CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Stigma Buruk terkait Pasien Kesehatan Mental Pengaruhi Penanganan Pasien

Yatni Setianingsih
22 Januari 2022
Stigma Buruk terkait Pasien Kesehatan Mental Pengaruhi Penanganan Pasien

ilustrasi (foto : https://pixabay.com/id/photos/kesehatan-mental-pikiran-perhatian-4232031/)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Psikolog CPMH UGM Nurul Kusuma Hidayati M.Psi., mengungkapkan masih berlakunya stigma buruk dari masyarakat kepada pasien yang memiliki masalah kesehatan mental memengaruhi kondisi pasien tersebut.

“Stigma itu menjauhkan pasien dari penangan terbaik yang bisa didapatkan,” ungkapnya seperti dikutip PASJABAR dari laman ugm, Sabtu (22/1/2022).

Dalam kesadaran kesehatan jiwa di Indonesia memilki tren meningkat, namun masih terkekang oleh tebalnya stigma buruk di masyarakat.

Ia mengatakan praktik memasung, memilih diam, menyembunyikan, mengucilkan orang dengan gangguan jiwa masih kerap ditemui. Tidak sedikit orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) ditinggalkan di jalan, berkeliaran, dan dianggap malu keluarga.

Nurul membagi Stigma menjadi 2 bagian yaitu self stigma dan public stigma. Untuk mengatasi self stigma yaitu dapat dengan meningkatkan literasi kesehatan mental, membantu restrukturisasi kognitif, dan memberdayakan individu, memiliki dukungan dari teman dan keluarga, serta mencari peer support.

Sedangkan, untuk mengatasi public stigma perlu adanya edukasi dan meningkatkan literasi, menciptakan kontak sosial, dan perlu adanya advokasi sitemik terkait kesehatan mental di masyarakat.

“Dengan adanya advokasi sistematik yang terpusat, dengan atau tanpa kesadaran terkait kesehatan mental maka langkah langkah dalam mengatasi stigma dapat terlaksanakan,” papar Nurul.

Stigma ini dapat diintervensi melalu Go-To Educator Traning yaitu program pengintegrasian pendidik, birokrat pendidik, profesi onal perawat kesehatn mental, juga dengan Acceptance and Commitment Threapy yang dapat menawarkan alternatif untuk melemahkan dampak negatif dari self stigma. Serta Art intervention yang dapat efektif mengurangi efek stigma terkait kesehatan mental hingga efek terkecil. (*/ytn)

Print Friendly, PDF & Email
Baca juga:   Modal Besar Persib Bandung ke Championship Series
Editor:
Tags: kesehatan jiwastigma


Related Posts

Pelajar Kota Bandung
Uncategorized

Hampir 50 Persen Pelajar di Bandung Alami Gangguan Mental

8 Februari 2026
Wagub Jabar Dorong Bupati dan Wali Kota Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Jiwa
PASJABAR

Wagub Jabar Dorong Bupati Wali Kota Tingkatkan layanan Kesehatan Jiwa

20 September 2022
Kursus Kesehatan Jiwa ESCAPE Bantu Seseorang Lebih Siap Menghadapi Hidup
PASPENDIDIKAN

Kursus Kesehatan Jiwa ESCAPE Bantu Seseorang Lebih Siap Menghadapi Hidup

11 Agustus 2020

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.