CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Bangkitkan Semangat Juang, Paguyuban Pasundan Bedah Buku Oto Iskandar di Nata

Yatti Chahyati
4 Juni 2022
Bangkitkan Semangat Juang, Paguyuban Pasundan Bedah Buku Oto Iskandar di Nata

Penyerahan buku Oto Iskandar Dinata kepada salah satu cucu Oto Iskandar Dinata oleh Ketua Umum Pengurus Besar Paguyuban Pasundan, Prof. Dr. Didi Tumudzi, MSi, Sabtu (4/6/2022). (Foto : Eci/Pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter

# Paguyuban Pasundan Bedah Buku Oto Iskandar

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Pengurus Besar Paguyuban Pasundan menggelar launching dan bedah

buku “Oto Iskandar di Nata : Perintis Tentara Republik Indonesia” di Aula Mandalasaba dr. Djoenjoenan, Gedung

PB Paguyuban Pasundan Jalan Sumatra No 41 Kota Bandung, pada Sabtu (4/6/2022).

Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan, Prof. Dr. H.M. Didi Turmudzi, M.Si. menyampaikan bahwa kegiatan ini

merupakan salah satu rangkaian Mapag 109 tahun Paguyuban Pasundan yang jatuh pada 20 Juli 2022.

Di samping kegiatan ini, ke depan, PB Paguyuban Pasundan juga akan mengundang orang-orang sunda yang

sukses di luar negeri yang beberapa diantaranya berprofesi sebagai peneliti muda, guru besar hingga ilmuan untuk berbagi pengalaman agar bisa memberikan inspirasi.

Adapun terakait peluncuran Oto Iskandar Di Nata, Prof Didi berharap bahwa buku akan membuat masyarakat termotivasi dan terinspirasi untuk meneladani sosoknya.

“Bedah buku ini bertujuan agar kita jangan sampai kehilangan jejak politik kemiliteran tokoh sunda yang luar

biasa, wasiat dari Pak Oto untuk membangun persatuan Indonesia dan kita juga harus meneladani sosok beliau

yang memiliki jiwa petarung, pemberani dan pantang menyerah,” ujarnya.

“Oto Iskandar di Nata adalah tokoh besar, namun anak muda banyak yang tidak mengenal sosok beliau,

peluncuran buku ini adalah upaya agar jangan sampai pareum obor dan kehilangan kesejarahan dari perjuangan

Baca juga:   Administrasi Negara: Administrasi Negara pada Masa Rasul

politik kemiliteran, Pak Oto sangat berkontribusi bagi republik Indonesia, dan dia adalah role model tokoh sunda

yang berbeda dengan yang lain, biasanya orang sunda suka mengalah, malu malu kucing, tapi beliau luar biasa dan karakter ini harus dicontoh,” sambungnya.

Kepercayaan Diri Bangsa

Di samping itu, Prof Didi juga menyampaikan untuk memiliki kepercayaan diri dan mau berkontribusi bagi

bangsa dan negara.

“Kita harus goong nabeuh maneh, keunggulan kita harus diangkat, sebab kalau tidak begitu kita tidak akan

dipercaya, orang sunda di masa lalu terlibat dalam politik besar dan luar biasa, tapi makin ke sini makin redup,

maka dari itu kita harus kembali bergerak dan memberikan kontribusi terbaik yang kita miliki,” tuturnya.

Adapun Fasilitator Penerbit Buku “Oto Iskandar di Nata Perintis Tentara Republik Indonesia” Mayjen (Purn) Dr. H.

Tb. Hasanudin, M.M. menyampaikan ada banyak hal yang dapat dipelajari dari sosok Oto Iskandar Di Nata.

“Oto adalah sosok yang menerapkan demokrasi pancasila, beliau berinisiatif memilih presiden pertama secara

musyawarah dan mufakat dan dilakukan para pendiri bangsa ini, tanpa harus berdarah-darah, tanpa ada

pertempuran, mengeluarkan identitas ini dan itu, hal ini yang harus kita renungkan bagaimana memilih pemimpin dengan musyawarah dan mufakat,” ucapnya.

