vaksin ketiga COVID-19 akan dijadikan opsi.

AIFA menyarankan agar vaksin ketiga bagi orang-orang dengan gangguan imun tersedia setidaknya 28 hari setelah dosis terakhir.

Bagi mereka yang berusia 80 tahun ke atas, penghuni panti wreda dan profesional kesehatan, dosis ketiga akan dianggap sebagai “penguat untuk mempertahankan respons imun yang efektif,” dan harus diberikan pada setidaknya enam bulan setelah dosis terakhir. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: Italia


Related Posts

Foto: UEFA via Getty Images/Mattia Ozbot - UEFA
HEADLINE

Tolak Wacana Italia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026, Gabriele Gravina: Memalukan dan Khayalan!

1 Mei 2026
Foto: Matthias Balk/dpa (Photo by Matthias Balk/picture alliance via Getty Images
HEADLINE

Lobi Utusan Trump Paolo Zampolli: Italia Berpeluang Gantikan Iran di Piala Dunia 2026, Ini 3 Alasan Utamanya

29 April 2026
Gennaro Gattuso meminta maaf usai Italia gagal ke Piala Dunia 2026 (Foto: REUTERS/MATTEO CIAMBELLI)
HEADLINE

Gennaro Gattuso Minta Maaf: Italia Gugur di Play-off Piala Dunia 2026 Meski Tampil Heroik

1 April 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.