CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASBANDUNG

Dewan Menilai Pembelian BBM Melalui MyPertamina akan Menyulitkan Masyarakat

Yatti Chahyati
1 Juli 2022
Penggunaan Aplikasi untuk Beli Pertalite Ditentang Warga

Antrean kendaraan roda empat di SPBU (foto: fal/pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Anggota DPRD dari Fraksi PKS Andri Rusmana menyatakan keberatan terhadap rencana pemerintah untuk memberlakukan pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi melalui MyPertamina. Sehingga Andri berharap kebijakan itu bisa ditunda pemberlakuannya, bahkan jika bisa dibatalkan.

“Belum semua warga kita ini melek teknologi, sehingga hal ini akan menyulitkan warga yang memang belum terbiasa dengan penggunaan gawai,” ujar Andri kepada wartawan.

Andri mengatakan, jika aturan tersebut diberlakukan, perlu sosialisasi yang cukup panjang kepada masyarakat, agar mereka bisa lebih terbiasa dan tidak kebingungan.

“Saya pribadi mendapatkan banyak pertanyaan dari warga dan konstituen terkait akan diberlakukannya peraturan ini,” terangnya.

Baca juga:   DPRD Kota Bandung Batalkan Pengadaan 47 Unit HP Rp1 Miliar

Andri menyebut saat ini peraturan tersebut belum terlalu darurat. Sehingga seharusnya tidak perlu diberlakukan sekarang, karena menimbulkan banyak pertanyaan dan spekulasi. Terlebih Ketika membeli BBM bersubsidi harus menggunakan aplikasi LinkAja.

“Dengan aplikasi LinkAja, otomatis ada dana yang harus diendapkan. Itu akan menimbulkan persepsi negative di kalangan masyarakat,” jelasnya.

Rencana dibelakukannya pembatasan BBM bersubsidi ini, menurut Andri akan menimbulkan kepanikan di kalangan masyarakat. Mengingat BBM merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat.

“Untuk itu, ada baiknya, agar tidak ada antrean di SPBU, disiapkan pompa khusus pengisian pertalite lebih banyak. Terutama untuk yang roda dua. Sekarang kan paling hanya satu atau dua. Menurut saya akana lebih baik jika ditambah menajdi empat sampai enam pompa,” paparnya.

Baca juga:   Akhir Tahun Kuota BBM Subsidi Jenis Pertalite dan Solar Bakal Ditambah

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Elly Wasliah mengatakan, agar masyarakat jangan melakukan aksi panic buying atas rencana pemberlakukan pembelian BBM bersubsidi dengan aplikasi MyPertamina.

“Yang jelas, aturan ini tidak akan dinerlakukan 1 Juli,” tegas Elly.

Elly menjamin, tidak akan ada SPBU yang mengharuskan membeli BBM bersubsidi dengan menggunakan aplikasi. Karena memang aturan tersebut belum diberlakukan.

“Jadi sekarang itu hanya pendaftarannya saja dulu. Itu juga tidak harus mengunduh apliksi MyPertamina, hanya daftar saja lewat subsiditepat.mypertamina.id,” jelas Elly.

Baca juga:   Orasi Ilmiah Gubernur Jabar, Unpas Diminta Respons Tiga Disrupsi

Dia menyebut, awalnya pendaftaran itu akan ditutup pada 15 Juli. Namun menurut Elly jangka waktu ini akan diperpanjang sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan.

Disinggung mengenai penggunaan gawai di SPBU, Elly mengatakan, sebenarnya ketika membeli BBM dengan menggunakan aplikasi MyPertamina, tidak harus menggunakan gawai. Karena Ketika daftar akan keluar barcode.

“Nah, barcode ini bisa diprint lalu dilaminating dan ditunjukkan saat akan beli BBM bersubsidi,” katanya.

Dia menuturkan, meski belum ada kejelasan kapan akan diberlakukan, Elly mengimbau masyarakat untuk tetap mendaftarkan diri jika memang nantinya akan membeli BBM bersubsidi. (put)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: DisdaginDPRD Kota BandungMypertaminaPertaliteSPBU


Related Posts

Pansus LKPJ DPRD Kota Bandung
HEADLINE

Pansus LKPJ DPRD Kota Bandung Klaim Pembahasan Capai 75 Persen, Fokus Pertajam Misi SDM

5 Mei 2026
Rencana kenaikan harga BBM non-subsidi Pertamax pada awal April 2026 memicu antrean panjang di SPBU Jalan Riau, Bandung. Warga mengaku keberatan dengan rencana tersebut. (Uby/pasjabar)
HEADLINE

Wacana Harga Pertamax Naik, Antrean Kendaraan Memular di SPBU Jalan Riau Bandung

31 Maret 2026
Wakil Wali Kota Bandung ditahan
PASBANDUNG

Wakil Wali Kota Bandung Segera Ditahan? Jaksa Tunggu Restu Mendagri

25 Januari 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.