CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASKESEHATAN

Ini Pentingnya Sarapan untuk Kesehatan

Yatni Setianingsih
21 Mei 2022
Ketahui, Tugas Insinyur Pangan dalam Industri Pangan

ilustrasi bahan makanan (foto : https://pixabay.com/id/photos/sayuran-buah-buahan-makanan-bahan-1085063/)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Ahli Gizi Unpad dr. Siska Wiramihardja, Sp.GK., M.Kes., menerangkan, sarapan tidak hanya membuat kenyang, tetapi memiliki manfaat besar bagi kesehatan tubuh.

Ia menjelaskan, ada dua peran utama sarapan bagi tubuh. Pertama sebagai sumber energi bagi otak. Makan pagi menyediakan zat gizi utama yang dibutuhkan otak setelah habis berpuasa melalui istirahat di malam hari.

“Sarapan dapat meningkatkan fungsi kognitif otak, lebih konsentrasi dan fokus,” kata Siska seperti dikutip PASJABAR dari laman unpad, Sabtu (21/5/2022).

Peran kedua adalah melindungi tubuh dari penyakit. Salah satu upaya meningkatkan imunitas tubuh adalah menerapkan pola gizi seimbang sesuai rekomendasi WHO.

Kemenkes RI sendiri memasukan sarapan sebagai salah satu dari sepuluh pesan gizi seimbang. Ini didasarkan, makan pagi menyediakan sekitar 20 persen dari kebutuhan nutrisi harian, sehingga asupan energi, vitamin, dan mineral dapat lebih terpenuhi.

Baca juga:   Memilih Perguruan Tinggi Harus Sesuai Kemampuan

Hal ini memungkinkan tubuh untuk dapat melakukan fungsinya secara optimal, termasuk di antaranya meningkatkan imunitas tubuh.

Ia mengatakan, selain dua fungsi tersebut, sarapan membantu menjaga suasana hati (mood) sehingga tidak mudah emosi dan tetap tenang selama menjalani ujian.

“Sarapan juga membantu mencapai/menjaga berat badan ideal sehingga dapat menurunkan risiko berbagai penyakit,” ucapnya.

Apabila melewatkan waktu sarapan, ia mengatakan ada sejumlah dampak yang ditimbulkan. Antara lain lambung menjadi kosong terlalu lama.

Hal ini akan memicu meningkatnya asam lambung sehingga dapat menimbulkan mual, dan muntah. Asupan gizi ke tubuh juga akan berkurang, sehingga kadar gula darah menjadi sangat rendah.

“Pada kondisi tertentu dapat menimbulkan gejala timbul keringat dingin, mata berkunang-kunang, lemas, bahkan pingsan,” urai Siska.

Baca juga:   Air Putih Murni: Kunci Detoksifikasi Tubuh dan Kesehatan Optimal

Siska mengatakan, sejumlah penelitian menunjukkan, mereka yang melewatkan sarapan memiliki kadar hormon stres lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang sarapan. Selain itu, melewatkan sarapan dapat mengganggu suasana hati dan menurunkan produktivitas.

Bagi yang sedang menjalani program penurunan berat badan, melewatkan sarapan bukanlah hal bijak. Hal ini akan memudahkan peserta untuk tergoda mengonsumsi makanan olahan tinggi kalori pada jam makan berikutnya.

“Hal ini makin meningkatkan risiko obesitas dan penyakit tidak menular seperti jantung, diabetes, dan lain-lain,” ucap Siska.

Sesuai rekomendasi Kemenkes RI, makan pagi sebaiknya memenuhi pola gizi seimbang dan tidak berlebihan.

Siska memaparkan, menu sarapan ideal sebaiknya mengandung bahan makanan sumber karbohidrat (pilihan makanan: nasi, tim, bubur, lontong, kentang, ubu, singkong, jagung, mi, atau roti), bahan makanan sumber protein hewani dan nabati (telur, ayam, ikan, daging, susu, kacang-kacangan, tahu, hingga tempe), serta serat dari sayuran dan buah-buahan.

Baca juga:   PJ Wali Kota Bandung Lepas Pendonor Darah Berprestasi untuk Penghargaan Nasional

Ketiga bahan makanan tersebut wajib ada dalam menu makan pagi. Buah-buahan sendiri dapat menjadi makanan atau minuman penutup atau dapat dikonsumsi sebagai camilan.

“Bagi penyuka sereal, dapat memilih rolled oat dengan kandungan kacang dan buah-buahan, dikonsumsi dengan yoghurt/susu, atau dengan salad sayuran,” terangnya.

Menu yang sebaiknya dihindari menu sarapan yang tidak lengkap.

“Makan dengan menu tidak lengkap sebaiknya dihindari. Misal hanya minum susu saja, tanpa ada sumber karbohidrat atau serat, atau hanya makan roti/kue/mi saja tanpa ada bahan makanan sumber protein dan serat,” tutupnya. (*/ytn)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: kesehatanpengamat unpadsarapanunpad


Related Posts

Mahasiswa Tuli Unpad
HEADLINE

Nyaris Menyerah, Mahasiswa Tuli Ini Buktikan Bisa Wisuda dan Jadi Inspirasi di Unpad

6 Mei 2026
Hardiknas 2026
PASPENDIDIKAN

Hardiknas 2026, Mendiktisaintek Tegaskan Kampus Harus Hasilkan Solusi dan Inovasi

4 Mei 2026
Pekan TLM PATELKI Jabar ke-40, Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis hingga Edukasi Gizi
PASJABAR

Pekan TLM PATELKI Jabar ke-40, Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis hingga Edukasi Gizi

4 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.