CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASPENDIDIKAN

Tim Peduli Pesisir ITB Tanam Mangrove, Ini Alasannya

Yatni Setianingsih
29 Juni 2022
Tim Peduli Pesisir ITB Tanam Mangrove, Ini Alasannya

Tim Peduli Pesisir tanam mangrove (foto :https://www.itb.ac.id/berita/detail/58744/tim-peduli-pesisir-itb-tanam-400-mangrove-di-pantai-cemoro-sewu)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang tergabung dalam Tim Peduli Pesisir melakukan pengabdian masyarakat di Kelurahan Degayu. 300 bibit mangrove jenis Rhizophora dan 100 bibit mangrove jenis Bruguiera berhasil ditanam pada Jumat (17/6/2022) di Pantai Cemoro Sewu, Kota Pekalongan Provinsi Jateng.

Pada Jumat (24/6/2022), Tim Peduli Pesisir juga melangsungkan kegiatan pelatihan pembuatan alat desalinasi dan filtrasi air laut serta sosialisasi adaptasi masyarakat, dalam menghadapi banjir rob di Pekalongan Utara.

Baca juga:   Kereta Cepat Jakarta – Bandung Ditargetkan Beroperasi 2023

Mangrove sendiri menyimpan segudang manfaat. Kayunya mampu digunakan untuk bahan bangunan, akarnya dapat menjadi penyaring garam dan mengurangi salinitas air laut, buahnya bisa disulap menjadi tepung, sirup, keripik, dan untuk jenis Rhizophora berpotensi dijadikan pewarna alami.

“Semoga nantinya batik Pekalongan bisa beralih menggunakan pewarna yang lebih alami dan tidak mengotori sungai kita,” ucap Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Kota Pekalongan, Eni seperti dikutip PASJABAR dari laman itb, Rabu (29/6/2022).

Baca juga:   Dana BOS Tahap II Rp747,041 Miliar Sudah Masuk Rekening Madrasah

Salah satu pemerhati lingkungan di Degayu, Amy Hanan, telah puluhan tahun mencurahkan waktu dan tenaganya untuk menanam mangrove. Hal ini ia lakukan agar bisa menyediakan benteng alami untuk mengurangi dampak banjir rob yang melanda pesisir utara Kota Batik tersebut.

Untuk diketahui, hutan mangrove di Indonesia merupakan yang terbesar di dunia. Namun, tiap harinya kerusakan hutan mangrove luasnya mencapai 700 hektare. Hal ini disebabkan karena adanya alih fungsi lahan, abrasi, dan eksploitasi kayu yang berlebihan. (*/ytn)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: hutan mangroveITBPenanaman Mangrove


Related Posts

ITB Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Kampus Top Eropa di Belanda
HEADLINE

ITB Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Kampus Top Eropa di Belanda

25 April 2026
itb utbk
HEADLINE

Pelaksanaan UTBK 2026 di ITB Hari Pertama Berjalan Lancar

22 April 2026
ITB SSU
HEADLINE

ITB Perpanjang Pendaftaran SSU 2026, Beri Kesempatan Lebih Luas

20 April 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.