CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Tanpa Disadari Kekerasan Sudah Dinarasikan Lewat Cerita

Yatni Setianingsih
20 Februari 2022
Polrestabes Bandung Tahan Tiga Tersangka Kasus Pemerkosaan dan Penjualan Anak ke Pria Hidung Belang

(ilustrasi : pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Guru Besar Bidang Ilmu Sastra dan Gender pada Fakultas Ilmu Budaya UGM,
Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA melihat bahwa semua orang adalah pewaris dari dinasti kekerasan yang narasinya ditransmisikan lewat berbagai cerita, baik secara oral, tertulis maupun visual.

“Kita adalah pewaris cerita-cerita epik dan kepahlawanan dari berbagai belahan dunia yang hadir dalam memori sejak kanak-kanak. Dimana berbagai narasi budaya, politik, media, serta narasi luas dalam kehidupan kita sehari-hari mencerminkan beroperasinya kekerasan yang seringkali dijadikan mekanisme dalam penyelesaian masalah oleh habitus masyarakat kita,” bebernya seperti dikutip PASJABAR dari laman ugm, Minggu (20/2/2022).

Baca juga:   25 Paten Dihilirkan UGM, Terbanyak Bidang Kimia Hayati

Bahkan, narasi-narasi tersebut, disebutnya, dikonsumsi sepanjang hari lewat pesan-pesan virtual dan beredar tanpa batas di media sosial. Subjek-subjek yang mentransmisikan pun kadang adalah mereka yang justru secara sosial dipercaya sebagai pembawa pesan yang diharapkan kontributif, seperti para pamong, politisi, figur publik, ataupun para pemimpin agama.

“Kita berada di dalam satu bingkai ruang kekerasan yang menumbuh dalam kerangka berpikir dan dalam praksis kehidupan kita, dan narasi-narasi kekerasan tersebut dalam sastra diproduksi dan direproduksi dalam berbagai bentuk,” paparnya.

Baca juga:   ITB Akan Klarifikasi Besok Soal Dugaan Kampanye LGBT Saat OSKM Mahasiswa Baru

Wening menyebut sebagian dari kita seringkali tidak menyadari kehadiran narasi ini sebagai sebuah tindakan yang bersifat toxic (beracun) yang berbahaya. Ketidaksadaran tersebut terjadi karena sebuah mekanisme performatif berupa kecenderungan mengulang-ulang skrip kekerasan tanpa mempertanyakan mengapa kita harus mengonsumsinya.

“Kita pun seringkali juga menjadi subjek yang turut mentransmisikan budaya kekerasan. Cara-cara kita mempreservasinya juga terfasilitasi oleh produk-produk kapitalisme, seperti telepon seluler yang ada karena kita menciptakan keberadaannya,” ungkapnya.

Narasi sastra

Narasi-narasi sastra dan budaya akan dapat berfungsi melalui penarasiannya yang berbeda-beda. Mengenalkan friendly subjects sebagai narasi yang kuat lewat sastra, berbagai lini media, sistem-sistem pendidikan, baik di tingkat sekolah, keluarga, maupun dalam percakapan masyarakat di keseharian dapat menjadi mekanisme yang akan berfungsi lebih tahan lama dibanding penegakkan hukum ketika terjadi pelanggaran dalam berbagai bentuk kekerasan.

Baca juga:   UGM Kembali Abdikan Mahasiswa KKN di Pulau Terluar Bagian Timur Indonesia

“Tidak ada yang mudah dilakukan apalagi ketika struktur berpikir kita sudah sedemikian dalam mempercayai suatu pola berpikir tertentu. Hal tersebut tentu bukan suatu kemustahilan untuk dilakukan mengingat kita semua memiliki potensi sebagai subjects in process dan transformative subjects,” tutupnya. (*/ytn)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: KekerasanUGM


Related Posts

Femisida: Kegagalan Kita Membaca Kekerasan terhadap Perempuan
RUANG OPINI

Femisida: Kegagalan Kita Membaca Kekerasan terhadap Perempuan

5 Februari 2026
Universitas Gadjah Mada (UGM)
HEADLINE

Universitas Gadjah Mada Raih Skor SINTA Tertinggi se-Indonesia

9 Januari 2024
Kominfo Siap Luncurkan Panduan Etik Penggunaan AI
PASNUSANTARA

Kominfo Siap Luncurkan Panduan Etik Penggunaan AI 

12 Desember 2023

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.