BANDUNG, PASJABAR.COM – Kabid Pembinaan Pengembangan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Disdik Kota Bandung, Edi Suparjoto mengatakan, masih ada wilayah Kota Bandung yang termasuk blank spot.
“Yang kami maksud blank spot di sini, bukan hanya memang tidak ada sekolah, namun jikalaupun ada tidak cukup memadai dan memfasilitasi. Pasalnya di Kawasan tersebut merupakan Kawasan padat penduduk dan atau jumlah warga yang di usia sekolah cukup banyak,” papar Edi.
Beberapa Kawasan yang msih blank spot diantaranya, Ujungberung, Gedebage dan Sukajadi. Menurut Edi, Sukajadi merupakan salah satu kawasan padat yang meskipun ada sekolah, namun tidak cukup menampung jumlah anak yang masuk usia sekolah.
“Jadi kita tetap harus membangun tambahan sekolah di kawasan tersebut,” tambah Edi.
Sedangkan untuk di kawasan Gedebage, jumlah sekolah menjadi berkurang karena banyaknya pembangunan dan bertambahnya jumlah penduduk. Menurut Edi, semestinya Ketika ada pembangunan Kawasan, dipikirkan juga sarana dan prasarana bangunan sekolah sebagai fasum dan fasos.
“Kalau dilihat RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah,red) di Kawasan tersebut ada pembangunan hingga 2035, sehigga seharusnya dipikirkan juga fasilitas untuk gedung sekolah,” tuturnya.
Jika melihat luas wilayah dan jumlah kecamatan serta kelurahan di Kota Bandung, Edi mengatakan setdikanya dibutuhkan sekitar 90 SMP di Kota Bandung. Sementara sekarag baru ada sekitar 75 SMP. Walaupun memang diakui Edi keberadaan SMP swasta cukup membantu.
Di sisi lain, Edi mengatakan, ada SMP yang masih belum punya gedung sekolah, sehingga harus menumpang di gedung SD. Namun, Edi menambahkan, tahun ini ada pembangunan dua gedung sekolah untuk memisahkan SMP yang sementara ini masih menumpang ke SD.
“Ada sekitar 16 SMP yang masih menumpang di SD. Tahun ini, akan dibangun di dua titik wilayah untuk dua SMP, sehingga tinggal sisia 14 SMP lagi yang gedungnya masih bersatu dengan SD,” jelasnya.
Ditambah, tahun depan akan ada pembangunan gedung sekolah untuk SMP baru. Meski memang jumlah guru eksisting masih kurang, namun Edi mengatakan terbantu dengan jumlah P3K.
“Kita sekarang kekurangan guru mapel (mata pelajaran,red) sebanyak 518 orang. Belum lagi tahun 2023 banyak guru yang pensiun. Tapi untungnya masih terbantu dengan guru P3K,” pungkasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan (Sekdisdik) Kota Bandung, Tantan Surya Santana mengatakan harapannya dengan dibangnunnya sekolah baru, diharapkan bisa memfasilitasi kebutuhan sarana dan prasarana dengan system zonasi.
“Kalau jumlah sekolah mencukupi dan tidk jauh dari pemukiman warga, maka akan memudahkan,” ujarnya.
Tantan berharap rencana pembangunan sekolah di Kawasan Sukajadi tepatnya di Lapang Abra pada 2023, bisa terelaisasi. Karena bagaimanapun pemerataan fasilitas sekolah untuk warga Kota Bandung, menjadi tugas pemkot Bandung, sehingga tidak ada warga Kota Bandung tang tidak bersekolah. (put)







