CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Pentingnya Gerakan Literasi dalam Membentuk Sumber Daya Manusia yang Unggul

Tiwi Kasavela
15 April 2022
Staff Divisi Pendidikan HIMA PKnH FKIP Universitas Pasundan, Fadli Desri Yadi

Staff Divisi Pendidikan HIMA PKnH FKIP Universitas Pasundan, Fadli Desri Yadi (ist)

Share on FacebookShare on Twitter

Ditulis Oleh Staff Divisi Pendidikan
HIMA PKnH FKIP Universitas Pasundan, Fadli Desri Yadi

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM– Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 tentang penumbuhan budi pekerti, menggalakkan gerakan literasi sekolah. Gerakan ini dilaksanakan dengan gerakan membaca buku non-pelajaran sebelum waktu belajar dimulai selama 15 menit.

Gerakan tersebut merupakan agenda dalam bidang literasi. Bidang tersebut bertujuan membentuk sumber daya manusia yang berkualitas.

Gerakan literasi sekolah sudah dilaksanakan dan dikembangkan di berbagai sekolah. Gerakan ini memiliki sasaran kepada sekolah tingkat dasar dan menengah dengan tujuan untuk menumbuhkan kebiasaan membaca pada peserta didik.

Upaya menumbuhkan rasa cinta baca di sekolah dasar dan menengah merupakan langkah strategis yang bagus. Dengan adanya pembiasaan membaca lima belas atau sepuluh menit sebelum pelajaran dimulai dapat meningkatkan minat baca peserta didik. Hal ini sejajar dengan pemahaman tentang pentingnya literasi bagi manusia.

Baca juga:   Unpas Masuk 10 Besar Universitas Terbaik di Jawa Barat Versi UniRank 2024

Tingkat literasi yang rendah dapat menyebabkan penguasaan ilmu pengetahuan yang rendah pula. Di bidang akademik, penguasaan literasi ini menunjukkan penguasaan peserta didik terhadap materi yang diajarkan oleh guru. Sehingga apabila tingkat literasi tinggi, maka akan meningkatkan minat baca dalam menyerap ilmu pengetahuan yang berimbas pada peningkatan kualitas sumber daya manusia yang unggul. Namun, apabila literasi rendah, maka rendah berimbas pada peningkatan sumber daya manusianya.

Tidak bisa dipungkiri bahwa kepekaan literasi masih rendah di Negara Indonesia, bukan hanya di kalangan pelajar tingkat dasar dan menengah, bahkan pada tingkat perguruan tinggi.

Kenyataannya, kemampuan akademis yang tinggi, tidak dapat menjamin kepekaan literasi atau budaya literasi yang tinggi pula. Sebagai contoh masih banyak ditemukan plagiarisme dalam penulisan tugas akhir mahasiswa. Ini sebagai satu bukti nyata bahwa kita sebenarnya sedang menghadapi darurat literasi.

Baca juga:   Ini Tips untuk Mahasiswa dari Unpas Agar Seimbang Manajemen Waktu

Darurat literasi harus segera ditangani. Peran semua kalangan sangat penting dalam siklus perubahan membuat literasi harus digalakkan. Guru dan orang tua adalah sosok seorang yang juga memiliki peran strategis di tengah-tengah masyarakat serta lingkungan keluarga. Sehingga guru dan orang tua diharapkan dapat lebih banyak berperan aktif dalam menggalakkan kegiatan seperti menulis, membaca, melakukan penelitian, berpikir kritis, dan lainnya.

Menumbuhkan budaya literasi melalui gerakan literasi memang bukan pekerjaan mudah. Hasilnya pun tidak instan. Perjuangan dalam menciptakan generasi literat membutuhkan fasilitas yang memadai dan proses yang cukup panjang. Namun, sudah menjadi sebuah keharusan jika ingin meningkatkan sumber daya manusia yang unggul. Oleh karena itu, semua kalangan harus mendukung adanya kehadiran gerakan literasi ini. Gerakan literasi seperti ini menjadi wadah terkhusus generasi muda di era saat ini dalam membantu meningkat potensi minat dan bakat serta mewujudkan warga negara yang smart and good citizenship.

Baca juga:   Pesan Presiden Jokowi untuk Dies Natalis ke-63 Unpad

Intinya dengan adanya solusi seperti menerapkan gerakan literasi di sekolah maupun lingkungan keluarga ini menjadi salah satu faktor yang mendukung peningkatan minat baca dan menulis seseorang.

Hal tersebut akan membangkitkan semangat dan motivasi dalam menuangkan inovasi serta mampu berkarya demi mewujudkan kualitas sumber daya manusia yang berkualitas. (*/tiwi)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: Fadli Desri YadiGerakan LiterasiHIMA PKnH FKIPuniversitas pasundan


Related Posts

Guru Besar Unpas
HEADLINE

Pengukuhan 9 Guru Besar Unpas, Perkuat Posisi sebagai Kampus dengan Profesor Terbanyak di Jabar dan Banten

9 Mei 2026
Sidang Doktor Ade Yusuf
HEADLINE

Sidang Doktor Ade Yusuf Bahas Pengaruh Faktor Teknologi terhadap Penggunaan Bukalapak

8 Mei 2026
Sidang Doktor Raden Khemal
HEADLINE

Sidang Terbuka Doktor Unpas: Raden Khemal Youwangka Raih Gelar Doktor Ilmu Manajemen

8 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.