CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Selasa, 12 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Desa Wisata Sukarame Bisa Memantik Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat

Tiwi Kasavela
3 Oktober 2021
Desa Wisata Sukarame Bisa Memantik Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat

Desa Wisata Sukarame Bisa Memantik Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat (ist)

Share on FacebookShare on Twitter

BANTEN, WWW.PASJABAR.COM– Desa Wisata Sukarame di Kabupaten Pandeglang, Banten, masuk dalam 50 besar Desa Wisata Terbaik di ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, berharap raihan positif tersebut dapat memicu pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat dan Kabupaten Pandeglang pada umumnya.

“Bagi seluruh desa-desa wisata di kabupaten Pandeglang, khususnya Desa Wisata Sukarame, jadikan pencapaian ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah khususnya di bidang kepariwisataan dan ekonomi kreatif,” ujar Menparekraf Sandiaga Uno saat melakukan visitasi ke Desa Wisata Sukarame, Sabtu (2/10/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Menparekraf Sandiaga melihat langsung potensi yang dimiliki Desa Wisata Sukarame dalam menarik minat kunjungan wisatawan. Salah satunya adalah keberadaan batik khas Pandeglang yang didorong untuk terus dikembangkan.

Baca juga:   Rayakan Ulang Tahun Bandung, Oded Pidato Pakai Bahasa Sunda

Batik Pandeglang memiliki ciri khas yang unik. Bahkan terdapat 14 motif batik di setiap kecamatan di Pandeglang. Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dari motif-motif tersebut bahkan sudah terdaftar sejak Mei 2018 silam.

“Meski begitu, belum banyak yang tahu filosofi di balik motif itu. Oleh karenanya, kita harus dorong Batik Pandeglang ini agar bisa menembus skala nasional hingga internasional,” ujar Menparekraf Sandiaga.

Desa Wisata Sukarame juga memiliki potensi kriya. Yakni kerajinan pahatan berbentuk badak, kerajinan dari bahan kerang, serta kerajinan dari olahan bambu khas Kabupaten Pandeglang.

Tak hanya di produk ekonomi kreatif, desa wisata ini juga memiliki daya tarik keindahan wisata alam. Salah satunya adalah wisata edukasi konservasi alam bawah laut.

Di sini wisatawan dapat menikmati keindahan bawah laut sambil melakukan transplantasi terumbu karang.

Baca juga:   Rayhan, Berpikir Kritis dan Berkontribusi untuk Indonesia

Menparekraf Sandiaga sedianya melakukan transplantasi terumbu karang bersama dewan juri ADWI. Namun karena kendala cuaca, kegiatan tersebut urung dilakukan.

“Pak Kepala Desa, saya melihat dengan mata kepala sendiri dengan potensi wisata di Desa Sukarame, walaupun sedang hujan dan tidak dianjurkan untuk melihat sendiri, tapi saya mendapat laporan bahwa kondisinya sangat baik. Jadi, ini tidak mengurangi penilaian. Hujan ini membawa berkah, nanti hasilnya ke depan adalah yang terbaik buat Desa Wisata Sukarame, dan Kabupaten Pandeglang dan masyarakatnya,” kata Sandiaga.

Sebagai bentuk dukungan pengembangan wisata edukasi konservasi alam bawah laut, Menparekraf memberikan bantuan berupa jaket pelampung, kacamata selam, snorkel, serta fins.

Sebab, selama ini Desa Wisata Sukarame belum memiliki alat-alat tersebut untuk disewakan ke wisatawan.

Daya tarik wisata alam di Desa Wisata Sukarame juga diselaraskan dengan pelestarian budaya dan kearifan lokal masyarakat dengan berbagai macam kegiatan wisata budaya.

Baca juga:   Balada Suburbia: Suara Pinggiran yang Menggema

Seperti pertunjukan kesenian Tarian Dzikir Saman, Tarian Ahlan Wa Sahlan, Kendang Pencak, Rampak Bedug.

Serta berbagai macam perayaan kebudayaan seperti Ngoclok (mancing gurita) juga Festival Perahu Ruat.

“Saya berharap Desa Wisata Sukarame terus berkembang sehingga dapat meningkatkan perekonomian lokal dan terus menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal agar menjadi destinasi wisata yang berkelas dunia, berdaya saing dan berkelanjutan demi kesejahteraan rakyat untuk Indonesia Bangkit,” kata Sandiaga.

Di penghujung acara visitasi, Menparekraf Sandiaga melakukan pelepasan burung Endemik Jawa sebagai simbol keseimbangan alam di Desa Wisata Sukarame.

Turut mendampingi Menparekraf Sandiaga, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, Vinsensius Jemadu; Staf Khusus Bidang Akuntabilitas, Pengawasan, dan Reformasi Birokrasi Kemenparekraf, Irjen Pol Krisnandi; dan Direktur Tata Kelola Destinasi, Indra Ni Tua. (*/tiwi)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: Desa Wisata Sukarame


Related Posts

No Content Available

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.