CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Kamis, 14 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Dede Yusuf Nilai Kota Bandung Cukup Siap Lakukan Kurikulum Merdeka

Yatni Setianingsih
18 Maret 2022
guru sekolah

Ilustrasi guru sedang mengajar di sekolah. (Foto: Humas Pemprov Jabar)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM —Komisi X DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Kota Bandung, untuk mengetahui sejauh mana kesiapan Kota Bandung untuk menerapkan sistem pembelajaran kurikulum merdeka.

“Seperti diketahui pemerintah sedang melakukan pilot project program pembelajaran kurikulum merdeka,” ujar Anggota Komisi X DPR RI Dede Yusuf, kepada wartawan Jumat (11/03/2022).

Seperti diketahui, kementrian pendidikan tengah membuat pogram pendidikan merdeka bagi para pelajar. Karenanya, lanjut Dede Komisi X DPR RI melakukan kunjungan ke bebrapa wilayah untuk mengetahui kesiapan mereka terkait pemberlakuan program ini.

Dede mengatakan, Kota Bandung sudah cukup siap untuk memberlakukan kurikulum merdeka dibandingkan dengan kota kabupaten lain.

“Mungkin karena didukung SDM dan infrasruktur yang memadai. Di sinikan jaringan internet bagus, infrastruktur juga menunjang. Jadi penerapan kurikulum merdeka bisa dilaksanakan dengan lebih baik dibandingkan kota kabupaten lain yang terpencil,” terang Dede.

Kedepan, lanjut Dede, sekolah diperbolehkan memilih kurikulum mana yang akan dipergunakan, apakah kurikulum merdeka atau kurikulum 13. Kelebihan kurikulum merdeka ini, adalah anak tidak harus mempelajari semua mata pelajaran yang sekiranya tidak akan dipergunakan di kemudian hari.
Dengan kurikulum ini, anak juga bisa memilih penjurusan lebih dini. Siswa juga diajak berpikir lebih kritis dan banyak menjawab pertanyaan dengan sistem essai.

Baca juga:   Sergio Castel Jadi Pemain Spanyol Ketiga yang Gabung Persib Bandung

“Jadi natinya ketika ujian akan lebih sedikit jenis soal pilihan berganda,” tambahnya.

Menurut Dede, kurikululm 13 ini, merupakan perbaikan dibandingkan dengan kurikulum 13 yang sekarang digunakan di Indonesia. Sayangnya, lanjut Dede kurikulum 13 ini banyak mengedepankan metode pembelajaran hapalan. Sehingga anak-anak menjadi lelah dan berat ketika belajar.

“Anak-anak dituntut terlalu banyak menghapal namun tidak dilatih berpikir kritis dan narasif,” tegasnya.

Sehingga nanti, aka nada mata pelajaran yang dihilangkan. Namun, untuk mata pelajaran dasar seperti agama, Pendidikan kewarganegaraan, bahsa, dan sejarah harus tetap ada.
Selama penggunaan kurikulum 13, Dede mengakui banyak pihak yang merasa kebingungan.

Baca juga:   Bio Farma Berangkatkan 505 Peserta Mudik Gratis ke Jateng dan Jatim, Wali Kota Bandung Beri Apresiasi

“Bahkan sampai sekarang masih banyak guru yang bingun dengan kurikulum 13 ini,” terangnya.
Dede mengatakan, dibuatnya kurikulum merdeka ini, merupakan dampak dari COVID-19 di mana aktivitas dilakukan jarak jauh secara online. Demi menjaga ritme dan efektivitas pembelajaran, kurikulum baru pun mulai diaplikasikan oleh beberapa sekolah penggerak.

Di Kota Bandung, terdapat 23 sekolah dari tingkat PAUD-SMP yang mencoba kurikulum baru bernama kurikulum prototipe (merdeka).

Meski harus meraba-raba sekitar tiga bulan, para kepala sekolah mengatakan, sudah bisa menemukan pola bagaimana agar kurikulum ini bisa efektif untuk anak-anak didik mereka.
Hal ini terungkap dalam diskusi bersama Komisi X DPR RI dengan para kepala sekolah penggerak di Balai Kota Bandung, Jumat 18 Maret 2022.

Salah satunya dirasakan oleh Kepala Sekolah SMPN 12 Bandung, Agus Deni.
Agus menyampaikan, kurikulum ini lebih fleksibel dan memberikan keleluasaan peserta didik untuk berpikir lebih kreatif.

Baca juga:   Jay Idzes Cetak Gol ke Gawang Juventus

“Saat pembelajaran jarak jauh (PJJ), sekolah kami mulai menerapkan pelajaran berbasis kewirausahaan dengan tema ketahanan pangan dan ekonomi. Selama setahun ini pelajaran berbasis proyek kita integrasikan melalui beberapa mata pelajaran,” papar Agus.

Hal serupa juga diakui Kepala Sekolah SDN 061 Cijerah, Januar Musliadi. Menurutnya, saat pertama kali mengaplikasikan kurikulum ini, ia dan para guru di sekolahnya masih menjajaki kurikulum merdeka.

“Ternyata, setelah kami jalani, kurikulum merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler beragam. Anak didik diberikan cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan potensi,” ungkap Januar.

Terlebih, imbuh Januar, kurikulum merdeka ini tidak ada lagi kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang selama ini menjadi sebuah keresahan dari siswa, orang tua, juga guru.

“Anak-anak jadi lebih nyaman belajar, mengeksplor dirinya. Bukan hanya fokus pada materi, tapi juga soft skill mereka terasah,” imbuhnya. (put)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: Dede Yusufkota bandungKurikulum Merdeka


Related Posts

ngabandungan bandung
PASBANDUNG

Ngabandungan Bandung, Seni Visual dan Edukasi Mitigasi Bencana

28 April 2026
Bandung Milestone Hadirkan Arsip Sejarah Kota dengan Sentuhan Teknologi AI
HEADLINE

Bandung Milestone Hadirkan Arsip Sejarah Kota dengan Sentuhan Teknologi AI

25 April 2026
jalan macet di Bandung
Uncategorized

Bandung Kian Sesak! Ini 6 Kawasan dengan Kemacetan Terparah

5 April 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.