CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASPENDIDIKAN

Pentingnya Melisopalonologi pada Madu untuk Pemetaan Ini

Yatni Setianingsih
29 Juni 2022
Jabar Kekurangan Pasokan Madu

Madu (foto : https://pixabay.com/id/photos/sayang-stoples-madu-biduk-823614/)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG,  WWW.PASJABAR.COM — Tim dari Kelompok Keahlian Paleontologi dan Geologi Kuarter ITB, melakukan pendekatan melisopalonologi yang menelaah kandungan serbuk sari dalam madu untuk mengetahui asal sumber serbuk sari.

Hal ini dapat memengaruhi nilai jual dan daya saing produk lokal serta potensi wisata lain dari daerah penghasil madu, seperti yang dilakukan tim ini di Desa Wisata Mekarwangi, Sindangkerta, Kabupaten Bandung.

Baca juga:   Unpad Kembangkan Plastik Ramah Lingkungan dari Limbah Cangkang Rajungan

Tim ini dipimpin peneliti ITB Dr.rer.nat. Maria Sekar Proborukmi, S.T., M.Sc., tersebut bekerja sama dalam program pengabdian kepada masyarakat dengan Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan Institut Teknologi Bandung

“Informasi mengenai komposisi serbuk sari dalam madu sangat bermanfaat. Bagi peternak lebah dan konsumen, informasi tersebut dibutuhkan karena menjelaskan orisinalitas dan sumber flora, asal dan jenis madu, serta upaya konservasi dan penanaman tanaman bunga untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi madu,” terangnya seperti dikutip PASJABAR dari laman itb, Rabu (29/6/2022).

Baca juga:   Sekolah Pascasarjana Unpad Miliki Perpustakaan LeROCs, Apa Kelebihannya?

Ia menjelaskan, program ini akan dilanjutkan tahun ini, untuk mendapatkan acuan pelabelan madu setiap musim panennya dengan analisis melisopalinologi. Selain dapat memberdayakan masyarakat Desa Mekarwangi dalam bidang pariwisata, upaya tersebut juga dapat mengenalkan budaya dan produk lokal lain seperti teh, kopi, ganyong, kelinci, dan lain-lain. (*/ytn)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: madupeneliti ITB


Related Posts

Pelajar Didorong Gunakan Handphone untuk Hasilkan Karya Bermanfaat
HEADLINE

Begini Penjelasan Peneliti Kenapa Baterasi Ponsel Bisa Meledak ?

5 April 2022
Terungkap, Alasan Tikus untuk Penelitian
HEADLINE

Terungkap, Alasan Tikus untuk Penelitian

3 April 2022
Jabar Kekurangan Pasokan Madu
PASBISNIS

Jabar Kekurangan Pasokan Madu

26 Maret 2022

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.