Baca juga:   Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka Pesmi Dilantik

Melalui buku ini, Tb Hasanudin juga  berharap dapat meningkatkan kesadaran terhadap sejarah, tokoh pahlawan

sehingga dapat mendorong semangat nasionalisme.

“Kegigihan beliau dalam berjuang harus kita teladani, dan banyak lagi kisah kisah perjuangan lainnya yang harus

kita pelajari seperti kejadian Bandung Lautan Api, pertempuran Bojong Kokosan termasuk kepemimpinan dan

kemiliteran prajurit Siliwangi yang luar biasa,” tuturnya.

Membangun Bersama

Saat ini, Tb Hasanudin berkolaborasi bersama Paguyuban Pasundan juga tengah membangun Bale Budaya

Parahyangan seluas satu hektar di kawasan Kota Baru Parahyangan Padalarang yang akan dipersembahkan untuk

seniman dan budayawan se tatar sunda dan se nusantara, untuk berbagai kegiatan seperti pameran,  diskusi

sehingga dapat menjadi pusat kunjungan turis.

Adapun Asisten Administrasi Umum Sekda Provinsi Jawa Barat,  Dr. Ir. Ferry Sofwan Arif M.Si berharap bahwa

launching buku ini akan mendorong anak muda Jawa Barat dapat tampil dan berjuang serta bisa hidup dalam

beragaman.

“Jangan sampai jati kasilih kujunti, saat ini 50 persen penduduk di Jawa Barat adalah anak muda, buku ini sangat

bagus sebagai motivasi bagi anak muda untuk meneladani Oto Iskandar Di Nata,” ucapnya.

“Ke depan saya juga berharap buku ini akan didorong secara elektronik sehingga semakin luas dalam di akses

Baca juga:   Pastv : SMA Pasundan 3 Bandung Kreatif, Inovatif, dan Religius

oleh anak-anak muda kita,” imbuhnya.

Ferry juga menambahkan lewat buku ini semoga  peran dan kiprah Oto Iskandar Dinata akan mendorong

generasi muda dalam meningkatkan persatuan dan cinta tanah air.

“Orang sunda mah someah hade kasemah,  ini menjadi modal orang sunda untuk akur dengan etnis lainnya,

saling mencintai, mengasuh dan mewangikan untuk bersama-sama membangun Indonesia,” tandasnya.

# Paguyuban Pasundan Bedah Buku Oto Iskandar

Sementara itu, penulis buku, Iip D. Yahya menyampaikan bahwa ini merupakan buku ke dua tentang Oto Iskandar di Nata yang ia tulis.

“Saya sudah meneliti Oto Iskandar di Nata sejak tahun 2003, buku ini adalah atas permintaan Bapak Tb

Hasanudin untuk dibuatkan dalam tema yang khusus dan setelah saya mengolah data yang dimiliki ternyata

diketahui bahwa Oto berperan dalam pendirian tentara nasional Indonesia,” ungkapnya.

Buku ini, sambung Iip menyajikan data primer yang sulit dibantah dan dirinya sebagai penulis ingin meyakinkan

bahwa Oto Iskandar di Nata memiliki jasa dalam pendirian tentara nasional Indoensia.

“Beliau dikenal sebagai si Jalak Harupat, dan di Paguyuban Pasundan disebut si Bima karena tubuhnya yang

tinggi besar dan suaranya  yang menggelegar, banyak hal yang bisa kita teladani dari sosok beliau,” pungkasnya. (tiwi)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Yatti Chahyati
Tags: Oto iskandar dinatapaguyuban pasundan


Related Posts

Pelantikan Paguyuban Pasundan Papua
HEADLINE

Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Wilayah Paguyuban Pasundan se Tanah Papua

25 April 2026
Penghargaan Paguyuban Pasundan
HEADLINE

Paguyuban Pasundan Raih Penghargaan dari HU Pikiran Rakyat di HUT ke-60

25 April 2026
pasundan law fair 2026
HEADLINE

Pasundan Law Fair 2026 Sukses Digelar, Ajang Nasional Adu Gagasan dan Kompetensi Mahasiswa Hukum

16 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.