CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Kemenkes Bantah Kaitan Hepatitis Akut pada Anak dengan Vaksinasi COVID-19

Yatni Setianingsih
5 Mei 2022
Jabar Lebih Dulu Lakukan Vaksinasi Booster, Kenapa?

Vaksin COVID-19 (foto : https://pixabay.com/id/illustrations/vaksin-penyembuhan-obat-obatan-6109246/)

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, WWW.PASJABAR.COM — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membantah adanya kaitan antara vaksinasi COVID-19 dengan penyakit hepatitis akut, yang belum diketahui penyebabnya pada anak.

Hal tersebut disampaikan Lead Scientist untuk kasus ini, Prof. dr. Hanifah Oswari, Sp. A(K), pada acara keterangan pers di Jakarta, Kamis (5/5/2022)

“Kejadian ini dihubungkan dengan vaksin COVID-19 itu tidak benar, karena kejadian saat ini tidak ada bukti bahwa itu berhubungan dengan vaksinasi COVID-19,” katanya seperti dikutip PASJABAR dari laman sehatnegeriku.kemkes, Kamis (5/5/2022)

Baca juga:   Vaksinasi Dosis Lengkap di Jabar Menuju 100 Persen

Menurutnyasampai saat ini juga belum ada bukti yang menunjukkan adanya kaitan penyakit hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya dengan virus COVID-19, melainkan adanya kejadian yang koinsiden (bersamaan).

Sebagai upaya peningkatan kewaspadaan, pencegahan, dan pengendalian Infeksi Hepatitis Akut pada Anak, pemerintah telah menerapkan beberapa hal, diantaranya dengan mengeluarkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/2515/2022 tentang Kewaspadaan terhadap Penemuan Kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya (Acute Hepatitis Of Unknown Aetiology).

Baca juga:   Percepat Kekebalan Kelompok, Jabar akan Terapkan Vaksinasi Gendong

Selain itu, Kemenkes telah menunjuk Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso dan Laboratorium Fakultas Kedokteran UI, sebagai laboratorium rujukan untuk pemeriksaan spesimen.

Pemerintah juga meminta seluruh tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan untuk menerapkan pencegahan dan pengendalian infeksi, khususnya untuk infeksi virus. Selain itu juga diharapkan adanya rumah sakit rujukan di setiap Kabupaten.(*/ytn)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: hepatitisvaksinasi covid-19


Related Posts

Vaksinasi Covid-19 Booster Kedua Beri Perlindungan dari Risiko Gejala Berat
HEADLINE

Dinkes Kota Bandung Segera Vaksin Nakes Cegah Peningkatan Covid-19

19 Desember 2023
Stok Vaksin di Bandung Tak Terlalu Banyak Namun Sesuai Kebutuhan
PASBANDUNG

Stok Vaksin Booster Kedua di Bandung Tak Terlalu Banyak Namun Sesuai Kebutuhan

25 Januari 2023
Syarat Dapat Vaksinasi Covid-19 Booster Kedua di Puskesmas Kota Bandung
PASBANDUNG

Syarat Dapat Vaksinasi Covid-19 Booster Kedua di Puskesmas Kota Bandung

24 Januari 2023

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.