CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Bagaimana Proses Pengamatan Hilal ?

Yatni Setianingsih
13 April 2022
Observatorium Bosscha ITB Gelar Pengamatan Bulan Sabit untuk Rujukan Isbat Awal Ramadhan 1443 H

Ilustrasi pengamatan hilal (foto : https://kemenag.go.id/read/isbat-awal-ramadan-1443-h-kemenag-gelar-rukyatul-hilal-di-101-titik-nvp5n)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Peneliti di Observatorium Bosscha Muhammad Yusuf mengatakan, Observatorium Bosscha bertugas menyampaikan hasil perhitungan, pengamatan, dan penelitian tentang hilal kepada unit pemerintah yang berwenang jika diperlukan sebagai masukan untuk sidang isbat di Indonesia.

Sementara pihak yang berwenang menentukan awal Ramadan dan Syawal, yakni pemerintah Republik Indonesia melalui proses sidang isbat.

Kegiatan pengamatan bulan sabit oleh Observatorium Bosscha ditujukan untuk meneliti ambang visibilitas (kenampakan) bulan sebagai fungsi dari elongasi dan ketebalan sabit bulan, dan juga dalam rangka rukyatul hilal bulan Ramadan 1443 H. Rukyatul hilal dilakukan pada sore hari dan deteksi sabit bulan dilakukan setelah Matahari terbenam. Sabit yang tampak setelah Matahari terbenam ini disebut sebagai hilal.

Baca juga:   ITB Hadirkan COVID Trak, untuk Tracing di Lingkungan Kampus

Dalam praktiknya, tim peneliti Observatorium Bosscha ITB melakukan pengamatan dengan teknik olah citra digital. Berawal dari foton yang datang dari matahari kemudian dipantulkan oleh bulan dan tertangkap oleh teleskop kemudian terekam oleh kamera dan diubah menjadi elektron lalu ditumpuk. Citra yang ditangkap oleh kamera kemudian diproses menggunakan perangkat pengolahan citra untuk meningkatkan kontras tampilan sabit bulan.

Instrumen yang digunakan untuk pengamatan :

  1. Teleskop teleskop fokus 530 mm dan diameter 106 mm berjenis refraktor yang dilengkapi detektor kamera berbasis CCD
  2. Kamera video astronomi dengan kecepatan 80 fps. kombinasi teleskop dan kamera 0,6 derajat x 0,34 derajat
  3. Filter (penapis cahaya) merah gelap 750 nm dan pengamatan multi panjang gelombang dengan filter biru.
  4. Sistem penggerak dengan akurasi dan presisi tinggi (orde ketelitian 1 detik busur)
  5. Baffle untuk mengeliminasi cahaya selain dari bulan (p = 2m)
Baca juga:   Rusia Mulai Perang dengan Ukraina di Wilayah Ini

Beberapa parameter dalam pengamatan bulan sabit di antaranya waktu konjungsi, matahari terbenam, bulan terbenam, umur bulan, jeda terbenam, ketinggian bulan, elongasi bulan, dan iluminasi bulan.

Yusuf juga menyampaikan beberapa tantangan yang dihadapi oleh tim peneliti Bosscha saat mengamati hilal. Tantangan itu di antaranya, pertama kondisi bulan sabit yang sangat tipis sehingga sulit dideteksi.

Baca juga:   Hari Ini Perkuliah ITB Kampus Cirebon Dimulai

“Tebal bulan sabit menjadi faktor utama pendeteksiannya karena semakin tebal bulan sabit maka semakin banyak cahaya yang dipantulkan ke mata dan semakin mudah dideteksi begitu juga sebaliknya,” tuturnya seperti dikutip PASJABAR dari laman itb, Rabu (13/4/2022).

Kedua, kontras yang rendah akibat refraksi atmosfer ketika kondisi benda langit berada di sekitar ufuk. Ketiga, cuaca (uap air karena kita di negara tropis) terutama di daerah Jawa Barat di mana waktu yang tepat mengamati hilal dan seharusnya di pagi-siang hari, akan tetapi terkendala kondisi hujan. Keempat, geometri matahari-bumi-bulan karena setiap bulan tidak menunjukan konfigurasi yang sama. (*/ytn)

 

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: hilalITBObservatorium Bosschapengamatan hilal


Related Posts

ITB Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Kampus Top Eropa di Belanda
HEADLINE

ITB Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Kampus Top Eropa di Belanda

25 April 2026
itb utbk
HEADLINE

Pelaksanaan UTBK 2026 di ITB Hari Pertama Berjalan Lancar

22 April 2026
ITB SSU
HEADLINE

ITB Perpanjang Pendaftaran SSU 2026, Beri Kesempatan Lebih Luas

20 April 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.