CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

10 Risiko Bencana di Jabar, Begini Solusinya

Yatti Chahyati
10 Desember 2021
Dampak Hebat Banjir Bandang di Sukabumi

ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar, Dani Ramdan mengungkapkan, pemerintah melalui Undang-undang Kebencanaan telah mengklasifikasi 10 jenis risiko bencana di tingkat nasional. Risiko bencana tersebut seluruhnya ada di Jawa Barat.

Ia menjelaskan 10 jenis risiko bencana tersebut antara lain, gunung berapi, gempa bumi akibat sesar, banjir, pergerakan tanah. Tsunami, kebakaran hutan dan lahan, angin puting beliung, kegagalan teknologi, serta kejadian luar biasa seperti pandemi COVID-19.

“Kalau dilihat dari topografinya, potensi bencana di wilayah tengah ke utara lebih banyak banjir. Sedangkan di wilayah tengah ke selatan lebih banyak tanah longsor,” ucap Dadan dikutip dalam laman unpad, Jumat (10/12/2021).

Baca juga:   Lebih dari 1.000 Sekolah Terdampak Banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Berdasarkan data statistik BPBD Jawa Barat, dalam enam tahun terakhir setidaknya telah terjadi 8.422 kejadian bencana di Jawa Barat. Angkanya terus meningkat setiap tahun. Dimulai dari 532 kejadian pada 2015 hingga menjadi 1.861 pada 2020.

Bahkan, data kejadian bencana pada bulan Januari hingga November 2021 saja sudah mencapai 2.141 kejadian.

“Kalau bulan Desember saja kondisinya seperti ini, diprediksikan angkanya bisa mencapai 2.500,” imbuh Dani.

Dani mengungkapkan penyebab bencana alam, sebagian besar terjadi karena faktor kerusakan lingkungan. Utamanya perubahan fungsi hutan lindung menjadi hutan budidaya.

Selain itu, kondisi lahan kritis terus meluas yang menjadi faktor terjadinya erosi, hingga penyerobotan lahan hijau di sepanjang aliran sungai menjadi bangunan permukiman.

Baca juga:   5 Peristiwa Kemarin, Jalan Santai Dies Natalis Unpas Doorprize Belasan Motor Hingga Persib Hajar Persebaya 2-1

Solusi

Lebih lanjut, Dani menegaskan, salah satu solusi untuk menekan kejadian bencana di Jabar dengan menerapkan konsep tata wilayah berbasis kearifan lokal. Nenek moyang Sunda sejatinya telah menerapkan konsep tata wayah, tata wilayah, dan tata lampah dalam melakukan konservasi suatu wilayah.

Konsep tata wayah, kata Dani, merupakan konsep etis dalam pengelolaan suatu wilayah berbasis dimensi waktu. Konsep ini mengatur kapan suatu lahan atau alam bisa dimanfaatkan secara langsung, kapan tidak boleh dimanfaatkan secara langsung.

Baca juga:   Resmi! Alberto Rodriguez Berpisah dengan Persib

“Ini terlihat dari aturan waktu musim yang digunakan petani, yang didasarkan  pada kebiasaan nenek moyang dan menjadi patokan untuk mengolah lahan pertanian,” tegas Dani.

Contoh lainnya adalah menetapkan suatu area menjadi wilayah yang sacral, seperti leuweung gede atau leuweung larangan. Area ini tidak boleh sembarangan dimasuki oleh orang biasa. Ada waktu tertentu di mana wilayah ini baru bisa dimasuki oleh tetua atau pemuka masyarakat.

Konsep ini ternyata masih relevan untuk diterapkan pada zaman sekarang. Dani menjelaskan, akses terbatas masyarakat untuk memasuki hutan, taman, atau wilayah alam lainnya dapat diterapkan sebagai bentuk konservasi di wilayah tersebut. (ytn)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: bencana alamBPBD Jawa Barat


Related Posts

instagram@prfmnews
HEADLINE

Cadas Pangeran Longsor: Akses Utama Bandung-Cirebon Tertutup Total, Kendaraan Terjebak

9 April 2026
gempa Bitung
PASNUSANTARA

Gempa M 7,6 Guncang Bitung: Korban Jiwa Jatuh, Tsunami Picu Kepanikan Warga

2 April 2026
Sebanyak 10 jenazah korban longsor Cisarua, Bandung Barat, dimakamkan secara massal karena gagal teridentifikasi DNA. (Uby/pasjabar)
HEADLINE

Duka di Pasirlangu: Pemakaman Massal 10 Jenazah Tak Teridentifikasi Korban Longsor Cisarua

27 Februari 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.