CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Rabu, 13 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASBISNIS

Reses DPRD Jabar di Bogor, Warga Soroti Kelangkaan dan Harga Minyak Goreng

Yatni Setianingsih
11 Maret 2022
Reses DPRD Jabar di Bogor, Warga  Soroti Kelangkaan dan Harga Minyak Goreng

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Achmad Ru'yat (foto : Humas DPRD Jabar)

Share on FacebookShare on Twitter

BOGOR, WWW.PASJABAR.COM — Kelangkaan minyak goreng di Indonesia, khususnya di Jawa Barat masih menjadi problematika yang belum selesai ditengah masyarakat.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Achmad Ru’yat saat menggelar Reses II tahun sidang 2021-2022 di Gedung Yayasan Al-Barokah, Kampung Legok Nyenang, Desa Pancawati, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Kamis (10/3/2022).

Baca juga:   Sembako Naik, Pemkot Siap Kendalikan Inflasi 2019

Dalam gelaran reses tersebut, Achmad Ru’yat menanggapi aspirasi dari salah satu warga yang menyoroti kelangkaan dan melambungnya harga minyak goreng khususnya di wilayah Kecamatan Caringin.

Menurut Ru’yat, pemerintah pusat beserta jajarannya harus mengatur regulasi pengadaan dan distribusi minyak goreng yang merupakan kebutuhan masyarakat dapat tersedia.

“Harapan saya, pemerintah harus segera sigap agar bahan baku CPO, bahan baku minyak itu dibuat untuk minyak goreng dan didistribusikan kepada masyarakat agar kepentingan domestik terpenuhi,” ujar Ru’yat.

Baca juga:   Masjid Al-Jabbar Di Salahgunakan Warga, Ridwan Kamil Himbau Mempergunakan Masjid Untuk Ibadah

Ru’yat pun berharap jangan sampai ada perubahan terkait pengelolaan CPO, selain minyak goreng.

“Karena saat ini sedang gencar energi yang terbarukan untuk biodiesel dan seterusnya. Tapi harus di jamin pemerintah untuk ketersediaan minyak goreng,” pungkas Ru’yat.

Di lokasi ini pun Ru’yat menyempatkan diri meninjau program stimulan ruang kelas baru (RKB), yang berhasil di advokasinya ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat senilai Rp50 juta dan menjadi satu ruang kelas baru bagi Yayasan Al-Barokah. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: DPRD JabarHarga minyak gorengminyak goreng mahal


Related Posts

Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono. (Uby/pasjabar)
HEADLINE

Ono Surono Panggil BKSDA dan Dinas Kehutanan Buntut Kematian Anak Harimau di Bandung Zoo

27 Maret 2026
DPRD
HEADLINE

DPRD Jabar Soroti Ancaman Kenaikan Harga Menjelang Libur Akhir Tahun

11 Desember 2025
Tunjangan DPRD
HEADLINE

Besaran Tunjangan Perumahan DPRD Jabar Tuai Sorotan dan Kritik

9 September 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.