BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Pendaftaran tahap pertama (6/6/2022), Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2022 di beberapa SMA/SMK/SLB Negeri di Jawa Barat, masih sepi peminat. Seperti diketahui hari ini Senin (6/6/2022) merupakan pendaftaran tahap pertama PPDB tingkat SMA/SMK/SLB Negeri di Jawa Barat, yang diselenggarakan hingga tanggal 10 Juni mendatang.
“Orang tua dihimbau agar hati-hati dan jangan terburu-buru dalam menentukan pilihan sekolahnya, karena memang kita menyediakan beberapa jalur untuk bisa masuk ke sekolah negeri, selain jalur penerimaan siswa melalui zonasi,” ujar Kadisdik Jawa Barat Dedi Supandi, belum lama ini.
Meski demikian, Dedi menyebutkan agar orang tua bisa mempersiapkan berbagai hal umum untuk pendaftaran sekolah dari sekarang.
“Seperti tanda bukti Ujian, Kartu keluarga, KTP, raport dan beberapa persyatan umum lainnya. Sehingga nanti tidak susah ketika akan melakukan pendaftaran. Orang tua juga bisa meminta bantuan kepada sekolah asal atau sekolah yang akan dituju untuk mendaftarkan dan itu wajib dibantu pihak sekolah,” tegas Dedi.
Sementara itu, ada empat perbedaan dalam PPDB tahun ini dibanding sebelumnya yakni, syarat dimasukkannya kartu ujian sekolah, kedua, bagi peserta didik yang akan mendaftar di jalur keluarga ekonomi tidak mampu (KETM) dibuktikan dengan melampirkan berita acara hasil musyawarah, yang ada di kelurahan/desa tentang daftar masyarakat untuk masuk data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).
“Dan Ketiga piagam penghargaan untuk jalur prestasi dihitung sampai 5 tahun, bukan 3 tahun. Terakhir, peserta didik tidak perlu melampirkan rangking,” jelas Kadisdik.
Sedangkan itu, salah satu orang tua siswa, Ulfa yang akan menyekolahkan putranya ke salah satu SMA Negeri di Kota Bandung mengaku belum menentukan pilihan di hari pertama pendaftaran PPDB.
“Masih lihat-lihat dulu nilainya apakah bisa masuk ke SMA Negeri yang diinginkan anaknya atau engga, karena kan kuotanya tidak banyak untuk jalur prestasi raport ini jadi kitanya harus pintar-pintar pilih nih,” jelas Ulfa.
Sementara orang tua siswa lainnya, Joko yang berencana menyekolahkan anaknya ke SMK Negeri mengatakan jika dia masih mencari informasi ke sekolah yang dinginkan anaknya.
“Cari informasi dulu ke sekolahnya, saya juga sepertinya akan daftar langsung ke sekolah yang dituju saja karena takut salah kalau di rumah,” paparnya. (tie)







