JAKARTA, WWW.PASJABAR.COM – Kementerian Agama (Kemenag) menargetkan 2.000 mahasiswa pada 2022 untuk Cyber Islamic University.
“Saya minta target program-program prioritas tercapai dengan baik pada tahun 2022 ini, di antaranya replikasi program Kemandirian Pesantren di 500 pesantren, meningkatnya jumlah mahasiswa dari 200 orang di masa piloting Cyber Islamic University menjadi 2.000 mahasiswa di tahun 2022,” kata Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas seperti dikutip PASJABAR dari laman kemenag, Kamis (3/3/2022).
Ia menjelaskan program prioritas Kemandirian Pesantren pada 2022, membutuhkan anggaran mencapai Rp254,2 miliar. Namun pada kenyataannya anggaran untuk tahun 2022 masih bersumber dari alokasi anggaran reguler pada Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pesantren, hanya sebesar Rp140 miliar.
“Karena itu saya meminta Dirjen Pendis untuk memenuhi anggaran tersebut. Intinya, saya minta semua hambatan dan kendala dalam pencapaian target-target program prioritas segera diurai dan diatasi dengan melakukan telaah dan sinkronisasi program, anggaran, dan regulasi,” tegasnya.
“Kalau ada program yang tidak terkait langsung dengan program prioritas silahkan keluarkan. Sebab saya sudah mempelajari kita sering membuat program copy paste dari tahun sebelumnya dengan mudah dipertanggungjawabkan namun apakah program ini benar-benar diharapkan publik?,” lanjutnya.
Ia pun mengajak jajaran Ditjen Pendis untuk keluar dari zona nyaman dan bergerak dengan program baru tanpa ada masalah.
“Saya tegaskan bapak dan ibu tidak sendiri. Kalau ada masalah kita bisa selesaikan bersama-sama. Di Kemenag terutama Ditjen Pendis kalau ada persoalan di salah satu direktorat, berarti itu problem kementerian. Ini komitmen saya. Kalau saya memberi perintah saya akan bertanggung jawab. Saya tidak akan membiarkan bapak dan ibu berjalan sendiri selama kita berjalan di koridor yang benar,” tegasnya. (*/ytn)







