BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Abdul Hadi Wijaya klarifikasi jika 10 mahasiswa yang terlatar di Lombok, pasca mengikuti Kongres Ikatan Mahasiswa Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IMAKIPSI), ternyata tidak termasuk mahasiswa UIN SGD dan Universitas Pasundan (UNPAS).
“Setelah saya klarifikasi kembali kepada Ketua IMAKIPSI Jabar, saudara Salman, dia menyebutkan jika ternyata yang tidak bisa pulang itu hanya enam orang, dan itu tidak termasuk mahasiswa dari kampus UIN dan UNPAS,” ujarnya kepada Pasjabar, Kamis (11/11/2021).
Oleh karenannya Gus Ahad sapaan Abdul Hadi Wijaya menyebutkan, dirinya meminta maaf jika ternyata ada kesalahan, ketersinggungan dari beberapa kampus, prihal informasi yang ia sampaikan.
“Namun saya tidak ada niat sama sekali menyinggung atau menjatuhkan institusi A atau B, saya bereaksi cepat karena sebagai Wakil Rakyat ini adalah salah satu tugas saya di Dewan untuk membantu warga Jabar, yang memang sedang kesulitan siapapun warga Jawa Barat itu. Apalagi ini teman -teman kita, anak – anak Jabar yang merupakan calon pemimpin masa depan,” tegasnya.
Ia memang menyayangkan ketidak akuratan data yang disampaikan rekan -rekan IMAKIPSI Jabar, kepada dirinya.
“Tapi saya sangat faham dengan miss communikasi mereka, karena kesibukan mereka, kan acaranya di Lombok masih berlangsung apalagi tadi malam sedang ada pemilihan Ketua IMAKIPSI Nasional. Jadi mungkin mereka keliru memberikan informasi. Sementara saya segera bergerak cepat untuk bisa mencari solusi,” ungkapnya.
Meski demikian, Gus Ahad menyebukan pihaknya akan tetap membantu keenam mahasiswa yang tidak bisa pulang ke kampusnya masing – masing, bersama rekan – rekan di komunitas dan juga DPRD Jabar.
“Jadi fokus kita saat ini tetap bagaimana mereka bisa kembali ke kampusnya masing – masing dengan selamat,” paparnya.
Berikut mahasiswa anggota Kongres Ikatan Mahasiswa Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IMAKIPSI) asal Jabar yang belum bisa kembali kemampusnya, mahasiswa UGJ (2 orang), mahasiswa UMC (2 orang), mahasiswa STAIMA Banjar (1 orang) dan mahasiswa IAI Cipasung (1 orang). (tie)







